Lapak Baca SIMORA (Simo Read Aloud) dan Kampoeng Dolanan Kolaborasi, Kenalkan Permainan Tradisional kepada Anak-Anak

Lurah Simo Mulyo Baru Fahrizal Firmansyah S.Sos. memberikan sambutan.

SURABAYA - Lapak Baca SIMORA berkolaborasi dengan Kampoeng Dolanan menggelar kegiatan Maca & Dolanan Bareng (MABAR) untuk mengenalkan berbagai permainan tradisional Nusantara kepada anak-anak. Kegiatan tersebut berlangsung di lingkungan RT 05 RW 04, Simomulyo Baru, Surabaya, Sabtu (10/10/2026).

 

Acara dibuka oleh Ketua RT 05 RW 04 Simomulyo Baru, Ariyanto. Dalam sambutannya, ia berharap kegiatan Lapak Baca SIMORA dapat terus berlanjut dan para penggeraknya tetap bersemangat. “Alhamdulillah, yang hadir kira-kira 80 persen,” ujar Ariyanto.

 

Ketua Lapak Baca SIMORA, Wasilatul Ummah (Kak Ila), menyampaikan bahwa kegiatan tersebut telah mendapatkan izin dari Ketua RT. Setempat, Ketua RW 04, Sumargono, juga telah mengetahui kegiatan tersebut, meskipun belum dapat hadir karena memiliki agenda lain.

 

Lurah Dukung Pelestarian Permainan Tradisional

 

Sambutan berikutnya disampaikan oleh Lurah Simo Mulyo Baru, Fahrizal Firmansyah, S.Sos., yang akrab disapa Pak Rizal. Ia berharap kegiatan ini dapat terus dikembangkan melalui kerja sama antara pengurus RT, Kader Surabaya Hebat (KSH), Lapak Baca SIMORA, dan Kampoeng Dolanan.

 

Menurutnya, pengenalan permainan tradisional membutuhkan tempat yang memadai agar anak-anak dapat mengenal sekaligus mempraktikkannya secara langsung.

 

Ia menyebut sejumlah permainan tradisional, seperti engklek, gobak sodor, dan patok lele, yang dahulu akrab dimainkan oleh anak-anak.

 

“Terima kasih kepada Pak RT yang telah memberikan dukungan dan memfasilitasi kegiatan ini. Saya berharap kegiatan ini bisa berkelanjutan agar semangat teman-teman SIMORA tetap terjaga,” ujar Rizal.

 

Ketua RT 05. RW 04 Ariyanto mengamati anak anak dari lapak baca SIMORA (Simo Real Aloud) dan kampoeng Dolanan. 

Read Aloud dan Permainan Tradisional Meriahkan Acara

 

Setelah sambutan, acara dilanjutkan oleh Hulwa selaku pembawa acara (MC). Anak-anak kemudian diajak menyimak kegiatan read aloud yang dibawakan oleh Kak Alin dengan judul buku Hadiah Istimewa untuk Putri.

 

Kak Alin membacakan cerita sambil memperlihatkan ilustrasi dalam buku. Anak-anak tampak antusias menyimak cerita tersebut. Mereka juga aktif menjawab pertanyaan mengenai gambar-gambar yang ditunjukkan oleh Kak Alin.

 

Suasana semakin meriah ketika Ketua Kampoeng Dolanan Mustofa (Cak Mus), memberikan arahan kepada anak-anak untuk mengikuti kegiatan bermain bersama. Mereka kemudian berbaris menuju area permainan yang telah disiapkan.

 

Berbagai permainan tradisional, seperti engklek, lompat tali, dan egrang, menjadi daya tarik tersendiri. Anak-anak tampak ceria saat mencoba permainan yang mungkin belum pernah mereka mainkan sebelumnya.

 

Kolaborasi ini menjadi kesempatan bagi anak-anak untuk mengenal kembali permainan tradisional yang sarat nilai kebersamaan, ketangkasan, dan interaksi sosial.

 

Ketua RT 05. RW 04 Ariyanto mengamati anak anak dari lapak baca SIMORA (Simo Real Aloud) dan kampoeng Dolanan. 

