Berita Terbaru

Subscribe

Subscribe

Subscribe

Subscribe

Subscribe

Subscribe

TERPOPULER

SURABAYA - Saidah Saleh Syamlan, terdakwa kasus pencemaran nama baik melalui pesan Whatsapp, yang di tujukan kepada PT. Pismatex, menjalani sidang lanjutan di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya tanpa menggunakan rompi tahanan. (17/12)

Bertempat di ruang Sari 1, sidang dengan agenda pemeriksaan saksi fakta tersebut, dipimpin hakim Isjuaedi SH., MH., dan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Roginta Sirait SH.,  dari Kejati Jatim,  sedangkan terdakwa di dampingi oleh kuasa hukumnya. 

Jamal, pemilik (owner) dari PT. Pismatex,  yang menjadi saksi pertama mengatakan, dirinya mengetahui adanya pencemaran nama baik yang dilakukan oleh terdakwa dari Komaruzzaman yang menjabat Kepala Divisi Syariah Bank Exim Indonesia, bahwa ada sms gelap yang dikirim ke Komaruzzaman terkait PT. Pismatex yang sedang mengalami krisis. 

"Saya dikasih tahu sama Komaruzzaman dari bank Exim, kalau dia ada sms gelap masuk, menceritakan perusahaan yang intinya mau bangkrut. Bukan cuma pak Komar, saya juga diberitahu sama Amerita, dari bank BNI, sama juga dikirimi WA yang isinya sama dengan nomer yang belakangnya 800 itu. " papar Jamal

Jamal menambahkan, kedua orang yang dikirimi oleh terdakwa tersebut sama-sama dari bagian kredit. Karena merasa di cemarkan nama baik perusahaannya,  akhirnya Jamal melaporkan ke polisi. Setelah di cek kebenaran pemilik nomer tersebut, ternyata nomer itu milik terdakwa Saidah yang merupakan istri mantan karyawannya sendiri yang sudah pensiun, Azis Hamidan. 
" Setelah di cek, ternyata nomer itu milik terdakwa, istri mantan pegawi saya, Azis,  yang pensiun. Terakhir jadi direktur keuangan saya. " imbuhnya

Saksi kedua, Lukas, wakil direktur utama PT.  Pismatex, menceritakan dirinya mengetahui kasus ini saat bertemu Komaruzzaman di Jakarta. " Komaruzzaman menyampaikan ada sms gelap. Beliau mengkhawatirkan bila sms itu tersebar, bisa mengakibatkan reputasi PT. Pismatex menurun dan hubungan dengan bank bisa buruk. " jelas Lukas

Demikian hal nya dengan saksi berikutnya,  Direktur keuangan PT Pismatex yang baru tersebut juga memberikan keterangan yang sama. Usai persidangan, terdakwa Saidah ketika jumpa pers mengatakan bahwa nomer 6281357805800, memang benar miliknya. Namun nomer tersebut, diakui oleh terdakwa telah hilang. " Itu memang nomer saya, tapi bulan April 2017 sudah hilang. " kata Saidah. 

Untuk diketahui, isi pesan yang dikirim ke Komaruzzaman dan Amerita menyebutkan   " bozz ... piye iku pisma kok tambah ga karu2an ngono siih. Kmrn mitra tenun 100% stop total .. aku di tlp ni mereka, PPT stop juga ... ga ono fiber piye paaak, Posisi saiki mitra podo kosong ... ppt praktis total mandeg greg.. Yo opo pakk". 

Setelah di lakukan pengecekan,  nomor telepon seluler yang dikeluarkan oleh PT. Telkomsel dengan nomor MSISDN 6281357805800 yang teregistrasi atas nama Saidah Saleh Syamlan. Alamat : Jl. Tanjung Torawitan 24 Rt.02 Rw.11 Kel. Perak Barat Kec. Krembangan Kota Surabaya, Indonesia. KTP : 3578156403660002, dan pada tanggal 04 September 2015 nomor tersebut dimigrasikan ke kartu Halo.

Perbuatan terdakwa Saidah, sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 27 ayat (3) jo Pasal 45 ayat (3) UU RI Nomor : 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU RI Nomor : 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. (Ban)
BATULICIN - Tahun 2019 ini kita memasuki  suasana pesta demokrasi, yaitu Pemilihan Presiden dan Pemilihan Legislatif. Sebagaimana edaran yang sudah disampaikan para ASN harus bisa memposisikan diri dengan netral tanpa tergiring dalam politik praktis di suasana demokrasi tersebut.

