Berita Terbaru

Subscribe

Subscribe

Subscribe

Subscribe

Subscribe

Subscribe

TERPOPULER

Surabaya Newsweek- Kekurangan Pegawai Negeri Sipil ( PNS ) di Pemkot Surabaya disebabkan, karena banyaknya pegawai yang pansiun dan untuk mengisi kekosongan pegawai, Kepala Badan Kepegawaian dan Diklat Daerah Kota Surabaya mengajukan tambahan Pegawai di Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara ( PAN ) dan Reformasi Birokrasi (RB ).   

Pengajuan tambahan Pegawai di lingkungan pemkot Surabaya, menurut Kepala Badan Kepegawaian dan Diklat Daerah Kota Surabaya Mia Shanti Dewi, sudah disetujui oleh Pemerintah pusat, dengan mengacu pada jumlah PNS yang pansiun hingga Bulan Oktober 2018.   

“Pengajuan tambahan pegawai sudah disetujui Pemerintah pusat, sedangkan aturan tambahan pegawai yang diajukan harus berdasarkan jumlah pansiun sampai Bulan Oktober 2018,”ungkapnya. Rabu 14/2/2018

Sedangkan untuk formasi yang diajukan di Kementerian PANRB, Kepala BKD Kota Surabaya Mia Shanti Dewi mengatakan, jumlah keseluruhan sebanyak 513 formasi.

"Kami sudah mengajukan 513 formasi untuk tambahan pegawai yang sudah pansiun ," tandas Mia Shanti Dewi

Masih Mia, untuk total pensiunan pegawai Pemkot tahun ini 638 orang. Namun, Mia belum bisa memastikan kuota yang akan disetujui oleh Pemerintah pusat dan formasi yang akan dibuka untuk lowongan CPNS.
Mia menambahkan, yang banyak adalah kebutuhan tenaga guru, terutama guru SD dan guru kelas. 

Sebagaimana formasi yang sudah diajukan ke Pusat, tenaga pendidik dan kependidikan butuh 344 kursi. Selain guru SD guru mata pelajaran untuk SMP juga akan dibuka rekrutmen.

Namun untuk tenaga teknis akan dicari para lulusan akuntansi, IT, dan tenaga teknis lain. Sebanyak 120 formasi diajukan ke pusat untuk kebutuhan tenaga teknis ini.

Kemudian juga dibutuhkan 49 tenaga di bidang kesehatan. dokter, bidan, apoteker dan mayoritas dicari perawat.


"Itu hanya pengajuannya saja, belum tentu disetujui semua. Mohon sabar menunggu, nanti kalau sudah ada kepastian kuota dan formasi untuk Surabaya pasti kami umumkan," tambahnya. ( Ham )

Surabaya Newsweek- Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Dinas Pendidikan (Dispendik) mempunyai strategi khusus dalam mensukseskan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) dan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN). Penyelenggaran ujian tahun ini merupakan tahun kedua, sehingga diharapkan lebih matang baik dari mulai proses persiapan hingga pelaksanaan.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya Ikhsan menyampaikan bahwa mempunyai strategi khusus dalam mensukseskan ujian tahun ini. Selain menyiapkan data anak-anak yang akan mengikuti ujian, beberapa tahapan dalam mensukseskan UNBK dan USBN juga telah dipersiapkan. “Semua kebutuhan sesuai dengan tahapan-tahapan sudah kita siapkan,” kata Ikhsan, usai mengikuti gelaran kampanye anak beberapa waktu lalu.

Ikhsan menjelaskan beberapa strategi telah disiapkan dalam pelaksanaan ujian tahun ini. Pertama, sekolah yang sudah mumpuni dalam hal sarana dan prasarana bisa melaksanakan ujian secara mandiri. Hal yang dimaksud adalah kesiapan dalam fasilitas kebutuhan komputer maupun ruangan.
Kedua, SD dan SMP di Surabaya yang berada dalam satu naungan yayasan bisa saling membantu, terkait penjadwalan ujian dan penggunaan komputer bisa disesuaikan secara bergantian. “Ketika SMP ujian, mereka bisa saling bantu untuk bergantian menggunakan fasilitas di SMA, SMK atau SD,” jelasnya.

Ketiga, lanjut Ikhsan, pihaknya telah menghimbau kepada sekolah dengan satu sub rayon terdekat bisa saling membantu. Misalnya, sekolah yang memiliki sarana dan prasarana lebih, bisa melaksanakan ujian sebanyak dua sesi. Tujuannya, supaya dapat membantu sekolah lain dalam satu sub rayon. 

