Pemkot Surabaya Siap Libatkan Penjahit Lokal untuk Produksi Kerudung ASN



Surabaya-Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya membuka peluang pelibatan penjahit lokal dan pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dalam produksi kerudung Aparatur Sipil Negara (ASN). Langkah ini sejalan dengan arahan Presiden RI Prabowo Subianto terkait penggunaan produk lokal untuk memperluas pasar UMKM.

Hal tersebut disampaikan Asisten III Bidang Administrasi Umum Pemkot Surabaya, Anna Fajriatin, saat hadir mewakili Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, dalam acara pembagian Tabungan Hari Raya Koperasi Sumber Mulia Barokah (SMB). Acara tersebut berlangsung di Graha Sawunggaling, Gedung Pemkot Surabaya, Sabtu (14/2/2026).

Anna menuturkan, pengembangan program padat karya, khususnya menjahit, dapat diperluas melalui kolaborasi bersama UMKM dan Padat Karya. "Padat Karya salah satunya ada di menjahit ini, dan juga melalui Koperasi SMB. Sekali lagi kami mengucapkan terima kasih kepada Koperasi SMB karena telah mengawal penuh," ujar Anna.

Menurut dia, Pemkot Surabaya perlu menciptakan permintaan atau demand yang jelas agar produk UMKM memiliki pangsa pasar yang jelas. "Kalau kita (Pemkot Surabaya) kan harus mencari demand, siapa yang akan membeli," katanya.

Anna kemudian menyinggung potensi kebutuhan kerudung bagi ASN perempuan di lingkungan Pemkot Surabaya. "Nah, mungkin itu bisa dengan dikreasikan sedikit simbol atau tanda bahwa itu adalah ASN Kota Surabaya," tuturnya.

Ia menilai kebutuhan tersebut dapat menjadi peluang pasar baru bagi penjahit lokal seperti yang bernaung di bawah binaan Koperasi SMB. "Ini juga pangsa pasar yang mungkin bisa disegerakan. Nah, nanti ini juga bisa menjadi order ke depannya," terangnya.

Sementara itu, Ketua Koperasi SMB Surabaya, Uci Fatimatuzzahro, menjelaskan, kegiatan ini merupakan pembagian tabungan hari raya bagi penjahit padat karya di bawah pembinaan Koperasi SMB.

"Jadi dari hasil dia ongkos jahit itu disisihkan berapa, itu ditabung. Uang itu ditabung di kantor (Koperasi SMB), dan dibagikan menjelang hari raya, tanpa admin, tanpa potongan," ujar Ning Uci, sapaan lekatnya.

Dari 111 penjahit, Ning Uci menyebutkan bahwa ada sebanyak 45 orang yang tercatat aktif menabung di Koperasi SMB. Total tabungan yang dibagikan pada tahun ini pun mencapai lebih dari Rp50 juta. "Jumlah total tabungan yang dibagikan Rp50.481.000. Jadi, dari 111 penjahit, yang aktif menabung ada 45, hampir 50 persennya," katanya.

Menanggapi permintaan produksi kerudung untuk ASN Pemkot Surabaya, Ning Uci menegaskan bahwa hal itu tentu merupakan peluang bagi para penjahit lokal. "Itu peluang bagi kita. Jadi kita siap, kalau kita nggak bisa tentu kita akan belajar," pungkasnya. (Ham)






Lebih baru Lebih lama
Advertisement