PWI Kapuas Salurkan Bantuan Untuk Keluarga Ines



Pengurus PWI Kabupaten Kapuas menyerahkan bantuan kepada keluarga Ines (68) warga Desa Talekong Punai RT 5 Kecamatan Kapuas Murung Kabupaten Kapuas, Senin (24/4).
KUALA KAPUAS - Perjalanan hidup yang tidak mudah harus dijalani Ines (68) bersama isterinya Idah (36) dan 3 orang anaknya yang masih kecil-kecil yaitu Kelisnawati (6) kelas 1 SD setempat, anak kedua Seprudin (3) dan anak ketiga Lestiani berumur 13 bulan. Usia yang sudah senja ditambah tak memiliki pekerjaan tetap, membuat Ines tak bisa berbuat banyak untuk menghidupi isteri dan anak-anaknya.

Singkong rebus pun menjadi makanan pokok keluarga Ines setiap harinya. Untuk dapat menyambung hidup, Inei setiap harinya mencari barang-barang bekas, seperti plastik. Hasil barang yang dikumpulkan dijual dan uangnya untuk makan sehari-hari.

"Pak Ines dulu bekerja membersihkan.lokasi tanaman sawit milik PT LAK, namun karena sudah tua membuat dia tidak bisa bekerja berat lagi dan kini hanya bekerja sebagai pemulung," ujar Idah warga setempat.

Penderitaan Ines diperparah karena dirinya tidak memiliki rumah, dia hanya mampu membangun gubuk tak layak huni berukuran 3 x 4 meter. Kondisinya gubuk yang sangat memprihatinkan itu berdiri di lokasi yang sepi penduduk, jauh dari warga setempat.

Gubuk beratap daun dan berdinding papan yang sudah lapuk itu berdiri di tanah milik PT LAK, sebuah perusahaan sawit di Desa Talekong Punai RT 5 Kecamatan Kapuas Murung, Kabupaten Kapuas. Karena gubuk yang ditempatinya jauh dari tetangga, maka jarang tetangga yang memberi atau mengantar makanan.

"Sudah sekitar 8 tahun saya tinggal di gubuk ini, dulunya saya tinggal di Buntok Kabupaten Barito Selatan. Hidup susah membawa perjalanan saya ke Kapuas dan menikah dengan Idah warga Jalan Mahakam Kuala Kapuas. Hidup susah ternyata tak bisa lepas dari diri saya. Begitupun saya tidak memiliki uang untuk membeli tanah, akhirnya kami membangun gubuk kecil di tepi sungai jalur jalan perusahaan ini," lirih Ines sedih.

Cerita hidup keluarga Ines yang menyedihkan ini telah Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Kapuas prihatin. Setelah mengumpulkan sejumlah barang bantuan, pengurus PWI Kabupaten Kapuas pun bergerak mengunjungi keluarga Ines, Senin (24/4).

Dalam kunjungan itu, Pengurus PWI Kabupaten Kapuas menyerahkan sejumlah bantuan untuk keluarga Ines diantaranya kasur, bantal, sembako, pakaian dan terpal untuk menutup sementara atap gubuk Ines yang bocor serta menyerahkan sejumlah uang.

"PWI Kabupaten Kapuas itu tidak hanya merupakan organisasi profesi  menaungi awak media yang bermanfaat sebagai penyampai informasi publik, namun kami juga berusaha dapat menjadi organisasi bermanfaat bagi masyarakat salah satunya dengan melakukan aksi sosial. Memang bantuan yang kami serahkan jumlahnya tidak seberapa, tetapi jangan dilihat dari nilainya, harapan kami ini mampu meringankan beban saudara-saudara kita yang memang sangat membutuhkan," kata Ketua PWI Kabupaten Kapuas, Sri Hayati.

Dia juga menyebutkan sudah menyampaikan kondisi keluarga Ines ini kepada pihak Pemerintah Kabupaten Kapuas yakni Bupati Kapuas Ir Ben Brahim S Bahat MM MT. "Sudah ada rencana dari Bupati Kapuas melakukan pembangunan rumah untuk keluarga Ines, atas dasar itu kita hari ini ke sini juga sekaligus melakukan survey terkait kebutuhan kayu dan lainnya untuk pembangunan rumah yang layak untuk Ines. Kita berharap bantuan rumah ini akan segera terealisasi," jelas Sri.

Sementara itu, usai menerima bantuan Ines terlihat menangis haru. "Kami sangat berterimakasih karena PWI Kapuas mau mengunjungi dan perduli terhadap hidup kami. Kami juga berharap ada bantuan untuk bangun rumah dari pemerintah," ujar Ines.(BY)

Posting Komentar

0 Komentar