“Tahun sekarang ini kita tinggal memperkuat, karena makin lama sudah semakin sedikit sekolah yang bergabung dengan sekolah lain,” urai pria berkacamata ini.

Kepala Bagian layanan Pengadaan dan Pengelolaan Aset Pemkot Noer Oemarijati mengatakan, Pemkot Surabaya menyediakan 5.255 unit komputer bagi siswa-siswi SD/SMP se-surabaya yang akan menghadapi Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK)

Untuk total anggaran yang dikeluarkan persiapan UNBK, lanjut Noer, pemkot mengeluarkan Rp 53,7 miliar. “Sampai saat ini, jumlah nilai pekerjaan pengadaan komputer tahun sebesar 51,8 miliar,” ucap Noer di ruang kerjanya.

Disampaikan Noer, harga per unit komputer tahun 2018 sebesar Rp 9.867 juta dan spesifikasi komputer yang diminta pemkot telah sesuai dengan kebutuhan siswa/siswi saat mengikuti UNBK. 

“Spesifikasi tersebut telah dikaji oleh Institut Sepuluh November (ITS) dan alhamdulilah, speknya sesuai dengan kebutuhan yang diinginkan,” ungkapnya. 

Nantinya, setelah UNBK selesai dilaksanakan, komputer yang sudah dibagikan secara bertahap kepada sekolah negeri akan ditambah LCD di setiap kelasnya untuk menunjang proses belajar. “Rencananya pemkot akan membeli 415 LCD dengan total anggaran sebesar Rp 2,8 miliar,” tandasnya. 

Kepala Seksi Kurikulum Sekolah Dasar (SD) Dispendik Surabaya Munaiyah menyampaikan persiapan ujian SD tahun ini lebih matang dari tahun sebelumnya. Menurutnya, pihaknya mengaku telah memberikan pembekalan kepada para peserta peserta didik. “Kami telah fasilitasi mereka untuk saling sharing, gurunya juga kita berikan pembekalan, sehingga persiapan tahun ini lebih matang, karena sudah ada pengalaman dari tahun kemarin,”ujar Munaiyah, saat ditemui di ruang kerjanya, Senin, (12/02/18).

Data Dispendik Kota Surabaya menyebutkan, jumlah seluruh peserta ujian Sekolah Dasar (SD) sebanyak 44.290 peserta.  Pelaksanaan ujian, utamanya pada tanggal 3, 4, dan 5 mei 2018. Sedangkan, ujian susulan pada tanggal 7, 8, dan 9 mei 2018, terdiri dari tiga mata pelajaran, yaitu Bahasa Indonesia, Matematika dan IPA. Sementara, pengumuman kelulusan pada tanggal 4 juni 2018. Total lembaga penyelenggara ujian SD sebanyak 810 lembaga. Rinciannya, SD negeri sebanyak 306 lembaga, SD swasta 355 lembaga, Madrasah Ibtidaiyah (MI) negeri sebanyak dua lembaga, sedangkan MI swasta 147 lembaga.

Disampaikan Munaiyah terkait USBN SD tahun ini terdapat perubahan pada soal ujian, dimana tahun ini terdapat soal ujian yang berisi esai. “Rinciannya, pelajaran Bahasa Indonesia sebanyak 40 soal pilihan ganda dan 5 uraian, Matematika 30 pilihan ganda dan 5 uraian, sedangkan IPA 35 pilihan ganda dan 5 uraian,” paparnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Kurikulum dan Pembinaan Sekolah Menengah Dispendik Surabaya Iswati mengungkapkan, total peserta ujian Sekolah Menengah Pertama (SMP) sebanyak 42.246 peserta ujian. Dengan rincian, SMP negeri 16,726 peserta, SMP swasta 21.291 peserta, SMP terbuka 310 peserta, MTS negeri 942 peserta, dan MTS swasta sebanyak 2.603 peserta. Sementara untuk sekolah penyelenggara ujian terdiri dari SMP negeri  sebanyak 52, SMP swasta sebanyak 265, sekolah terbuka sebanyak 12 dan MTS sebanyak 3873 sekolah.

