Berita Terbaru

Subscribe

Subscribe

Subscribe

Subscribe

Subscribe

Subscribe

TERPOPULER

BATULICIN - Beberapa hari ini Pemerintah Daerah terus melakukan supervisi dan evaluasi ke tiap SKPD dalam rangka ingin mengetahui langsung berbagai permasalahan di semua SKPD itu.

Sekretaris Daerah Kab. Tanbu H. Rooswandi Salem. M.Sos. MM. mengatakan. Melalui evaluasi ini, tim  akan melakukan interaksi langsung ke tiap SKPD. Hingga dapat mengenali lebih jauh permasalahan yang ada di SKPD tersebut.


Menurut dia, tak  sedikit permasalahan itu  bisa terselesaikan jika itu bersentuhan dengan sebuah kebijakan, termasuk didalamnya bersentuhan dengan keuangan.


"Ini akan kita coba evaluasi langsung, dengan harapan segala kendala di SKPD bisa teratasi yang bertujuan dapat meningkatkan pelayanan masyarakat melalui kerja aparatur yang lebih baik, "kata Rooswandi saat menjadi pembina apel Gabungan SKPD Senin (21/10).


Untuk itu tambah dia,  pihak SKPD harus menyiapkan segala data untuk  bahan evaluasi  agar supaya jelas. Diantaranya data nominatif pegawai, data sarana dan prasarana yang di miliki SKPD serta data realisasi capaian program dan kegiatan, maupun data realisasi keuangan.


"Kesiapan data itu akan jadi tolak ukur atau bahan evaluasi. Mumpung penyusunan APBD 2019 belum selesai, kami akan coba merumuskan sebuah kebijakan. Kalau itu memungkinkan kami akan memberikan porsi lebih anggaran guna memenuhi kebutuhan sarana prasarana yang diperlukan,"ungkapnya.


Diketahui, Gebrakan ini terbentuk dalam satu tim dari berbagai SKPD, secara langsung di pimpin Sekretaris Daerah Kab. Tanbu.


Sebagaimana yang  dijadwalkan, langkah ini di mulai dari 3 Kantor setempat yakni Dinas Pelayanan Terpadu Penanaman Modal Satu Pintu (PTPMSP), Satpol PP serta Dinas Keluargaku Berencana Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak (DKBP3A). Hingga berlanjut pada dinas  lain dengan hari yang berbeda.(mc/adv/maiya)

Surabaya NewsWeek- Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) akan menggelar kegiatan Sepeda Nusantara pada Minggu, 28 Oktober 2018 mendatang. Kegiatan ini, merupakan program dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). Ada 70 kota/kabupaten di 31 Provinsi Indonesia yang akan menggelar kegiatan tersebut.



Kepala Bidang Pembinaan Olahraga Dispora Surabaya Arief Setia Purwanto mengatakan acara Sepeda Nusantara merupakan kegiatan bersepeda santai. Kegiatan tersebut digagas oleh Kemenpora. Kegiatan ini, dilaksanakan di berbagai kabupaten/kota di Indonesia. Dengan tujuan untuk mendorong minat masyarakat berolahraga, khususnya menggunakan sepeda.



“Jadi konsepnya sepeda santai. Nanti dari pihak Kemenpora sendiri akan menilai di berbagai daerah terkait penyelenggaraan sepeda nusantara ini. Mungkin dari cara pengemasan atau kemeriahan acara,” kata Arief saat menggelar jumpa pers di Kantor Humas Pemkot Surabaya, Senin, (22/10/18).



Nantinya, kegiatan Sepeda Nusantara etape Surabaya, untuk start dan finish bertempat di Jalan Wijaya Kusuma. Sementara untuk rute, Arief mengaku, dimulai dari Jalan Wijaya Kusuma – Wali Kota Mustajab - Jalan Pemuda - Panglima Sudirman - Urip Sumoharjo – Dr. Soetomo (polisi istimewa) - Indragiri - Mayjend Sungkono - Taman Makam Pahlawan belokke kiri melalui villa bukit mas - Gunung Sari – Kebun Binatang Surabaya (KBS) - Diponegoro - Pasar kembang - Kedungdoro - Praban – Genteng Kali - Ngemplak dan finish di Jalan Wijaya Kusuma. “Acara akan dimulai pada pukul 06.00 WIB. Dengan jarak tempuh sekitar 22 – 25 kilometer,” terangnya.



