Ada Pungli di Kecamatan Dukuh Pakis Rp 8,5 Juta, Inspektorat : Kalau terbukti Bisa Dipecat

Surabaya Newsweek- Pungutan Liar ( Pungli ) diwilayah Kecamatan terus bergulir, padahal Walikota Surabaya sudah mewanti- wanti kepada Pegawai Negeri Sipil ( PNS ) Pemkot Surabaya, untuk tidak melakukan pungutan diluar aturan yang ada, namun aksi nekad ini bahkan dilakukan oleh Staf Kecamatan yang mana, untuk punglinya, terkait kepengurusan E- KTP, Akte Kelahiran , Kartu Keluarga ( KK ) dengan biaya Rp 8, 5 Juta.

Warga yang merasa jengkel ini kepada staf Kecamatan , akhirnya menguak masalah ini di media, karena merasa ditipu, pasalnya uang yang dibayarkan sebesar Rp 8, 5 Juta, hingga saat ini surat Akte Kalahiran belum kunjung selesai, alhasil warga Kelurahan Dukuh Pakis ini yang bernama Wulansari,  memprotes kepada Staff Kecamatan  Dukuh Pakis yang diketahui bernama Sugeng.

Pertemuan antara dirinya, dengan staf Kecamatan yang bernama sugeng serta Camat Dukuh Pakis Hari Sulistiyo, ia mengatakan, bahwa pertemuan hanya sebatas masalah pengembalian uang kepengurusan sebesar Rp 4, 5 Juta.

“ Masalah kepengurusan Akte Kelahiran memang belum jadi sampai sekarang, lalu staf yang didampingi oleh Camat mau mengembalikan uang Rp 4,5 Juta dari total nilai Rp 8, 5 Juta yang sudah saya berikan kepada mereka,”ujarnya.

Saat Camat Dukuh Pakis  Hari Sulistiyo dikonfirmasi terkait pungutan liar yang dilakukan oleh anak buahnya untuk kepengurusan E-KTP, Kartu Keluarga ( KK ) dan Akte Kelahiran via SMS ke nomer selulernya, hingga saat ini belum memberi kejelasan sampai berita ini dipublikasikan.

Tempat terpisah Inspektorat Kota Surabaya Sigit Sugiharsono diruang kerjanya menjelaskan, kalau PNS katahuan melakukan pungli itu fatal, sangsinya adalah pecat ketika terbukti, nanti kita kroscek pihak Kecamatan dan korbannya.


“Info pungutan liar yang diduga terjadi di Kecamatan Dukuh Pakis, yang melibatkan staf Kecamatan, secepatnya nanti kita kroscek dan pihak yang dikorbankan akan saya panngil untuk mengetahui kronologisnya,” ucap Sigit Sugiharsono Kepala Inspektorat Kota Surabaya.( Ham )        

Posting Komentar

0 Komentar