“Untuk UN terdiri dari empat mata pelajaran yaitu Bahasa Indonesia, Matematika, Bahasa Inggris, dan IPA. Sementara untuk USBN SMP tahun ini terdiri dari semua mata pelajaran,” ujar Iswati

Ditanya terkait jadwal pelaksaan ujian tingkat SMP, Iswati menjelaskan, ujian nasional akan dilaksanakan pada tanggal 23 – 26 april, untuk susulan pada tanggal 8 – 9 mei. Sedangkan USBN pada tanggal 9 - 13 april, 16 - 19 april, dan 2 - 3 mei.Jadi pelaksanaan USBN ada sebelas hari, sementara untuk susulan pada 30 april, 4, dan 5 mei,” pungkasnya (Ham ). 
BATULICIN - Sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) di Kabupaten Tanah Bumbu (Kab Tanbu) dilakukan dengan cara sederhana, yakni duduk lesehan. "Kami duduk lesehan bersama santri dalam menyampaikan sosialisasi Perda," sebut Kepala Dinas Satpol PP dan Damkar Tanbu, H Riduan, melalui Kepala Bidang Peraturan Perundang-undangan, Muhammad Jaelani, Senin (12/2/2018) di Batulicin.

Dihadapan para santri Pondok Pesantren Darul Ijabah Gunung Tinggi Batulicin,  Muhammad Jaelani, mensosialisasikan Perda Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pengelolaan Sampah dan Perda Nomor 6 Tahun 2017 tentang Kawasan Tanpa Rokok.

Sosialisasi Perda untuk memberikan pemahaman kepada santri agar taat aturan dan peduli dengan kebersihan lingkungan dan kesehatan. " Targetnya untuk meningkatnya kesadaran hukum terhadap Perda dan nilai ekonomis dari sampah yang dapat dimanfaatkan atau diuangkan melalui Bank Sampah pada Dinas Lingkungan Hidup," ujar Jaelani.

Dijelaskanya, Perda Pengelolaan Sampah secara garis besarnya adalah  agar setiap warga masyarakat, kelompok masyarakat, BUMD, BUMDes dan Lembaga Pendidikan agar melakukan pengelolaan sampah sesuai yang diatur dalam Perda.Sedangkan Perda Kawasan Tanpa Rokok, dimaksudkan untuk melindungi hak asasi masyarakat Bumi Bersujud agar mendapatkan derajat kesehatan yang setinggi - tingginya. (MC/ADV/MAIYA)
Surabaya Newsweek- Bangunan liar ( Bangli ) diatas lahan milik Pemkot Surabaya, yang berada di areal makam Simo Kwagean Kecamatan Sawahan Surabaya, sebanyak 37 bangunan ditertibkan oleh, Satpol PP Kota Surabaya sebagai petugas penegak Perda Kota Surabaya.

Makam Simo Kwagean yang sudah berubah fungsi ini berupa bangunan hunian permanen dan gudang barang rosokan, dalam penertiban tersebut Satpol PP Kota Surabaya mendapat pengawalan dari Polisi dan TNI , bahkan Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau ( DKRTH )  Kota Surabaya, juga turut membantu untuk mempercepat penertiban dengan mengunakan dua alat berat.   

"Kami tertibkan karena mereka telah melanggar dengan mengalihfungsikan lahan milik Pemkot Surabaya dan sudah hampir sepuluh tahun ditempati," ujar Bagus Supriyadi Kabid Trantibum Satpol PP Kota Surabaya di lokasi penertiban, Selasa (13/2/2018).

Bagus menjelaskan, penertiban dilakukan untuk melakukan perluasan areal pemakaman. Areal pemakaman tersebut selama ini dikelola DKRT.


"Selain itu, kami akan bersihkan areal ini, untuk menghindarkan kesan kumuh di kawasan Kota Surabaya dan juga malam hari, kawasan ini hampir sama dengan makam Kembang Kuning," ungkapnya.( Ham )
SURABAYA - Permohonan praperadilan yang diajukan Gunawan Angkawidjaja Bos Empire Palace atas penetapan tersangka kasus pemalsuan akte otentik dalam RUPS Luar Biasa PT Blauran Cahaya Mulia (BCM) dikabulkan Hakim Pengadilan Negeri (PN) Surabaya. Dalam amar putusan yang dibacakan hakim tunggal praperadilan, Dwi Purwadi diruang sidang garuda, Senin (12/2/2018) menyatakan penetapan tersangka oleh penyidik Polda Jatim prematur dan tidak cukup bukti. 

