Berita Terbaru

Subscribe

Subscribe

Subscribe

Subscribe

Subscribe

Subscribe

TERPOPULER


Surabaya Newsweek- Dianggap mampu menangani persoalan isu globalisasi di kotanya, empat negara yang tergabung dalam Nordik seperti Norwegia, Denmark, Finlandia dan Swedia bakal menggelar acara berskala internasional bertajuk “Nordic Talks” pada Sabtu, (21/4/2018) di gedung siola lantai 4. Selama 2 hari, keempat negara tersebut akan belajar sekaligus meminta solusi kepada Surabaya dalam mengatasi isu globalisasi.

Sekretaris Utama Duta Besar Norwegia Simen Johan Willgohs mengatakan, isu yang menjadi problem utama di Indonesia dan dunia adalah solusi mengatasi urbanisasi yang terus meningkat, masalah tempat tinggal, pembangunan infrastruktur dan transportasi. “Usai melihat dan mempertimbangkan, kami meyakini bahwa Surabaya sudah memiliki solusi. Hal itu yang membuat kami tergelitik untuk belajar kepada surabaya,” kata Simen saat menggelar jumpa pers di Kantor Humas Pemkot, Kamis, (19/4/2018).

Simen – sapaan akrabnya menyampaikan, alasan dipilihnya Surabaya karena dianggap sebagai kota yang maju, berkembang pesat dan memiliki segudang prestasi dalam menangani permasalahan kota. Menurutnya, Surabaya memiliki progres yang cepat dalam menunjukkan kehidupan yang baik di kotanya. Salah satu wujud nyata yang ditunjukkan adalah pembangunan taman dan trotoar yang dapat dinikmati warga Surabaya. 

“Dari dalam mobil saya melihat anak-anak bermain di taman. Itu sangat menyenangkan dan tidak hanya anak, tetapi orang tua juga turut senang,” ungkap Simen.  

Selain taman dan trotoar, kata Simen, kehidupan baik yang sudah ditunjukkan Surabaya adalah solusi energi terbarukan, transportasi dan edukasi pendidikan bagi warga Surabaya. “Hal ini yang membuat setiap orang ingin tinggal di kota ini karena nyaman serta cocok untuk ditinggali,” ujar pria berkacamata ini. 

Dikarenakan diskusi ini menjadi problem dan perhatian di negara mananapun, Simen sangat berharap, Surabaya mampu membagikan ilmu kepada negara-negara Nordik. Bahkan selama ini, dirinya mengaku negara Denmark dan norwegia tidak bisa memecahkan masalah globalisasi. 

“Tidak semua negara memiliki solusi. Hal ini yang membuat Dubes norwegia sangat tertarik dengan solusi dan terobosan yang sudah dilakukan Surabaya selama 10 tahun terakhir," tegasnya. 

Tidak hanya belajar terkait isu global, keempat negara juga turut membagikan ilmu pelatihan bisnis dan pengembangan kota. Melalui pelatihan ini, dirinya berharap ada timbal balik yang positif antar kedua negara. “Skala bisnis Kota Surabaya dan Norwegia terus meningkatkan,” imbuhnya.

Usai melakukan diskusi, keesokan harinya (Minggu, 22/4/2018) pagi, 4 duta besar negara-negara Nordik akan menyapa warga Surabaya saat car free day. “Kami ingin mendekatkan diri sekaligus tukar pikiran dengan warga surabaya,” jelas Simen. 

Ditanya apakah pertemuan dengan negara-negara Nordik, Surabaya akan menjalin  kerjasama utamanya di bidang pendidikan. Jefri S, selaku Kepala Sub Bagian Layanan Informasi Humas Pemkot Surabaya menambahkan, mengingat negara Finlandia menempati posisi teratas dalam hal tersebut, tidak menutup kemungkinan akan ada kerjasama yang lebih konkret, ke depannya. 

“Kami juga mengundang beberapa OPD terkait pembangunan atau yang sesuai tema. Di sana akan ditindaklanjuti atau tidak,” ujar Jefri.

Nantinya, akan hadir empat duta besar dari negara-negara Nordik serta 50 peserta delegasi dari sektor pendidikan, kalangan bisnis dan beberapa universitas untuk duduk bersama membahas solusi mengatasi isu globalisasi di dunia. ( Ham )


Surabaya Newsweek- Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Dinas Pariwisata Kota Surabaya terus menggali potensi destinasi wisata baru di Kota Surabaya. Bahkan, Pemkot Surabaya berencana menggandeng Kodam V Brawijaya untuk mengembangkan dan menghidupkan Wisata Bunker atau Benteng Kedung Cowek atau disebut pula bekas gudang peluru Kedung Cowek.

