Untung Rp. 1 Miliar, Manajemen PDTS KBS Ingin Kelola Secara Mandiri



Surabaya Newsweek- Keputusan manajemen Perusahaan Daerah Taman Satwa (PDTS) yang akan mengelola Kebun Binatang Surabaya (KBS) secara mandiri, mendapat dukungan dari Anggota Komisi B DPRD Kota Surabaya Achmad Zakaria.

Zakaria mengatakan, langkah berani PDTS KBS perlu didukung , agar BUMD Pemkot Surabaya itu bisa mengelola dan menjalankan KBS secara penuh. Agar bisa bebas berinovasi untuk terus menjalin kerja sama dengan berbagai pihak.

"Bisa kerja sama dengan pengusaha reklame, juga dengan BUMN dan perusahaan lain untuk menyelenggarakan even. Tentu ini akan menarik pengunjung datang ke KBS, sehingga meningkatkan pendapatan perusahaan," kata Zakaria, kemarin.

Mengelola KBS secara mandiri, menurutnya, merupakan indikasi positif. Menurut Zakaria, hal itu menunjukkan jika, KBS kondisinya mulai membaik, setelah beberapa tahun sebelumnya selalu mengalami kerugian.

Andai kata sudah berani memutuskan untuk mandiri, pihak PDTS harus menggandeng banyak BUMN. Selain ada dana yang masuk, perusahaan-perusahaan besar itu bisa melakukan promosi gratis.

“Dengan begitu kan gaung KBS bisa makin lebih terdengar. Sehingga pengunjung terus meningkat yang otomatis mengerek pendapatan,” ucapnya.

Politisi PKS ini menjelaskan, PDTS KBS ditargetkan untuk menyumbang deviden sebesar Rp 100 juta, untuk APBD 2017. Angka deviden itu diperoleh dari 30 persen laba PDTS selama 2017. "Kita berharap itu bisa tercapai," ucapnya.

Sedangkan, PDTS KBS untuk pertama kalinya meraup laba pada tahun anggaran 2016, berdasarkan perhitungan usai tutup buku, pendapatan laba yang dicapai KBS mencapai angka Rp 1 miliar.

Ketua Badan Pengawas PDTS KBS Heri Purwanto mengatakan perhitungan memang sudah rampung dilakukan. Menurutnya, laba Rp 1 miliar itu sebelum dipotong pajak.

"Artinya, ini hitungan total pendapatan dikurangi pengeluaran, masih ada selisih sebesar Rp 1 miliar lebih sedikit," jelas Heri.

Minggu depan, Bawas akan minta tim audit menghitung keuangan PDTS KBS secara komprehensif. Sehingga bisa dihitung berapa nilai untung bersihnya.

Sejak diambil alih oleh pemkot pada tahun 2013, KBS memang disokong penyertaan modal sebesar Rp 50 miliar yang digunakan hingga 2018.

Dana penyertaan modal sebesar Rp 50 miliar itu, jelas Heri, telah digunakan untuk berbagai pembenahan. Dana tersebut digunakan secara bertahap dengan evaluasi langsung dari Pemkot Surabaya.

“Tapi, kinerja yang terus membaik dari KBS membuat kami yakin bisa melakukan pengelolaan secara mandiri tahun depan,” tandas Heri.

Selain itu, imbuh Heri, pada tahun 2018 KBS bakal mengalami perubahan desain. Hal itu sejalan dengan pembangunan trem yang dipusatkan di Terminal Joyoboyo.

“Pintu masuk KBS akan digeser ke Selatan di Jalan Joyoboyo dekat gedung parkir yang dibangun pemkot. Di gedung itu nanti akan ada underpass yang bisa langsung masuk ke KBS setelah turun dari parkir,” ungkapnya. ( Ham )

Posting Komentar

0 Komentar