Hakim Dwi Purwadi juga menilai laporan Trisulawati Yusuf alias Chin Chin (istri Gunawan) ke Polda Jatim dinyatakan tidak sah. Selain itu RUPS Luar Biasa PT BCM telah sesuai dengan Undang-Undang Perseroan Terbatas (PT) dan tidak ditemukan adanya pemberian keterangan palsu dalam akte otentik hasil RUPS tersebut. "Mengabulkan permohonan pemohon dan menyatakan penetapan tersangka prematur dan kurang cukup bukti,"kata Hakim Dwi Purwadi saat membacakan amar putusannya. 

Atas putusan hakim tersebut, Ketua Tim Bidkum Polda Jatim, AKBP Dr Adang Oktori,SH,MH menilai putusan Hakim Dwi Purwadi telah menyinggung pokok perkara. "Hakim justru tidak mempertimbangkan sah atau tidaknya penetapan tersangkanya,"ujar Adang saat dikonfirmasi usai persidangan. 

Tak hanya itu, Adang pun mengaku akan melakukan upaya hukum lagi atas diterimanya permohonan praperadilan Gunawan Angkawidjaja. "Kami akan buka sprindik lagi,"sambung Adang. 

Seperti diketahui, Persoalan ini mencuat setelah Chin Chin melaporkan Gunawan berdasarkan LPB/101/I/2017/UM/SPKT POLDA JATIM. Dalam laporan itu, Chin Chin juga melaporkan enam orang yang diduga terlibat dalam konspirasi tindak pidana memasukkan dan menggunakan keterangan palsu dalam akta otentik, sesuai pasal 266 ayat 1 jo 266 ayat 2 KUHP dengan ancaman hukuman paling lama 7 tahun penjara. Laporan itu berawal digelarnya Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 1 September 2016. (Ban)
Surabaya Newsweek- Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Surabaya menargetkan penyelesaian KTP elektronik (e-KTP) selesai akhir tahun 2018. Saat ini, Dispendukcapil telah melakukan perekaman e-KTP hingga 25 Januari 2018 sebanyak 1.998.653 orang.

Kepala Seksi Identitas Penduduk Dispendukcapil Surabaya Laily Susanti mengatakan, pihaknya terus berupaya melakukan strategi percepatan perekaman e-KTP kepada warga yang belum melakukan perekaman.

Dikatakan Laily, ada beberapa upaya yang dilakukan Dispendukcapil untuk mempercepat perekaman e-KTP, diantaranya melakukan perekaman kepada orang-orang yang berada di dalam penjara, mendatangi sekolah-sekolah SMA, bekerjasama dengan kecamatan dan kelurahan untuk mensosialisasikan kepada warga dan mendatangi para lansia yang berada di rumah sakit serta liponsos. “Alhamdulilah responnya baik dan lancar,” kata Laily di ruang kerjanya.

Laily semakin optimis percepatan untuk segera merampungkan e-KTP tahun 2018 segera terwujud. Sebab tahun ini, kata Dia, Dispendukcapi kembali menerima pasokan blangko dari pemerintah pusat. “Kami mendapat tambahan 20 ribu keping blangko,” imbuhnya.

Nantinya, lanjut Laily, tambahan blangko tersebut juga akan disebar ke 31 kecamatan. “Jadi setiap kecamatan akan menerima blangko, tapi jumlahnya tidak sama. Ada yang 1.000, ada yang 700,” ujar Laily.

Kendati demikian, Laily mengaku masih cukup banyak warga surabaya yang belum melakukan perekaman e-KTP. Menurut data sampai saat ini, jumlah warga yang belum melakukan perekaman sebanyak 349.883 orang.

Disampaikan Laily, salah satu alasan masih banyaknya warga yang belum melakukan perekaman dipengaruhi beberapa faktor diantaranya banyaknya warga yang tidak ada di tempat ketika pihak kecamatan hendak melakukan pendistribusian e-KTP yang sudah tercetak.

Selain itu, beberapa alat cetak perekaman e-KTP berjumlah 20 alat yang tersebar di 31 kecamatan mengalami kerusakan. “Ada 4 alat rekam yang rusak dan yang masih berfungsi sebanyak 14 alat,” tutur Laily.  

Kendati demikian, untuk mengantisipasi hal tersebut, Dispendukcapil melakukan join partner bagi kecamatan yang alat cetak e-KTP nya mengalami kerusakan. “Kami bagi beberapa kecamatan untuk bergabung dengan 15 kecamatan dan kantor Dispendukcapil untuk melakukan perekaman,” terangnya.

