Bantuan 25 Unit Transplanter Bangkalan Menyisakan Masalah


Holili, sekertaris Fraksi Hanura DPRD 
Bangkalan
BANGKALAN - Distributif transplanter sebagai hak rakyat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat petani bangkalan masih menyisakan polemik dikalangan anggota DPRD Bangkalan,hal itu tercermin dari ungkapan Fraksi Hanura. Hal ini ditegaskan oleh Holili,Selasa,(22/12),Sekertaris fraksi Hanura, terkait bantuan 25 Unit transplanter langsung kepada kepala desa, oleh Dinas Pertanian Dan Perternakan Kabupaten Bangkalan beberapa waktu lalu.

"Pemberian bantuan transplanter mestinya harus adil, tidak perlu ada pembedaan antara daerah satu dengan daerah lainya, perlu diketahui, bantuan 25 unit transplanter diberikan ke 18 kecamatan, masing-masing  1 unit Transplanter di kabupaten bangkalan, sementara selebihnya akan diberikan kepada daerah irigasi produktif seperti Arosbaya,Bourneh,Trageh, Tanah Merah dan kamal.

Bantuan transplanter ke kepala desa itu kurang tepat sasaran. mestinya ke kelompok tani (POKTAN ), bukan ke kepala desa.Mengingat, Poktan eksistensinya tetap dan mengikat di desa,tidak seperti kepala desa yang  secara  sosiologis di desa seringkali terjadi benturan antara klebun lama dan klebun baru sehingga potensi terjadi konflik cukup besar, di samping  potensi penyalahgunaan wewenang juga  sangat besar apalagi jika terjadi pergantian kepala desa. Di pihak lain juga tidak perlu dengan poktan yang berbadan hukum,mana ada poktan yang berbadan hukum dikabupaten bangkalan dan jika kemudian bantuan itu diberikan ke poktan tolong juga data-datanya. kami jangan di persulit. Tandasnya.

Menurutnya pula,kedepan kalau  bangkalan hendak maju dan sejahtera,pola lama dalam pendistribusian bantuan harus lebih mengedepankan asas keadilan,bukan bantuan yang terkesan dipilih-pilih, kalau tidak demikian daerah yang maju akan terus maju sedangkan yang tertinggal akan tetap tertinggal,itu kurang fair.

Di pihak lain,kepala dinas pertanian dan peternakan kabupaten bangkalan, juga harus punya sikap tegas dalam mengambil kebijakan.sebab berdasarkan informasi yang ada, Abdul Razak, kepala dinas pertanian dan peternakan, terpengaruh oleh pihak-pihak yang hanya memanfaatkan keadaan,"ungkap politisi Hanura itu. (Eko)
Lebih baru Lebih lama
Advertisement