Kegiatan Sepeda Nusantara di Surabaya, bakal dimeriahkan dengan berbagai acara menarik lain. Seperti senam bersama dan berbagai games menarik. Bahkan, kata Arief, panitia telah menyediakan berbagai hadiah, untuk menarik minat peserta. Seperti dua unit kulkas, 10 voucher wisata, dua unit sepeda motor, dua unit TV LED, tiga unit sepeda MTB dan sebagainya. Ia mengaku telah menggandeng pihak ketiga untuk meramaikan event tersebut.



“Untuk hadiah utama kami menyediakan satu unit mobil. Dan akan dilakukan pengundian pada saat acara. Saat ini, jumlah peserta sudah mencapai sekitar 2000 orang,” jelasnya.



Demi menyukseskan acara tersebut, Dispora telah melakukan rapat koordinasi dengan beberapa jajaran terkait. Diantaranya, Polrestabes Surabaya, Dinas Perhubungan, Satpol-PP, Linmas, dan Dinas Kesehatan. “Nanti dari pihak Polrestabes akan membantu melakukan pengawalan. Dan dari Dinkes akan menyiapkan ambulance secara mobile jika sewaktu-waktu dibutuhkan,” katanya.



Bahkan, di setiap persimpangan jalan, nantinya akan dilakukan penjagaan oleh beberapa petugas dan panitia. Ia berharap masyarakat ikut ambil bagian untuk meramaikan kegiatan tersebut. Menurutnya, event Sepeda Nusantara ini diharapkan benar-benar memberikan efek di tengah masyarakat sebagai bentuk kehadiran Negara untuk mendorong warganya hidup sehat dengan bersepeda.



“Di situ (sepeda nusantara) kita bebas mau pakai sepeda apa saja monggoh. Peserta juga boleh berasal dari luar kota, kami juga tidak membatasi usia peserta. Intinya acara ini untuk berolahraga dan mempererat tali persaudaraan,” kata dia.



Arief menambahkan, masyarakat yang berminat untuk ambil bagian menjadi peserta Sepeda Nusantara, bisa mendapatkan tiket box yang telah disediakan oleh pihak panitia di beberapa lokasi. Diantaranya, Toko Sinar Baru Jalan Walikota Mustajab Surabaya, Toko Rejo Agung Jalan Wijaya Kusuma, Toko Sinar Terang Jalan Gubernur Suryo dan Jalan Jati Sari Pepelegi Waru Sidoarjo. "Dengan harga per tiket sekitar 30 ribu," tambahnya.



Sementara itu, PLT Kepala Bidang Pengawasan dan Pengendalian Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Surabaya Joko Suprianto menyampaikan pihaknya bersama kepolisian akan membantu dalam pengaturan arus lalu lintas. Menurutnya, ada sekitar 40 titik persimpangan jalan yang akan dilalui para peserta. 

“Kami bersama Kepolisian akan membantu pengamanan di 40 titik persimpangan. Untuk menjaga dan mengendalikan arus lalin,” kata Joko.



Sedangkan untuk area parkir, Joko mengungkapkan, Dishub Surabaya telah menyiapkan beberapa titik lokasi parkir peserta. Yakni di Jalan Sedap Malam, Jimerto, dan Wijaya Kusuma. Bahkan jika kurang, Dishub akan menambah titik lokasi parkir kendaraan, di Jalan Slamet Surabaya. 

“Perkiraan mulai pukul 06.00 WIB dan peserta sampai finish sekitar pukul 8 - 9 WIB,” tutupnya. ( Ham )

Surabaya NewsWeek- Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya berupaya menciptakan lingkungan yang sehat bagi anak-anak di sekolah maupun rumah. Hal ini penting dilakukan untuk mencegah sekaligus melindungi anak-anak dari tindak kejahatan yang dilakukan predator anak.

Wali Kota Risma menyampaikan, perlindungan ekstra kepada anak-anak dari predator yang ingin menyakiti fisik dan jasmani mereka sangat penting dan menjadi perhatian utamanya.

“Goalnya, seluruh anak-anak mendapat perlindungan dengan cara menciptakan lingkungan yang sehat,” ujar Risma usai membuka Roadshow Pendidikan Kampunge Arek Suroboyo di Jalan Wisma Kedung Asem, Rungkut pada Sabtu, (20/102018).