Setidaknya, ada 9 benteng atau bunker di Kelurahan Kedung Cowek yang merupakan bekas peninggalan Belanda. Benteng itu masih terlihat kokoh dengan bangunan cor yang tebal. Lumutnya yang mulai menghitam juga menghiasi bangunan tersebut. Coretan tulisan yang dilakukan oleh warga yang tidak bertanggung jawab, juga banyak terlihat di benteng bersejarah itu.

Benteng yang berada di pinggir pantai itu seakan tak terawat, karena tumbuh-tumbuhan menjalar seakan menyelimuti benteng itu. Bahkan, pohon-pohon yang menjulang tinggi juga tumbuh di kawasan itu, sehingga daerah itu seperti hutan yang masih hijau. Namun, panorama laut dan indahnya Jembatan Suramadu, masih terlihat jelas dari kawasan itu.

Memasuki beberapa benteng itu perlu hati-hati, sebab beberapa ruangan sangat gelap gulita meskipun siang hari. Di beberapa ruangan juga ada kelelawar yang menghuni benteng tersebut. Beberapa ruangan benteng berbentuk lingkaran, segi empat dan ada pula yang memanjang. Di ruangan itulah, dulu berbagai peluru TNI disimpan.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pariwisata Irvan Widyanto mengatakan jika flashback, sebenarnya sebagian besar warga Surabaya sudah tahu kalau di daerah Kedung Cowek itu ada benteng atau gudang penyimpanan peluru. Namun, dulu tidak bisa masuk karena dijaga oleh TNI, sehingga tidak semua orang bisa memasuki benteng itu.

“Namun, bagaimana itu nanti bisa menjadi destinasi wisata baru di Surabaya, itu perlu dipikirkan bersama-sama. Sebab, ini bukan hanya tugas Dinas Pariwisata, tapi juga tugas semua stakeholder,” kata Irvan yang juga menjabat sebagai Kasatpol PP ini.

Irvan juga berencana membawa pemikiran itu di tingkat kota, sehingga semua dinas bisa bersinergi untuk sama-sama menghidupkan destinasi ini. Irvan juga mengaku akan berusaha menggandeng Kodam V Brawijaya selaku pemilik lahan di kawasan benteng-benteng itu.

“Saat ini kami memang tengah fokus untuk menggali potensi destinasi wisata baru di Surabaya, jika sudah ada gambaran, maka akan dikoordinasikan untuk sama-sama membangun atau menghidupkannya,” kata dia.

Irvan menambahkan, langkah awal untuk menghidupkan benteng di Kedung Cowek itu harus betul-betul ditetapkan sebagai bangunan cagar budaya yang harus dilestarikan. Selanjutnya, kawasan itu harus dibersihkan dengan mengkoordinasikan kepada semua stakeholder. “Baru selanjutnya bisa dilakukan pembenahan infrastrukturnya,” tegasnya.

Namun begitu, Irvan mengaku masih akan meminta petunjuk dari Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini untuk langkah-langkah selanjutnya yang harus dilakukan. Tapi yang pasti, ketika dia bersama tim cagar budaya meninjau lokasi pada Senin, (16/4/2018), sudah dipastikan bahwa benteng-benteng itu sangat layak untuk dijadikan cagar budaya dan layak dijadikan destinasi wisata baru di Surabaya.

“Jika ini bisa direalisasikan, maka akan menjadi wisata bunker pertama di Indonesia dan akan menambah destinasi wisata baru di Surabaya, sehingga di pesisir Surabaya ternyata tidak hanya ada wisata pantainya, tapi ada satu lagi potensi wisata bunker atau benteng yang viewnya langsung laut. Semoga bisa terealisasi,” harapnya. (Ham)


Surabaya Newsweek- Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bersama dengan FORKAJI (Forum Komunikasi Warga Jarak Dolly) akan kembali menggelar event yang bertajuk DollySaiki Fest 2018. Gelaran ini merupakan yang ke dua kalinya sejak pertama kali diadakan pada tahun 2017. Sebanyak 16 rangkaian kegiatan bakal meramaikan event besar tersebut. Acara yang dimulai sejak 22 April hingga 9 Juni 2018 tersebut, juga akan dimeriahkan sebanyak 30 pelaku UKM dari Kecamatan Sawahan Surabaya.