“Pilihan boleh berbeda tetapi tidak perlu kita ungkapkan di Media Sosial ataupun sikap yang berakibat terganggunya hubungan silaturahmi serta hubungan antar sesama,”kata Sekretaris Daerah H. Rooswandi  Salem. M.Sos.MM  saat menjadi pembina upacara gabungan Senin (17/12) di halaman kantor Bupati.

Meski demikian tambahnya, agar seluruh ASN untuk bisa mengontrol diri disaat bermedsos, kerena ini dianggap berbahaya bagi karier ASN.“Selain sangsi jelas bagi ASN yang berpolitik praktis,  sekarang ada Undang Undang IT maka jelas sangsi dan hukumannya jika kita tidak bisa memanfaatkan Medsos  dengan cara  bijak,”jelasnya.

Disampaikannya, sebagai ASN  diharapkan mencerminkan diri kembali tentang kapasitas aparatur yang sejatinya adalah mengutamakan pelayanan kepada masyarakat. Tentunya lanjut Rooswandi, hidup di karier sebagai ASN relatief  masih panjang, sementara masa aturan jabatan Presiden dan Anggota Legislatif dibatasi  hanya 5 tahun.

“Jangan sampai gara gara itu kita bermusuhan dan silaturahmi terputus   bagaimana nanti kita mempertanggung jawabkan di akhirat. Dengan itu kita harus berpikir bijak dan boleh saja pendapat berbeda yang penting jangan sampai mengganggu keharmonisan sesama ummat manusia, ”pungkasnya.

Sementara itu, ditengah pelaksanaan upacara gabungan tersebut Sekda Tanbu memberikan penyerahan reward  dari Pemkab Tanah Bumbu kepada 7  atlet  berprestasi selama tahun 2018 dengan peraih medali emas dan perak. (Mc/Adv/Maiya)
Bupati LIRA kabupaten Probolinggo, Samsudin SH, saat memberikan bantuan logistik pada warga terdampak bencana di kecamatan Tiris.
PROBOLINGGO - Keprihatinan korban banjir bandang yang menerjang puluhan bangunan dan menewaskan 2 orang di Desa Andung Biru Kecamatan Tiris Kabupaten Probolinggo, diperlihatkan oleh Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Kabupaten Probolinggo dengan melakukan kegiatan sosial membantu korban bencana alam didesa tersebut, termasuk  menurunkan puluhan anggota LSM Lira dengan di komandani Bupati Lira, Samsudin SH.

Sebagai bentuk kepedulian, Bupati Lira Probolinggo, Samsudin menyalurkan sejumlah bantuan logistik berupa 30 Sak Beras,  80 Karton Mie Instan 50 air mineral yang diserahkan langsung pada korban bencana alam dan di saksikan Camat Tiris, DR Roby Siswanto, Kamis (13/12).

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Lira Probolinggo selain memberikan bantuan Logistik, juga menyampaikan bantuan tali asih pada keluarga korban yang meninggal dunia akibat di terjang tanah longsor. “Ini merupakan bentuk Bakti Sosial LSM Lira dan ini murni panggilan hati untuk membantu saudara-saudara kita di desa Andung Biru,” kata Bupati Lira Probolinggo, Samsudin kepada sejumlah wartawan dilokasi bencana.

Lebih jauh Samsudin menambahkan, meski bantuan kemanusiaan yang diserahkan tidak seberapa. Namun ia bersyukur bisa ikut membantu meringankan beban para korban bencana alam. “Sekecil apapun bantuan kita, itu sangat dibutuhkan saudara-saudara kita,”ungkapnya.

Pria berkumis tipis ini juga menyampaikan pada korban bencana alam, supaya bersabar dan tabah dalam menghadapi ujian. “Semoga Allah membalas semua ketulusan dan kebaikan dalam membantu sesama. Mari terus bantu dan doakan saudara kita agar selalu tabah menghadapi musibah ini.”Ujarnya. (Suh)
SURABAYA - Untuk memperingati hari jadinya ke-5, Kelompok Kerja Wartawan Hukum (Pokja Wankum) Surabaya menggelar seminar jurnalistik bertemakan Journalism Is Not Crime-Hoax Vs UU ITE (Informasi dan Transaksi Elektronik) di Empire Palace, Jumat (14/12/2018). Seminar ini digelar untuk mengkaji lebih dalam manfaat dan dampaknya terhadap produk jurnalistik.

