Perum Bulog Berharap Tunggakan Raskin Rp. 4,75 Miliar Dibayar

Surabaya Newsweek- Beras untuk masyarakat Miskin (Raskin ) untuk warga Surabaya yang saat ini, digratiskan oleh Pemkot Surabaya, menuai pertanyaan publik, pasalnya Perusahaan Umum Badan Umum Logistik ( Perum Bulog ) menjelaskan, bahwa Pemkot sampai bulan April, belum melakukan pembayaran sejak awal tahun 2016 sebesar Rp.4,75 Miliar.

Informasi yang dihimpun dilapangan Kepala Divre Bulog Jatim, Witono menjelaskan,” Saya belum tahu kalau raskin untuk Surabaya itu dibayar APBD, tapi setelah saya tanyakan ke Subdivre memang digratiskan, tapi sudah empat bulan ini belum bayar. Nilainya itu miliaran dan sampai sekarang raskin masih tetap disalurkan tapi pembayarannya belum jelas. Katanya tunggu Peraturan Walikota ( Perwali ) Surabaya,” keluhnya.

Ia berharap, untuk pembayaran tunggakan raskin yang ditanggung Pemkot Surabaya bisa segera diselesaikan.

“Kami beli gabah dan beras petani itu pinjam dari bank pemerintah dengan bunga komersil. Kalau sekarang ada tunggakan pembayaran (dari APBD Pemkot Surabaya) kami bisa rugi dong,” katanya.

Sedangkan untuk alokasi raskin bagi warga Kota Surabaya yakni untuk 65.991 RTSPM (rumah tangga sasaran penerima manfaat). Untuk tiap RTSPM mendapatkan alokasi raskin sebanyak 15 kg. artinya per bulan alokasi raskin yang disalurkan mencapai 989.865 kg.

Jika dihitung sesuai biaya tebus raskin sebesar Rp 1.600 per kg, maka biaya yang ditanggung Pemkot Surabaya tiap bulannya mencapai Rp 1,58 miliar.

Dengan alokasi penyaluran Januari hingga April biaya yang ditanggung Pemkot Surabaya mencapai Rp 6,3 miliar. Namun penyaluran raskin empat bulan tersebut masih sebanyak 75 persen sehingga dana yang seharusnya dibayarkan saat ini mencapai Rp 4,75 miliar.

Dengan menggratiskan raskin bagi warga Kota Surabaya, maka perhitungan per tahun dari beban APBD Kota Surabaya mencapai Rp 19 miliar. Di Jawa Timur penerima raskin secara keseluruhan berjumlah 2.857.469 RTSPM yang besarnya mencapai 42.862 ton per bulan telah tersebar di 8.506 titik distribusi.

Lain halnya dengan Kepala Bapemas kota Surabaya, Nanis Chairani Pemkot Surabaya, ketika dikonfirmasi via Telpon mengatakan:” Pemkot belum melakukan pembayaran mulai bulan Pebruari – April , dan itu kami hanya menunggu Perwalinya selesai , kalau payung hukumnya belum ada , kami tidak berani membayar,”ujarnya.


Masih Nanis, kalau masalah uangnya itu sudah ada mas, tinggal nunggu perwalinya saja, mungkin bulan ini ( April – Red )  ini sudah kelar, dan secepatnya nanti kita bayar tunggakan raskin di Perum Bulog,” tambahnya. ( Ham ) 
Lebih baru Lebih lama
Advertisement