Camat Sawahan M. Yunus menyampaikan bahwa event Dolly Saiki Fest 2018, merupakan tahun kedua. Menurutnya, karena kegiatan ini bersifat positif khususnya bagi warga sekitar, maka event ini kembali digagas untuk digelar kembali.  

“Harapan kami, melalui acara ini nantinya akan menjadi aura positif di kawasan Putat Jaya,” kata Yunus, saat melakukan jumpa pers di Kantor Bagian Humas Pemkot Surabaya.

Ditanya apakah ada yang perbedaan acara DollySaiki Fest dengan tahun lalu. Yunus menjelaskan bahwa acara DollySaiki Fest secara substansi sama. Namun yang membedakan dengan tahun ini adalah adanya event yang bertajuk Dolly Saiki Berkicau. Yakni event lomba kontes burung kicau yang akan memperebutkan piala wali kota.

Nanti akan ada tiga kategori yang akan dilombakan, untuk memperebutkan piala wali kota. Yakni kategori jenis burung cicak ijo, murai batu dan lovebird,” jelasnya

Disampaikan Yunus, Tujuan utamanya diadakan acara ini adalah Pemkot Surabaya ingin mendidik masyarakat di kawasan eks lokalisasi Dolly dan Jarak bisa mandiri. Selain itu, melalui acara ini pemkot mencoba mendorong masyarakat di kawasan tersebut agar aktif untuk mengembangkan perekonomian. 

“Dolly bisa seperti sekarang ini karena masyarakat dan tiga pilar tersebut bisa saling kompak,” ujar pria berkacamata ini.

Melalui gelaran event ini, diyakini dapat meningkatkan roda perekonomian masyarakat di Putat Jaya sekaligus branding dari Dolly itu sendiri. Yunus menambahkan wajah Dolly sekarang telah banyakmengalami perubahan. Masyarakat eks lokalisasi Dolly itu telah aktif dalam berwirausaha dan menghasilkan produk bernilai ekonomis.

“Harapannya dengan adanya DollySaiki Fest 2018 ini, masyarakat luar dapat semakin tertarik untuk berkunjung dan belanja produk UMKM warga eks lokalisasi Dolly,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Panitia selaku FORKAJI (Forum Komunikasi Warga Jarak Dolly) Kurniawan Cahyanto menyampaikan sebanyak 16 rangkaian acara akan meramaikan event DollySaiki Fest. Acara akan diawali dengan Dolly Saiki Mural yang akan berlangsung pada 22 April. Selanjutnya pada 29 April DollySaiki Playon Seneng, dan 1 Mei DollySaiki Berdzikir.

“Sementara pada 5 Mei, terdapat tiga rangkaian acara sekaligus. Yakni, DollySaiki Kumpul Bareng Pomade Nusantara, DollySaiki Dodolan dan DollySaiki Batik,” urainya.

Selanjutnya, Kurniawan memaparkan, rangkaian acara DollySaiki fest terdiri dari, DollySaiki Berkicau pada 10 Mei, DollySaiki Ngeremo 11 hingga 13 Mei, DollySaiki Ngaji Bareng Ustd. Oky Setiana Dewi pada 11 Mei, DollySaiki Balbalan pada 20-26 Mei, DollySaiki Goreng Barek Menyet Tempe Bareng pada 28 Mei, DollySaiki gawe Film pada 2 Juni, DollySaiki Motret pada 2 Juni, Dollysaiki Ngaji Sholawatan barek Ngapalno Qur'an pada 3-5 Juni.

“Nantinya puncak acaranya akan ditutup pada tanggal 9 Juni dengan buko bersama Mak'e Arek Suroboyo (Wali Kota Risma) dengan Ustd. Oky dan memberikan santunan kepada anak-anak yatim,” ungkapnya.

Wakapolsek Sawahan Surabaya AKP Eko Sudarmanto menambahkan bahwa pihaknya bersama dengan Koramil akan mendukung penuh acara tersebut. Pihaknya memastikan telah menyiapkan jajaran personilnya untuk siap siaga dalam mengamankan jalannya acara DollySaiki Fest. 

“Kita akan lakukan pengamanan, sehingga acara tersebut bisa berjalan aman lancar dan terkendali. Kalau personil kami kurang, maka akan kami minta bantuan personil dari Polrestabes,”tandasnya (Ham)


Surabaya Newsweek- Meski Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini sedang melakukan kunjungan kerja ke Luar Negeri ( LN ), namun dia tetap memperhatikan Kota Surabaya. Selain memberi tugas pelayanan publik dan pemerintahan, Wali Kota perempuan pertama di Kota Surabaya ini juga selalu memerintahkan untuk membasahi Kota Surabaya ketika cuaca panas.