Adapun 14 kecamatan yang saat ini memiliki alat cetak perekaman e-KTP diantaranya, Kecamatan Sawahan, Kecamatan Wonokromo, Kecamatan Wonocolo, Kecamatan Wiyung, Kecamatan Sukolilo, Kecamatan Tandes, Kecamatan Sukomanunggal, Kecamatan Semampir, Kecamatan Mulyorejo, Kecamatan Pabean Cantian, Kecamatan Kenjeran, Kecamatan Gubeng, Kecamatan Rungkut dan Kecamatan Pakal. (Ham )  
Surabaya Newsweek- Kawasan stren kali acapkali dikenal sebagai tempat yang kumuh. Tentu hal ini memunculkan kesan tidak baik dari warga yang melintas. Terlebih melihat bangunan liar (bangli) yang menambah kesan kurang sedap dipandang mata. Melihat hal itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mencoba mempercantik stren kali yang berada di kawasan jagir wonokromo melalui sentuhan mural.

Kabag Humas Pemerintah Kota Surabaya M. Fikser mengatakan, setelah rumah-rumah di kawasan tersebut ditertibkan, pemkot ingin mempercantik dinding sepanjang 200 meter tersebut melalui sentuhan mural. “Kami ingin mempercantik kawasan tersebut dan menyediakan wadah bagi komunitas mural agar tidak mengecat di sembarang tempat,” kata Fikser di ruang kerjanya, Senin (12/2/2018).

Nantinya, kata Fikser, setelah pengerjaan mural selesai, pemkot akan melakukan pemasangan lampu, membuat taman dan menanam pohon di sekitar kawasan tersebut. “Nantinya kawasan tersebut akan menjadi salah satu objek atau spot foto bagi pecinta fotografi,” ujar Fikser.   

Selain kawasan stren kali jagir wonokromo yang akan dihias mural, Fikser menuturkan, progres ke depan, pemkot akan melakukan hal serupa di beberapa titik yang sudah ditertibkan oleh pemkot surabaya salah satunya di kawasan Keputran. “Itu juga akan dibuat mural,” imbuhnya.

Ditanya alasan kenapa memilih mural, Fikser menjelaskan bahwa mural merupakan media yang memiliki pesan dan nilai seni yang tinggi. Selain itu, mural juga dicintai oleh anak muda. “Dibuat foto atau apapun, mural terlihat bagus karena di setiap ukiran mengandung berbagai macam motif dan pesan yang kuat bagi semua orang,” terangnya.

Disampaikan Fikser, penggarapan mural melibatkan komunitas mural yang ada di surabaya. Mereka, lanjut fikser, diberi ruang dan disiapkan segala macam fasilitas oleh Pemkot Surabaya agar mampu berekspresi melalui mural. “Kami sediakan media itu supaya mereka mampu mengekspresikan seni mereka di situ, tidak di tempat lain,” pungkas pria asal Serui tersebut.  

Koordinator Mural Lukman Hidayat menambahkan, pengerjaan mural dimulai pada hari rabu (7/2/2018) dan selesai pada hari minggu malam (11/2/2018). Setidaknya ada 10 orang yang membantu pengerjaan mural stren kali jagir wonokromo. Mereka, lanjut Lukman terbagung dalam satu komunitas bernama Budal Isuk Moleh Sak Karep (BIMS).

“Awalnya ditarget selesai 7-10 hari dan di awal pengerjaan terkendala cuaca hingga hari 3. Tapi alhamdulilah ternyata pengerjaan lebih cepat dari yang diperkirakan,” ungkap Lukman.

Menurut Lukman, mural kali ini mengangkat tema kehidupan di pesisir kali yang meliputi anak-anak, hunian dan juga alam. Tetapi, lanjut Dia, pengerjaan mural kali ini dikhususkan untuk mengenang para pahlawan dan masestro seni lukis Indonesia. 

“Ada wajah Affandi, Raden Saleh, Basuki Abdullah, Mantan Presiden keempat RI Abdurrahman Wahid (Gus Dur), aktivis HAM Munir Said Thalib, Sastrawan dan aktivis HAM asal Surakarta Wiji Thukul, pahlawan surabaya Sutomo alias Bung Tomo serta penyanyi kelahiran Jombang Soedjarwoto Soemarsono alias gombloh,” urainya.

Setelah merampungkan pengerjaan mural, ke depan, Lukman berharap muncul warna-warni mural yang lain di surabaya dengan mengangkat kearifan lokal yang ada di sekitar daerah masing-masing.


Senada dengan Lukman, Tabri (71) salah seorang veteran yang kebetulan melintas di kawasan stren kali jagir sangat mengapresiasi kinerja Pemkot Surabaya. 