“Seminar jurnalistik ini digelar dalam rangka ulang tahun Wankum ke-5. Pada 2 November kemarin kami telah berbagi dengan anak-anak penderita kanker, dan dilanjutkan hari ini dengan menggelar seminar jurnalistik,” ujar Nyuciek Asih, Ketua Pokja Wankum, Jumat (14/12/2018).

Seminar jurnalistik bertema Journalism Is Not Crime-Hoax Vs UU ITE ini digelar untuk memberikan wawasan para jurnalis tentang pengaruh hoax dalam kehidupan sehari-hari. “Akhir-akhir ini kami sangat miris melihat banyaknya informasi hoax. Jadi melalui seminar ini kami berharap bisa memberikan wawasan yang luas tentang hoax dan UU ITE kepada masyarakat pada umumnya, dan khususnya kepada pekerja jurnalis,” terang wartawan yang akrab disapa Ucik ini.

Ia menambahkan, melalui seminar ini para jurnalis dan penegak hukum (polisi, jaksa, hakim) bisa terus bersinergi dalam menjaga kondusifitas Indonesia. Karena menurutnya, mau bagaimana pun antara wartawan dan penegak hukum merupakan mitra kerja yang saling membutuhkan. “Jadi antara wartawan dan jurnalis bisa saling sinergi di era keterbukaan publik seperti saat ini,” tegasnya.

Ucik menjelaskan, dengan seminar ini dirinya berharap agar peserta bisa mendapatkan wawasan seluas-luasnya tentang bagaimana menjadi seorang jurnalis yang patuh dengan hukum. “Jika saat menjalankan tugasnya seorang wartawan juga berpedoman pada hukum, maka kami yakin tidak akan ada lagi wartawan yang berurusan dengan hukum,” katanya.

Di seminar ini, Kombes Frans Barung Mangera, Kabid Humas Polda Jatim mengatakan, jurnalis yang memiliki tanggung jawab dalam memerangi hoax. “Untuk memerangi hoax ini, salah satunya yaitu dengan cara sekali-kali berita yang berisi hoax ini ditulis bahwa itu merupakan berita hoax, sehingga berita itu tidak lagi tak dipercayai oleh masyarakat,” katanya.

Barung menegaskan, selama ini pihaknya tidak pernah menjerat jurnalis dengan UU ITE, namun dengan UU Pers. “Dalam melakukan penyelidikan kami selalu meminta pendapat PWI, Dewan Pers. Kalau ada hak Polda selaku badan publik, maka akan menyampaikan hak jawab ke dewan pers dan media,” katanya.

Hal senada juga diutarakan oleh Didik Farkhan Alisyahdi, Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Jatim. Menurut Didik yang juga pernah bekerja sebagai wartawan ini, seorang wartawan harus memenuhi beberapa kriteria. “Seperti halnya jaksa, kan jelas harus S1 (sarjana) hukum dan menempuh pendidikan sebagai jaksa,” terangnya.

Juga tentang perusaahan pers tersebut juga harus jelas, misalnya harus berbadan hukum resmi. “Berbadan hukum seperti PT, atau bisa juga yayasan. Kalau perusahaannya tidak seperti itu, apakah bisa wartawannya dianggap jurnalis,” jelasnya.

Dalam seminar ini, Machmud Suhermono, Wakil Ketua Bidang Organisasi PWI berharap agar tidak ada lagi jurnalis yang berurusan dengan hukum akibat pemberitaan. Untuk menghindari hal itu, Machmud mewanti-wanti agar para wartawan bekerja sesuai kode etik jurnalis.

Sementara itu, Abdul Malik, Ketua Dewan Kehormatan DPP IPHI mengaku sangat dekat dengan kalangan wartawan di Surabaya. Pasalnya, sebagai advokat dirinya juga sangat diuntungkan oleh wartawan. “Sebagai advokat seperti saya, wartawan itu sangat membantu, misalnya bisa membantu advokat terkenal. Apalagi saat kita berperkara, kami sangat membutuhkan wartawan. Makanya antara advokat dan wartawan ini sama-sama saling membutuhkan,” ungkapnya.