Makanya, pemandangan berbeda terlihat di kantor Kecamatan Bulak, Rabu (18/4/2018) siang. Saat itu, petugas Pemadam Kebakaran tengah berjibaku dengan air seperti biasanya. Namun, kali ini mereka tidak sedang memadamkan api, melainkan menyiram halaman kantor Kecamatan Bulak yang cuacanya saat itu sangat panas.

Dengan menggunakan satu unit mobil water canon, petugas ini menyemprotkan air ke atas gedung kantor kecamatan dan gedung pos PMK Bulak. Alhasil, air-air itu jatuh mengenai genting-genting kantor, sehingga mirip hujan.

“Seperti ini biasa kami lakukan ketika cuaca panas. Tadi saya langsung minta teman-teman PMK untuk membasahi kantor,” kata Camat Bulak Suprayitno disela-sela memantau pembasahan kantornya.

Menurut Suprayitno, pembasahan semacam itu merupakan perintah langsung dari Wali Kota Risma, walaupun saat ini, Wali Kota Risma sedang melakukan kunjungan kerja ke luar negeri. Bagi dia, ini merupakan wujud nyata kepedulian Wali Kota Risma kepada Surabaya.

“Sudah lama Bu Wali memerintahkan kepada kami seperti ini, apalagi kami dekat dengan kantor pos PMK, jadi lebih enak. Kalau kantor kecamatan sudah dibasahi, maka suasana jadi adem dan pelayanan masyarakat semakin enak,” kata dia.

Koordinator Pos PMK Bulak M. Saatun yang mengomandani pembasahan itu mengatakan pembasahan semacam itu biasanya dilakukan dua kali dalam sehari. Hal itu tergantung cuaca, sehingga apabila cuaca panas, maka dia langsung bertindak untuk melakukan pembasahan.

“Ini sudah perintah lama dari Bu Wali. Kami tadi pembasahan sekaligus melatih keterampilan anggota untuk sigap dalam memadamkan api,” kata Saatun seusai pembasahan.

Selain itu, dengan adanya pembasahan itu, maka pihaknya alat-alat yang digunakan untuk memadamkan api, termasuk water canon itu selalu ready untuk digunakan. Sebab, dia merasa tidak tahu kapan akan terjadi kebakaran, sehingga setiap saat harus selalu siaga.

Sementara itu, Kepala Kepala Dinas Pemadam Kebakaran, Chandra Oratmangun mengatakan pembasahan semacam itu tidak hanya dilakukan di kantor-kantor kecamatan. Namun, biasanya petugas PMK juga melakukan pembasahan di semua kantor-kantor di lingkungan Pemkot, seperti di kantor-kantor keluarahan dan kecamatan.

“Bahkan, berkali-kali kami melakukan pembasahan jalan dan ada Balai Kota Surabaya,” kata Chandra.

Tujuannya, lanjut dia, pembasahan itu untuk menekan panasnya terik matahari yang sangat menyengat akhir-akhir ini. Dengan semakin segar dan dingin, maka diharapkan pelayanan kepada masyarakat bisa lebih maksimal. “Kami biasanya rutin melakukan pembasahan,” pungkasnya. (Ham)

BATULICIN - Sesuai target pembuatan badan jalan di Desa Barokah yang dikerjakan oleh Tentara Manunggal Masuk Desa (TMMD) 101 Kodim 1022 /Tanah Bumbu akan berakhir pada 2 Mei 2018 namun ternyata TMMD dapat menyelesaikan pembuatan badan jalan tersebut lebih awal dari waktu yang ditentukan yakni 19/4/18 atau sudah mencapai 100% selesai.

Dengan demikian pembuatan badan jalan tersebut hanya dikerjakan selama 2 minggu atau 14 hari saja oleh tim Satgas Kodim.1022/ Tnb. Seperti diungkapkan oleh pasi intel kodim 1022 /Tnb Kapten Inf Budi Sarjono bahwa pekerjaan sudah mencapai 100 %. " ya pekerjaan selesai sebelum target karena pada19/4 semua kegiatan TMMD sudah mencapai  100%"sebutnya

Padahal Pemerintah Daerah Tanah Bumbu (Tanbu) menarget 1 (satu) bulan pekerjaan harus selesai, namun ternyata hanya dalam waktu 14 hari pekerjaan sudah mencapai 100 % dengan kata lain pekerjaan telah selesai.

