Bantuan BOS Sekolah SD, SMP dan SMA Pamekasan Macet

PAMEKASAN - Nasib ratusan dari sekolah SD, SMP dan SMA Kabupaten Pamekasan mengalami nasib nelangsa.Hal itu terjadi disebabkan sudah 2 bulan ini BOS (Bantuan Operasional Sekolah) tidak keluar hal ini dibenarkan oleh beberapa kepala sekolah, diantaranya Drs. Mustafa, M.Pd., Kasek SDN Jalmak, Ketua MKKS SMPN dan Sasta Drs. Udik, M.Si.  menjelaskan kepada penulis bahwa sudah 2 bulan ini pihaknya tidak menerima BOS (Biaya Operasional Sekolah), padahal biaya tersebut sangatlah diperlukan dalam operasional sehari-harinya. 

Diantaranya untuk memberi honor pada para guru dan karyawan lainnya. Serta keperluan lainnya, sehingga untuk operasional sehari-harinya mereka terpaksa hutang kesana-kemari. Dan untuk menutupi hutang tersebut mereka terpaksa gali lubang tutup lubang.Ujar KUPDT Cabang Dinas Kecamatan Proppo Drs. Sutrisno, M.Pd.

Di wilayah Kabupaten Pamekasan yang terdiri dari 13 Kecamatan dan memiliki ratusan lembaga pendidikan, bahkan ribuan kini nasib mereka sungguh mengenaskan sebab mereka untuk makan terpaksa utang dan nanti akan dibayar setelah BOS keluar. Selain keadaan BOS yang belum cair, sebelumnya di tahun 2015 BOS juga pernah mengalami kendala selama ± 3 bulan, yakni pada bulan Oktober, Nopember, dan Desember 2015 juga pernah macet, akhir pada bulan Desember akhirnya baru cair. Hal itu jelas menghambat keadaan keuangan sekolahan, jangan-jangan keuangan selama 3 bulan itu depositokan oleh salah satu pejabat Ujar para guru yang enggan disebut namanya.

Selain BOS di Dinas pendidikan yang macet, di kemenagpun ada kemacetan pula yakni di hal sertifikasi dimana pada salah satu SMPN di Palengaan telah terjadi kemacetan sertifikasi yang mana di sekolahan tersebut ada salah satu kepala sekolahnya sudah 8 bulan tidak menerima sertifikasi, padahal menurut Kakanwil Kemenag Jatim tatkala berkunjung di Pemekasan, menjelaskan bahwa uang sertifikasi yang ada di Kanwil sudah bisa dicairkan. 

Namun menurut Drs. Juhaidi, M.Si. kepada Kemenag Kabupaten Pameakasan menjelaskan pada penulis, bahwa uang sertifikasi tersebut memang sudah ada yakni ada di Kanwil kamenag Jatim, namun dalam hal pencairannya perlu proses yaitu data-data yang ada perlu diteliti kembali ujarnya, dan hal itu perlu waktu, jadi dalam hal ini diharapkan oleh Juhaidi untuk bersabar diri.

Menurut Drs. Tarsun, M.Si. Kadis DINDIK Kabupaten Pamekasan bahwa masalah BOS sudah ditangani oleh pihak pusat, dalam hal tersebut pihak dinas Kabupaten tidak punya hak. Menurut Kabid TK/SD Prama Jaya bahwa hal BOS sudah beres semua jadi tidak usah dipermasalahkan.Hal itu sudah diatur oleh pihak pusat ujarnya pada penulis. (Ris)
Lebih baru Lebih lama
Advertisement