SMKN3 Kota Probolinggo Tingkatkan Kemampuan Siswa Melalui Program Penyelarasan Kurikulum Sekolah dan Kurikulum Industri

PROBOLINGGO - Berbagai terobosan dan inovasi lembaga pendidikan dalam menyiapkan siswa berpotensi, secara masif terus dilakukan termasuk menyiapkan putra putri lulusannya menjadi sosok yang siap terjuan khususnya di dunia industri.

Hal ini seperti disampaikan Kepala Sekolah Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN 3) kota Probolinggo, Atim Sucianah M.Pd saat ditemui diruang kerjanya. Menurutnya sudah menjadi kewajiban dari pihak sekolah untuk memberikan sesuatu yang terbaik bagi anak didik terlebih mencetak lulusan yang berkualitas "Melalui Link and Match yakni mengembangkan kemitraan dengan berbagai industri besar dalam rangka pelaksanaan kurikulum merdeka atau penyelarasan kurikulum antara sekolah dan dunia industri."ujarnya.

Lebih lanjut, KS Atim Sucianah menambahkan bahwa Industri yang bermitra dengan SMKN 3 Probolinggo ada 114 industri yang meliputi berbagai industri di wilayah Jawa Timur khususnya di kawasan Probolinggo yang bisa melayani pendidikan vokasi 5 bidang jurusan yang ada di SMKN3 diantaranya program keahlian kuliner, Tata Busana, Kecantikan, Perhotelan dan program Desain Komunikasi Visual.

Sedangkan kerjasama atau Link and Match dengan beberapa industri meliputi Hotel Jiwa Jawa, Paseban sena hotel dan resto, Hotel Midtown Residence Surabaya, Hotel Grand dafam Surabaya, Hotel Grand darmo Surabaya, Hotel Bromo park, PT Eratex Djaja Probolinggo, PT Trans Utama Garment Probolinggo, Ascan Academy Surabaya, Amalia beauty dan salon probolinggoOgi Colletive Studio Raja Advertising.

Secara teknis sinkronisasi kurikulum yang dilakukan dilakukan berkala. Dapat menjadikan materi yang diajarkan pada siswa vokasi dapat match dengan kebutuhan industri di lapangan. Selanjutnya, pihak industri harus memberikan guru atau dosen tamu dari industri yang memiliki tugas untuk memberikan pengajaran nyata pada siswa/ pendidikan vokasi. Kemudian pihak industri dan pihak pendidikan vokasi merancang bersama mengenai pemberian magang kepada siswa SMK dan  vokasi. Yang tak kalah menariknya yaitu adanya komitmen dari pihak industri untuk menyerap lulusan sekolah vokasi.

"Harapan nya dengan ada link and macht ini adalah kurikulum di sekolah bisa sesuai dengan kebutuhan dunia kerja sehingga lulusan bisa terserap langsung di dunia kerja, Siswa terasah secara hard skill, soft skill dan berbudaya kerja sehingga sekolah bisa mencetak lulusan yang sesuai dengan tuntutan industri."pungkas KS SMKN 3 kota Probolinggo. (suh)

Lebih baru Lebih lama
Advertisement