Kelompok MMC Membuat Orang Tua Resah


Drs. H. Arifin, M.Pd.
PAMEKASAN – Kemunculan Kelompok Geng MMC di wilayah Kabupaten Pamekasan membuat para orang tua murid menjadi resah. Kabupaten Pamekasan yang mempunyai panggilan nama Kabupaten Pendidikan, saat ini telah tercoreng namanya dengan adanya kemunculan beberapa geng diantaranya salah satunya geng MMC (Mama Muda Crew) yang beranggotakan para siswa SMA, SMK, bahkan SMP. Dimana mereka memiliki anggota sebanyak kurang lebih 30 orang dan tersebar hampir diseluruh SMK swasta maupun negeri dan SMAN, swasta bahkan tidak tanggung-tanggung siswa SMPN maupun swasta. 

Keberadaan MMC di wilayah Kabupaten Pamekasan telah terendus oleh pihak berwajib, mereka setiap hari minggu berkumpul di rumah anggotanya dan berpindah-pindah kumpulan anak-anak muda berusia 17 tahun kebawah ini (pria dan wanita) menurut beberapa anggotanya yang enggan disebut namanya, selain berkumpul mereka mengadakan pesta makan dan minum.

Setelah itu mereka berpacaran secara bebas bahkan cenderung mengadakan hubungan sex secara bebas pula untuk masalah tempat mereka memilih di tempat kos-kosan teman mereka. Suatu contoh  di tempat kost di Jalan Bonorogo, dimana pada bulan Februari tahun 2017 yang lalu mereka terpergok oleh anggota Satpol PP Kabupaten Pamekasan lalu mereka semburan melarikan diri dan sebagian ada yang tertangkap lalu dibawa ke kantor SATPOL PP untuk di data, hal itu diakui oleh Kabag Operasi tempat kost-kostsan M. Yusuf pada NS di ruang kerjanya.

Untuk masalah kekompakan mereka patut diacungi jempol, sebab jika ada salah satu anggotanya yang bermasalah maka mereka menjemput anggota yang bermasalah tersebut untuk diajak keluar, lalu dibawa ke tempat yang sepi dan disana yang bersangkutan dikeroyok dan dihajar habis-habisan sampai pingsan. 

Hal itu dialami oleh Sherin 16 tahun warga Jalan Agus Salim Gg.I dimana pada tanggal (19/02/2017) dia dijemput oleh kedua temannya yaitu Fira 17 tahun warga Jalan Agus Salim Gg.I dan Hani 17 tahun warga Kelurahan Kangenan dengan alasan ada perlunya, lalu dibawa ke kantor PDAM (depannya). Setelah sampai Sherin dikeroyok kurang lebih 5 orang anggota MMC sampai babak belur dan pingsan.

MMC geng yang sudah berdiri sejak kurang lebih 2 tahun lalu itu. Sebagai ketuanya adalah Firda, salah satu siswa di SMA Lumajang. Namun sebelumnya Firda adalah salah satu siswa salah satu SMAN di Kabupaten Pamekasan, karna bermasalah lalu hijrah ke Kabupaten Lumajang. Ketua MKKS SMAN Drs. H. ARIFIN, M.Pd. ketika dihubungi merasa terkejut atas keberadaan MMC tersebut. 

Maka untuk hal itu dia akan mengumpulkan anggotanya untuk membahas keberadaan MMC itu dalam hal ini pihaknya akan mengambil langkah preventif/pembinaan pada para siswa yang tergabung di MKKS SMAN guna memberikan bimbingan yang lebih baik bagi para siswanya.

Menurut Haidir, Kepala SMAN 5 yang salah satu siswanya yakni Kurniawati 17 tahun kelas II yang terlibat pengeroyokan terhadap Serin siswa SMKN 3 menjelaskan pada NS di rumahnya bahwa peristiwa penganiayaan terhadap Sherin terjadi pada hari minggu adalah diluar tanggung jawab guru dan kejadian tersebut adalah merupakan tanggung jawab orang tuanya. 

Masih kemunculan geng MMC (Mama Muda Crew) para orang tua murid yang enggan disebut namanya mengharapkan pada pihak yang berwajib dan sekolahan agar mereka segera memberi arahan pada para siswa-siswa agar mereka tidak bergabung ke MMC. (Ris)

Posting Komentar

0 Komentar