Seminar yang dihadiri sekitar 100 wartawan se-Surabaya ini diakhiri dengan penyerahan cinderamata dan souvenir bagi para narasumber. Berbagai wartawan dari media massa di Surabaya turut hadir dalam seminar yang berlangsung sekitar dua jam ini. (ban)
BATULICIN - Rangkaian peringatan hari Ibu ke 90 tahun ini berbeda dari sebelumnya. Kali ini berbagai lomba menarik  turut digelar  dalam rangka memeriahkan peringatan tersebut.

Lomba  digelar Jum at (14/12) kawasan Perkantoran Bupati. Dengan   memperlombakan Lomba Futsal. Lomba Bakiak, Lomba Joget Balon, Lomba Sendok Klereng serta Ular Tangga.

Diantara Lomba yang  seru dan mendapat perhatian penonton adalah lomba Futsal para Ibu. Sebab dandanan  saat bertanding  pemain diwajibkan menggunakan sarung.

Disaat berlari sembari bersarung  menggiring  dan saling merebut bola tak hentinya mengundang gemuruh para penonton.

Perlombaan Futsal pertama di mulai dari peserta  club Dharma Wanita Persatuan  DWP Kab.Tanah Bumbu  melawan Ikatan Guru TK Indonesia (IGTKI) Tanah Bumbu.

Begitu pula  peserta dari pengurus PKK Kabupaten hingga PKK Kecamatan ambil bagian sebagai peserta di semua lomba.

Mereka  beradu dan  saling berhadapan dengan  berbagai organisasi kewanitaan lainnya. Termasuk  GOW, Gatriwara, Bhayangkari serta Persit Chandera Kirana.

Sebelum di mulainya lomba  dirangkaian  peringatan tersebut turut mendapat perhatian dari Sekretaris Daerah Kab.Tanbu H.Rooswandi Salem.M.Sos.MM ditengah pelaksaan apel Jumat.

Menurutnya para Ibu memiliki peran penting dalam rangka menunjang proses kehidupan berkeluarga yang lebih baik.

"Melalui peringatan hari ibu kita jadikan momentum untuk saling menghargai peran kehidupan di rumah tangga. Tanpa peran ibu ibu kita bukanlah apa apa,"kata Sekda dalam sambutannya usai senam pagi. (mc/adv/maiya)

Kabid penegakan Perda dan Perbup POL-PP Kustoyo
TULUNGAGUNG - Berdasarkan peraturan Bupati nomor 10 tahun 2016 tentang petunjuk pelaksanaan peraturan daerah nomor 7 tahun 2012 tentang penyelenggaraan ketertiban umum. Sebagai tugas pokok dan fungsi satuan polisi pamong praja ( pol-pp ) dapat melaksanakan pemeliharaan dan penyelenggaraan, ketentraman dan ketertiban umum serta  melaksanakan penegakan perda, perbup maupun tindakan, diantaranya melakukan tindakan penyelidikan terhadap warga masyarakat, aparatur, atau badan hukum yang diduga melakukan pelanggaran Peaturan daerah, peraturan kepala daerah dan. 

Dikonfirmasi Kabid penegakan perda dan perbup, Kusyanto mengenai adanya laporan pembangunan tower diwilayah desa rejoagung oleh CV Aulia TGB ( tower bersama group ) menanggapi, akan menindak lanjuti laporan atas pembangunan tower yang diduga tidak memiliki ijin, sebelum  legalitas ijin belum ada, kita segel, kita tutup  dengan menempelkan stiker serta sanksi denda, ucapnya Kamis (13/12) ke media. Kita baru mendapat kabar, diwilayah tersebut ada pembangunan tower, tambahnya. 

Masih kabid melanjutkan, minimal Warga mengetahui dampak kesehatan masyarakat  karena ada asuransi ketika warga terkena, kepala  desa harus mengumpulkan warga, desa juga bisa minta pasilitas umum, pasilitas khusus, pungkasnya. Sementara badan perijinan belum pernah mengeluarkan ijin. Puad mengaku mandor CV. Aulia TGB Surabaya berkantor pusat Jakarta, ketika dihubungi melalui phonsel mengatakan, rencana ketinggian tower 42 meter, singkatnya.  (Nan)