Lurah Siap Menambah Koleksi Buku

 

Di sela-sela kegiatan, Media Soerabaia Newsweek berkesempatan berbincang dengan Lurah Simomulyo Baru, Fahrizal Firmansyah, mengenai dukungannya terhadap perkembangan Lapak Baca SIMORA.

 

Ketika ditanya mengenai kemungkinan bantuan buku bacaan atau dukungan lain untuk mengembangkan lapak baca, Rizal menyampaikan kesediaannya untuk memberikan buku-buku kepada SIMORA.

 

“Saya pribadi nanti akan memberikan buku-buku itu kepada Lapak Baca SIMORA. Suatu saat saya juga akan datang ketika lapak baca ini sedang ada kegiatan bersama anak-anak di RT 05 RW 04 Simomulyo Baru,” ujarnya.

 

Dukungan tersebut diharapkan dapat memperkaya bahan bacaan sekaligus meningkatkan minat baca anak-anak di lingkungan setempat.

 


Berawal dari Pertemuan di Acara Semarak Budaya 2026

 

Ketua Lapak Baca SIMORA, Kak Ila, menjelaskan bahwa kolaborasi dengan Kampoeng Dolanan berawal dari ketertarikan mereka terhadap kegiatan pelestarian budaya.

 

“Kebetulan, dua minggu sebelum kami sepakat berkolaborasi, buku cerita yang kami bacakan untuk adik-adik di lapak baca bertema permainan tradisional. Lalu, saat tidak sengaja melihat Instagram Kampoeng Dolanan, ternyata mereka juga memiliki program BUDAYA.IN dalam rangka memperingati Hari Kebudayaan Nasional pada Oktober ini,” tutur Wasilatul kepada Media Soerabaia Newsweek.

 

Ia mengaku sempat kecewa karena jadwal kegiatan pada akhir pekan yang diinginkan ternyata sudah penuh. Namun, pihak Kampoeng Dolanan kemudian menghubungi kembali dan menawarkan tanggal 10 Oktober 2026.

 

“Akhirnya kami sepakati meskipun persiapannya sangat mepet. Atas izin Ketua RT dan bantuan banyak pihak, alhamdulillah acara MABAR bisa terealisasi,” ungkapnya.

 

Wasilatul Ummah menambahkan, perkenalan mereka dengan Kampoeng Dolanan bermula saat menghadiri acara Semarak Budaya 2026 yang diselenggarakan Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia di Lagoon Avenue Mall Sungkono. Sejak saat itu, pengurus SIMORA (Simo Read Aloud) mulai mencari tahu lebih jauh mengenai kegiatan Kampoeng Dolanan.

 

Diikuti 56 Peserta, Siapkan Kolaborasi Berikutnya


Menurut Wasilatul, kegiatan tersebut dihadiri 56 orang, terdiri atas 48 peserta anak-anak dan remaja serta 8 peserta dewasa. Kegiatan ini juga didukung enam pengajar Lapak Baca SIMORA, yakni Kak Alin, Kak Shasa, Kak Pipit, Kak Sinta, Kak Zul, dan Kak Ila sendiri.

 

Ia mengatakan, SIMORA telah menyiapkan tiga agenda kolaborasi berikutnya untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih beragam kepada anak-anak. Ketiga calon mitra tersebut adalah Kampung Sayur Oase Songo, Kampung Bakat Sonokwijenan, dan Kampung Nelayan Sukolilo Baru.

 

Dalam jangka panjang, SIMORA juga ingin terus mengembangkan kegiatan kreatif untuk menghidupkan buku dan memperkenalkan buku digital kepada anak-anak. Salah satu rencana yang sedang disiapkan adalah menghadirkan papan Bookflix yang saat ini masih dalam tahap perencanaan.

 

Melalui kegiatan membaca, mendongeng, dan bermain bersama, Lapak Baca SIMORA berharap anak-anak tidak hanya semakin dekat dengan buku, tetapi juga mengenal kekayaan budaya Nusantara melalui pengalaman yang menyenangkan. (Nen)


Lebih baru Lebih lama
Advertisement