Pemerintah
Kota (Pemkot) Surabaya mengajak masyarakat untuk menikmati kemeriahan Hari Jadi
Kota Surabaya (HJKS) ke-733. Sepanjang April hingga Juni 2026, Kota Pahlawan
akan menjadi panggung berbagai atraksi mulai dari festival budaya, sport
tourism, wisata malam, hingga geliat ekonomi kreatif yang dirancang untuk
menghadirkan pengalaman baru bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.
Perayaan HJKS
2026 juga menjadi momentum bagi Kota Surabaya untuk memperkuat posisinya
sebagai destinasi wisata berbasis event di tingkat nasional. Penguatan tersebut
ditandai dengan masuknya dua agenda unggulan, Festival Rujak Uleg
(Rujak-Phoria) dan Surabaya Vaganza (Festival of Lights), ke dalam Kharisma
Event Nusantara (KEN) 2026.
Wali Kota
Surabaya, Eri Cahyadi, mengatakan capaian tersebut menjadi peluang besar untuk
memperkenalkan identitas dan daya tarik Kota Pahlawan kepada wisatawan yang
datang dari berbagai daerah maupun luar negeri.
"Alhamdulillah,
dua event HJKS masuk KEN. Ini menjadi kekuatan baru bagi Surabaya untuk menarik
wisatawan dan memperkuat identitas Kota Surabaya," ujar Wali Kota Eri,
Kamis (7/5/2026).
Tahun ini,
konsep wisata malam menjadi salah satu daya tarik utama HJKS ke-733. Seluruh
rangkaian kegiatan dirancang berlangsung pada malam hari agar wisatawan dapat
menikmati suasana Surabaya dengan lebih nyaman sekaligus merasakan atmosfer
perayaan yang berbeda. "Kita sengaja gelar malam hari, supaya masyarakat
lebih nyaman dan bisa menikmati suasana yang berbeda," imbuhnya.
Tidak hanya
itu, Surabaya Vaganza juga akan tampil dengan konsep baru melalui perpaduan
instalasi bunga dan permainan cahaya. Konsep tersebut diharapkan mampu
menghadirkan pengalaman visual lebih atraktif dan berkelas bagi para wisatawan.
"Vaganza
tahun ini tampil berbeda. Selain dimeriahkan dengan berbagai instalasi bunga,
juga dipadukan dengan permainan lampu, sehingga menghadirkan daya tarik yang
lebih kuat dan pengalaman baru bagi pengunjung," jelasnya.
Untuk
mendukung kenyamanan wisatawan, Pemkot Surabaya turut membangun kolaborasi
dengan hotel dan agen perjalanan. Melalui kerja sama tersebut, wisatawan yang
menginap di hotel mitra dapat memperoleh paket bundling termasuk tiket event
unggulan HJKS 2026.
Rangkaian
HJKS 2026 berlangsung sepanjang April hingga Juni dengan menghadirkan beragam
agenda yang mengintegrasikan pelayanan publik, olahraga, budaya, hingga
festival ekonomi kreatif. Perayaan diawali dengan program pembebasan denda
Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) yang berlaku hingga akhir Mei 2026 sebagai bentuk
stimulus sekaligus pelayanan kepada masyarakat.
Selanjutnya,
Pemkot Surabaya menghadirkan sejumlah agenda berskala kota seperti Surabaya
Industrial & Labour Festival serta Piala Wali Kota yang melibatkan 40
cabang olahraga. Aktivasi suasana perayaan juga dilakukan melalui pemasangan
umbul-umbul di berbagai titik kota dan layanan kesehatan terintegrasi untuk
masyarakat.
Berbagai
agenda hiburan dan ekonomi turut memeriahkan HJKS 2026. Di antaranya Surabaya
Shopping Festival (SSF) yang digelar di 19 pusat perbelanjaan, JConnect Zone,
pertandingan liga profesional di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), hingga
Surabaya Tourism Award.
Ragam
kegiatan tematik lainnya juga disiapkan untuk memperkaya atmosfer perayaan,
mulai dari Hospital Expo, Maritim Fest di kawasan pesisir, hingga agenda budaya
berupa Ruwatan Kota di kawasan Tugu Pahlawan.