Menurutnya, wajah stren kali jagir akan semakin indah di saat pengendara dan pejalan kaki melintas di tepi sungai jagir disuguhi ukiran mural yang sarat akan nilai perjuangan. “Semoga surabaya terus mampu menciptakan lingkungan yang asri, bersih dan nyaman bagi warganya dan tidak melupakan jasa para pahlawan,” tegas Tabri.( Ham )
Surabaya Newsweek- Pemerintah Kota Surabaya memastikan dua bus tahanan yang dipinjamkan kepada Kejaksaan Negeri Surabaya dan Kejaksaan Negeri Tanjung Perak Surabaya sesuai prosedur dan dalam kondisi baik ketika diserahterimakan. Bahkan, pada saat serahterima itu sudah dicoba dan dipastikan layak untuk digunakan.

Kepala Bagian Layanan Pengadaan dan Pengelolaan Aset Noer Oemarijati menjelaskan pengadaan bus tahanan itu berdasarkan surat permohonan pinjam pakai kepada Pemkot Surabaya. Selanjutnya, Pemkot melalui anggaran  PAK mengadakan kendaraan dimaksud, sehingga bisa memimjamkan dua bus tahanan itu kepada dua instansi kejaksaan di Surabaya.

“Nah, saat proses serahterima itu, kondisi dua bus itu dalam kondisi baik, sangat bisa digunakan dan sudah dicoba. Jadi, kami pastikan bus itu sangat baik, tidak rusak,” tegas Noer kepada wartawan saat jumpa pers di kantor Bagian Humas Pemkot Surabaya.

Selain itu, ia memastikan proses pengadaan dua bus itu sudah sesuai prosedur dan didampingi oleh pihak kepolisian dan kejaksaan. Pengadaan bus di laksanakan dengan  lelang Umum  melalui sistem di lpse di Bulan Oktober 2017.

Pemenang lelangnya, kata dia, CV. Mitra Sukses Mandiri yang memiliki Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) pengadaan mobil dan sejenisnya. Pengadaan utama yang dia layani adalah mobil, sepeda motor, kendaraan khusus, kendaraan bermotor, alat berat, alat kesehatan, alat kebersihan, alat laboratorium, elektronik, komputer, alat tulis kantor, pakaian jadi, tekstil, perlengkapan pegawai, konsultasi bisnis dan manajemen, alat pertanian, alat kehutanan, alat perenakan, alat perikanan, bahan bangunan, konstruksi, alat olahraga, alat kesenian dan peralatan rumah tangga. 

“Jadi, SIUP pemenang lelang itu pengadaan utamanya adalah mobil, bukan ATK,” katanya.

Menurut Noer, setelah ada pemenang lelang, lalu bus tahanan itu dikerjakan oleh karoseri atau industri yang membuat badan kendaraan, dan masa perawatannya selama satu tahun pasca diserahkan. Apabila dalam masa perawatan itu terjadi kerusakan, maka bisa langsung diperbaiki.

“Dalam perjalanannya setelah digunakan oleh pihak kejaksaan, ternyata bus tahanan yang dipinjamkan ke Kejaksaan Negeri Surabaya tersenggol mobil di belakangnya beberapa waktu lalu, sehingga kami minta karoseri untuk memperbaiki kembali sesuai tanggungjawabnya, karena masih dalam masa perawatan,” ujarnya.

Selain memperbaiki bagian yang terkena senggol mobil, Pemkot Surabaya juga meminta karoseri untuk “mempercantik” kembali beberapa bagian yang dinilai kurang rapi, karena ada beberapa karet yang kurang rapi. Oleh karena itu, dua bus tahanan yang dipinjamkan ke Kejaksaan Negeri Surabaya dan Kejaksaan Negeri Tanjung Perak dikembalikan lagi ke karoseri untuk diperbaiki sekaligus “dipercantik” kembali.

“Jadi, posisi bus tahanan itu sekarang masih ada di karoseri untuk diperbaiki dan dipercantik kembali. Insyallah Hari Rabu akan diserahkan lagi ke Kejaksaan,” tegasnya.


Noer juga memastikan semua pengadaan yang dilakukan oleh Pemkot Surabaya sudah sesuai dengan aturan dan prosedur yang ada. Apalagi sudah didampingi oleh pihak kepolisian dan kejaksaan, sehingga dipastikan tidak ada yang menyimpang. 

“Pasti setiap pengadaan selalu baik dan benar,” pungkasnya. (Ham )