Terkait proteksi, Wali Kota Risma telah melakukan tes kesehatan psikis kepada beberapa anak di sekolah-sekolah beberapa waktu lalu. Tujuannya, mengetahui anak-anak yang pernah disakiti fisik maupun jasmaninya. 

Lebih jauh, lanjutnya, memberikan sosialisasi kepada anak-anak akan bahaya orang asing yang sebenarnya ingin mencederai masa depan mereka.  “Kalau tidak di tes psikis akan mengalami trauma dan itu sangat berbahaya,” tuturnya.

Menurutnya, apabila anak-anak yang pernah menjadi korban pelecehan tidak segera ditangani, maka itu akan mempengaruhi saraf ingatan mereka yang terus menerus terekam dalam ingatannya seumur hidup. Bahkan, lanjut dia, anak-anak bisa menjadi pelaku.

“Maka dari itu saya panggil psikolog untuk menghapus memori traumatik yang jelek itu agar, sembuhnya bisa lebih cepat,” papar Wali Kota sarat akan prestasi tersebut.

Upaya lain yang dilakukan Wali Kota perempuan pertama di Surabaya memasang kamera di sekolah-sekolah untuk mencegah aksi predator yang ingin memangsa anak-anak.

“Langkah-langkah ini akan terus kita pantau dan kembangkan di lingkungan sekolah,” sambung Wali Kota Risma.  

Oleh karena itu, Dirinya menegaskan kepada warga untuk tidak sekedar mengedepankan lomba atau awardnya, melainkan lebih meningkatkan kepeduliaan dan perlindungan anak. “Zaman ini sudah berbeda dengan dulu, ada banyak cara merayu anak. Jadi mohon dipantau dan saling memperhatikan satu dengan yang lain,” pesannya.

Ketua RW 5 Wisma Kedung Asem Indah Didik Edy Susilo menambahkan, upaya melindungi anak-anak dari tindak kejahatan, pihaknya melibatkan karang taruna untuk melakukan pengawasan terhadap anak-anak yang bermain gadget saat jam belajar. “Selain itu mengumpulkan anak-anak di balai RW sebagai wadah untuk belajar dan bermain,” imbuh Didik. ( Ham )


Surabaya NewsWeek- Peran santri dalam momentum Perjuangan 10 November 1945 di Surabaya acapkali dilupakan oleh sebagaian besar masyarakat. Padahal sejarah mencatat, para santri turut terlibat dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Pesan ini disampaikan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini usai menghadiri upacara peringatan Hari Santri Nasional di Museum Tugu Pahlawan pada Senin, (22/10/2018).   
“Perjuangan tidak hanya dilakukan oleh beberapa kelompok saja, tapi seluruh warga Surabaya termasuk para santri,” ujar Wali Kota Risma seusai acara yang juga dihadiri Kapolrestabes Surabaya Kombespol Rudi Setiawan, Danrem Bhaskara Jaya 084 serta jajaran pemuka agama.
Wali Kota Risma menyampaikan, kaum santri memiliki peran besar dalam proses berdiri tegaknya NKRI. “Tanpa kiprah kaum santri melalui sikap sosialnya yang moderat (tawassuth), toleran (tasamuh), proporsional (tawazun), lurus (i`tidal) dan wajar (iqtishad), NKRI belum tentu eksis hingga hari ini,” kata Risma saat membaca surat dari Pengurus Besar Nahdlatul Ulama KH. Said Aqil Siroj di sela-sela sambutannya.
Momentum Hari Santri, lanjut Wali Kota Risma, perlu ditransformasikan menjadi gerakan penguatan paham kebangsaan yang bersintesis keagamaan. Pasalnya, Spirit “nasionalisme bagian dari iman” perlu terus digelorakan di tengah arus ideologi fundamentalisme agama yang mempertentangkan Islam dan nasionalisme.
“Islam dan ajarannya tidak bisa dilaksanakan tanpa tanah air. Mencintai agama mustahil tanpa berpijak diatas tanah air, oleh karena itu Islam harus bersanding dengan paham kebangsaan,” ucap Wali Kota sarat akan prestasi itu.
Ke depan, Wali Kota Risma menekankan kepada para santri bahwa mereka adalah bagian penting sejarah perubahan bangsa Indonesia melalui pribadi yang menegakan agama agar mampu mengelola bangsa dan negara. “Tempaan selama di pesantren akan menjadi bagian penting sejarah kalian menjadi pribadi mandiri, berempati dan berkarakter,” pesannya. ( Ham )