Menjelang
akhir Mei, Festival Tepi Pantai di THP Kenjeran akan menghadirkan perpaduan
olahraga dan seni dalam satu rangkaian acara. Adapun puncak perayaan bulan Mei
ditutup melalui Resepsi HJKS di Taman Surya dengan dimeriahkan festival remo
dan pemberian penghargaan kepada warga berprestasi.
Memasuki Juni
2026, rangkaian kegiatan berlanjut melalui pameran lintas museum, event
otomotif Off-Road RC, hingga peresmian sejumlah fasilitas publik. Puncak
perayaan HJKS dijadwalkan berlangsung pada 20 Juni 2026 yang sekaligus menjadi
momentum peluncuran kembali Hi-Tech Mall dan dimeriahkan penampilan grup musik
Wali Band.
Pelaksana
Tugas (Plt) Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata
(Disbudporapar) Surabaya, Herry Purwadi, menegaskan perayaan tahun ini
diarahkan sebagai strategi besar dalam memperkuat city branding. Konsep yang
diusung menegaskan Surabaya sebagai kota yang bersatu dalam keberagaman serta
kokoh layaknya burung Garuda.
Herry
menuturkan bahwa inovasi ini turut diperkuat melalui kolaborasi dengan Bank
Jatim, di antaranya melalui program Surabaya Sightseeing and City Tour (SSCT)
Traktiran setiap Jumat, serta promo tiket masuk destinasi wisata seharga Rp733
selama akhir pekan dan hari libur sepanjang Mei.
Program promo
tiker masuk wisata ini mencakup sejumlah destinasi unggulan, seperti Taman
Hiburan Pantai (THP) Kenjeran, Museum 10 November, Wisata Perahu Kalimas,
hingga Kebun Raya Mangrove (KRM).
Untuk
memudahkan akses, masyarakat dapat melakukan pembelian tiket secara daring
melalui laman resmi tiketwisata.surabaya.go.id. Sementara itu, untuk destinasi
seperti Kebun Raya Mangrove, pembelian tiket juga dapat dilakukan langsung di
lokasi (on the spot) dengan kuota terbatas.
Dari sisi
ekonomi, HJKS ke-733 ditargetkan mampu mendorong perputaran ekonomi khususnya
di sektor pariwisata dan budaya. Dampak lanjutan yang diharapkan antara lain
peningkatan okupansi hotel serta lonjakan kunjungan wisatawan. Pemkot Surabaya
juga menyediakan ruang khusus bagi UMKM dalam event-event besar agar manfaat
ekonomi dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
"Untuk
memperluas jangkauan promosi dan aksesibilitas, kolaborasi strategis dijalin
bersama Grab, Bluebird Group, serta Kereta Api Indonesia. Seluruh agenda dapat
diakses melalui kanal resmi Pemkot Surabaya, memperkuat integrasi informasi
bagi wisatawan," terang Herry.
Sementara
itu, Kepala Bidang Pariwisata Disbudporapar Surabaya, Farah Andita Ramdhani,
menilai potensi peningkatan kunjungan wisatawan pada Mei 2026 cukup besar.
Optimisme tersebut didorong padatnya rangkaian agenda HJKS, kehadiran dua event
berlabel KEN, serta momentum libur panjang.
"Sebagai
perbandingan, pada Mei 2025 lalu tercatat kenaikan kunjungan ke destinasi
wisata sebesar 12,5 persen serta peningkatan okupansi hotel sebesar 4 persen
dibandingkan bulan sebelumnya," kata Farah.
Menurut dia,
pendekatan penyelenggaraan HJKS yang semakin terintegrasi dan inovatif, menjadi
bagian dari upaya memperkuat citra Surabaya sebagai kota modern yang adaptif,
kreatif, dan kompetitif di sektor pariwisata berbasis event.
"Dengan pendekatan yang semakin terintegrasi, kami berharap perayaan HJKS tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi berkembang sebagai event berskala nasional hingga internasional," pungkasnya. (ADV)






