Dana Desa Ketegan Tahun 2015 Ratusan Juta Diduga Dimark-up Kades ?

SIDOARJO - Mantan Kades, Ketegan Tanggulangin Sidoarjo Diduga  lakukan mark-up dan Berkonspirasi dengan BPD setempat untuk ‘mengeruk’ dana desa tahun anggaran tahun 2015 berjumlah ratusan juta rupiah dan sulit dipertanggungjawabkan? Pasalnya, laporan pengeluaran belanja desa tahun 2015 tidak ada catatan dari BPD (Badan Perwakilan Desa) sebagai lembaga pengawas desa yang ditunjuk oleh warga. Dari data yang berhasil dihimpun oleh Soerabaia Newsweek menyebutkan dana ratusan juta, diduga menjadi ‘bancakan’ oknum yang tidak bertanggung jawab dengan berbagai dalih proyek di antaranya; Pavingisasi sebesar Rp 150 juta, Gapura Selamat datang Rp 47,7 juta, Sawah konstruksi irigasi senilai Rp 34,4 juta, dan lain-lain berjumlah ratusan juta rupiah.

Menurut sumber mengungkapkan, bahwa dana pavingisasi sebesar Rp 150 juta adalah tidak layak karena kwalitasnya di bawah standard yang telah ditentukan, sehingga paving yang semestinya dapat bertahan hingga berumur tahunan. Namun, dalam kenyataannya paving yang dipasang hanya mampu bertahan seumur jagung atau dalam hitungan bulan saja sudah mengalami patah-patah, ucapnya dengan nada kesal. “Padahal, kondisi jalan yang dipasang paving tersebut tidak pernah kena banjir atau sering dilewati truk bermuatan lebih,” cetusnya. 

Dia juga menyatakan, dana pembangunan Gapura Selamat Datang yang dianggarkan sebesar Rp 47,7 juta adalah terlalu besar biayanya. Sebab beberapa pengusaha konstruksi yang dimintai pendapatnya terkait dana yang digunakan tersebut dinilai terlalu besar dan tidak nyampek Rp 25 juta, sudah termasuk keuntungan pengusahanya, ujarnya wanti-wanti tidak disebutkan jati dirinya. Ia menambahkan, dana pembangunan sawah konstruksi irigasi di tempatkan dimana lokasinya proyeknya, karena banyak warga yang tidak tahu proyek itu. Ia juga menyangsikan, bahwa proyek pembangunan sawah konstruksi irigasi hanya ‘abal-abal’ saja dan tidak ada fisiknya.

Sementara itu, Mat Pe’I, Lurah Ketegan baru yang dihubungi untuk konfirmasi terkait di kantornya menegaskan, “ Saya menjabat sebagai Lurah pada tahun 2016, dan tidak tahu-menahu terkait proyek- proyek tersebut. Meskipun, saya sendiri juga menjabat sebagai pamong di desa ini pada tahun tersebut, saya tidak dilibatkan oleh Lurah dulu,” kata Mat Pe’i. Lurah baru ini menuturkan, sebenarnya tahun 2016, desa kami (Ketegan, red.) akan mendapatkan dana ratusan juta rupiah untuk pembangunan, tapi karena pengucuran dana tersebut waktunya mepet dengan tahun anggaran yang akan berakhir Desember 2016. Maka, dana yang akan diterima dikembalikan lagi dan akan diajukan kembali dalam PAK (perubahan anggaran keuangan) tahun 2017, ujar Pe’i.

Pada bagian lainnya, Diana, mantan Lurah Ketegan dan Fatkurahman, Ketua BPD yang dihubungi per telepon, Rabu,(5/4) beberapa kali terdapat nada sambung pada ponselnya. Namun, ponsel keduanya tidak diangkat oleh yang bersangkutan. Pertanyaan yang diajukan melalui SMS (pertanyaan singkat) Kamis, (6/4) pada kepada Diana, mantan Kades Ketegan dan Fatkurohman, Ketua BPD Desa Ketegan, Kec.Tanggulangin hingga berita ini diturunkan masih belum mendapatkan jawaban dari yang bersangkutan untuk konfirmasi pemberitaan. Mungkinkah dana desa tahun 2015 yang sekitar Rp 1 miliar untuk belanja desa telah dimark-up untuk kepentingan pribadi ?! Waallahu’alam. (b)

Posting Komentar

0 Komentar