Gelar Transisi Pembelajaran PAUD ke SD, Pemkot Surabaya Kolaborasi dengan Kidzania

 


 


Surabaya-Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) berkolaborasi bersama Kidzania Surabaya menggelar praktik belajar yang menyenangkan untuk PAUD. Praktik belajar ini adalah bagian dari upaya Bunda PAUD Kota Surabaya menjalankan gerakan transisi PAUD ke SD/Mi yang menyenangkan. 

 

Bunda PAUD Kota Surabaya Rini Indriyani mengatakan, transisi pembelajaran menyenangkan dari PAUD ke SD yang menyenangkan itu bisa dilakukan dengan praktik secara langsung. Misalnya, seperti di Kidzania kali ini, sedikitnya ada 500 anak yang dikenalkan berbagai wahana profesi saat acara Festival Bermain Bunda PAUD di Grand Sungkono Lagoon, Jumat (1/9/2023).

 

"Mereka (anak-anak) tidak dituntut untuk bagaimana bisa berhitung, bisa membaca, tidak. PAUD itu, yang penting mereka berani untuk tampil, percaya diri, itu sudah luar biasa, seperti ketika masuk ke dalam Kidzania ini, mereka belajar bertanggung jawab, dan memilih profesi yang diinginkan,” kata Rini. 

 

Menurut Rini, wahana profesi yang dikemas dengan permainan anak ini membuat anak-anak berani dalam menentukan pilihan, sehingga mereka bisa bebas dalam berkreasi. Tentunya, hal itu sejalan dengan tujuan Pemkot Surabaya dalam mendukung gerakan transisi PAUD ke SD yang menenangkan. 

 

Gerakan transisi PAUD ke SD yang menyenangkan yakni menghilangkan tes baca, tulis, dan menghitung (Calistung) dari proses penerimaan peserta didik baru pada pendidikan SD/Mi. Selain itu, menerapkan masa perkenalan bagi peserta didik baru selama dua minggu pertama, dan menerapkan pembelajaran yang membangun enam kemampuan fondasi anak secara berkelanjutan dari PAUD hingga kelas dua SD/Mi. 

 

Rini ingin, pembentukan karakter pada anak di Kota Surabaya ke depannya tidak hanya dari segi akademik saja. Akan tetapi, anak-anak di Kota Surabaya diharapkan bisa dikenalkan berbagai profesi dengan cara praktik dan pembelajaran secara langsung. 

 

“Kadang kan orang tua mengejar akademiknya saja, kalau nilai anaknya jelek, malah dimarahin. Nah, bagaimana karakter anak itu bisa dibentuk? Salah satunya dengan media seperti ini,” ujar Rini. 

 

Di samping itu, Direktur Utama Kidzania Tarno menyampaikan dukungannya kepada Pemkot Surabaya dalam memberikan pembelajaran yang menyenangkan bagi anak. Ia berharap, kolaborasi pembelajaran seperti ini dapat dilakukan pada setiap periode tertentu.

 

“Kami akan terus menawarkan program kami, yakni dengan wahana yang menggunakan metode-metode pembelajaran kekinian. Artinya metode pembelajaran yang sudah disesuaikan dari tahun ke tahun, tak lupa kami juga mendapat masukan dari guru-guru dalam mengembangkan pembelajaran di Kidzania,” pungkas Tarno. (Ham)

 

Lebih baru Lebih lama
Advertisement