Berita Terbaru

Subscribe

Subscribe

Subscribe

Subscribe

Subscribe

Subscribe

TERPOPULER

Kepala Desa Bareng Cemas Realisasi Pembangunan Kurang Jelas

JOMBANG – Seorang Kepala Desa menyesalkan adanya program yang di danai dari APBD (Anggaran Pendapatan Belanja Daerah) khususnya yang bersumber dari PID (Pagu Indikativ Desa). Sebagian lain yang ditangani SKPD belum terealisasi sampai pertengahan Bulan Desember.Hingga orang nomor satu di Desa ini sebut saja  Beki (51) mengharap agar pembangunan segera dilaksanakan.

Hal semacam ini terjadi tepatnya di Desa Bareng Kecamatan Bareng Kabupaten Jombang yang sebagian besar penduduknya sebagai buruh tani dan petani tradisional. Selayaknya segera mendapatkan bangunan jaringan irigasi sesuai dengan proposal yang sudah diajukan dan apalagi sudah di anggarkan dan di putuskan oleh Bupati bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah tingkat Kabupaten Jombang. Berawal dari keluhan Kepala Desa Bareng (17/12/2016) dengan pertimbangan bahwa PID adalah mutlak hak desa, meskipun pelaksanaanya di lewatkan SKPD (Satuan Kerja Pemerintah Daerah) harusnya di kerjakan tidak sampai lewat batas tahun.

Menurut Beki (51) selaku Kepala Desa “PID senilai total Rp. 200.000.000 (dua ratus juta rupiah) di bagi menjadi 3 titik pekerjaan :(1)100 juta rupiah untuk drainase (sewa kelola)(2) 50 juta rupiah untuk pagar sekolahan (Dinas Pendidikan)(3)Irigasi 50 juta rupiah, seingat kami harusnya dikerjakan dinas pertanian, namun sampai saat ini (18/12/2016) belum ada bentuk bangunan” jelasnya.

Sementara Kabid Sapras Didik (48) Dinas Pertanian saat dimintai keterangan di ruang kerjanya menyampaikan bantahan “Di data kami memang ada PID namun dananya tidak mencukupi sehingga digantikan dengan sumber dana dari DAK (Dana Alokasi Khusus) itu pun Dinas Pertanian tinggal melaksanakan dari BAPPEDA (Badan Perencanaan Pembangunan Daerah)” jelasnya

Yang menjadikan pertanyaan besar di dalam permasalahan ini adalah uang Rp. 50.000.000 (lima puluh juta rupiah) yang sudah terprogram dan terencana di tahun 2016 akankah hal ini di biarkan begitu saja, masih ada waktu untuk menyelesaikan permasalahan ini, harapan warga pada pihak-pihak terkait untuk saling bantu dalammengungkap persoalan, agar segera di manfaatkan para petani. (jito)

Post Comment

Tidak ada komentar:

Berikan Tanggapan Anda