Komendan Distrik Militer (Kodim) 1022 /Tnb pada kesempatan temu wartawan pada 4/4/18  pernah mengatakan bahwa kegiatan TMMD ini membuka jalan baru Barokah - Batulicin atau membuat badan jalan sepanjang 4340 meter, harus selesai sebelum target. "Saya yakin pembuatan badan jalan sepanjang 4340 meter ini akan selesai sebelum target"ungkap Dandim waktu itu.

ternyata apa yang disampaikan Dandim 1022 Tanah Bumbu tepat dan benar dan patut diapresiasi. Karena dari waktu sebulan yang ditarget Pemerintah Daerah Tanah Bumbu, TMMD mampu menyelesaikan pekerjaannya sebelum waktu yang ditentukan. Dengan demikian  waktu target yang diberikan masih tersisa waktu 12 hari lagi.

"Mantap TMMD 101 dan mantap TNI" teriak  Miming yang senang dan bangga atas pencapaian TNI dalam menyelesaikan semua pekerjaan. Baik itu pembuatan badan jalan, bedah rumah, bedah mushollah sunatan masal ,pengobatan masal, pelayanan KB dan pembuatan SIM gratis. "Semua itu lebih menghemat biaya dan profesional"lanjutnya. (MAIYA)
BLITAR – Dalam Rapat evaluasi sinkronisasi dan kordinasi PBB-P2 tahun 2018, Selasa (17/4), Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Blitar, Ismuni mengaku optimis, Pajak Bumi Bangunan Perdesaan Perkotaan (PBBP2) 2018, akan memenuhi target.

Ismuni menyampaikan bahwa realisasi penerimaan PBB-P2 tahun 2018 periode 01 Januari 2018 s/d 16 April 2018 secara keseluruhan mencapai 13,37 persen dan jika dirupiahkan Rp. 4.348.997.300. Jumlah tersebut naik sekitar 4 persen lebih, jika dibandingkan dengan penerimaan triwulan pertama di tahun 2017 yang hanya sekitar 9,69 persen.

“Alhamdulillah 4 tahun berturut-turut prosentase tertinggi pada tribulan pertama yaitu pada tahun 2018 ini. Dan secara akumulasi pada tribulan pertama pada tahun 2015 mencapai 12,91 %, tahun 2016 mencapai 10,23 %, tahun 2017 mencapai 9,69 %. Dan di tahun 2018 pada tribulan pertama ini mencapai 13,37 %”, ungkap Ismuni, Selasa (17/04/2018).

Ada lima kecamatan yang sudah cukup efektif dalam penerimaan PBBP2. Diantaranya Kecamatan Bakung yang sudah mencapai 69,66 persen, Kecamatan Pangungrejo 61,10 persen, Nglegok 31,14 persen, Srengat 20,56 persen dan Kecamatan Wonotirto  mencapai 21,8 persen. Sedangkan Kecamatan yang perolehannya efektif yaitu Kecamatan Wates. Dan Kecamatan yang cukup efektif yaitu Kecamatan Kademangan, sedangkan untuk sisanya yaitu kecamatan yang perolehannya kurang efektif dan tidak efektif. “Ada yang sudah efektif, namun ada juga yang memang tidak efektif sehingga perlu ditingkatkan”, jales Ismuni.

Untuk kecamatan yang belum efektif dalam  memenuhi target, Ismuni menghimbau agar petugas kecamatan sering melakukan evaluasi di tingkat kecamatan. Pihaknya juga meminta petugas kecamatan rajin mendatangi desa. Dengan demikian diharapkan ke depan target PBBP2 semakin meningkat. Karena PBBP2 penting untuk meningkatkan pembangunan di Kabupaten Blitar. Selain itu PBBP2 juga bisa mengenjot Pendapatan Asli Daerah (PAD).“Petugas kecamatan harus sering melakukan evaluasi di tingkat kecamatan. Jangan hanya ditanya melalui telefon. Jadi harus sering didatangi agar segera lunas”, ujarmya.

Dengan rinci Kepala Bapenda Kabupaten Blitar menyebut, bahwa realisasi penerimaan PBB-P2 Tahun 2018, tribulan pertama periode 01 Januari 2018 sampai dengan 16 April 2018 untuk Kecamatan Bakung Bakung 69,66%, Kecamatan Panggungrejo 61,10%, Kecamatan Nglegok 31,14%, Kecamatan Wonotirto 21,78%, Kecamatan Srengat 20,56%, Kecamatan Wates 18,46%, Kecamatan Kademangan 17,03%, Kecamatan Udanawu 14,79%, Kecamatan Kesamben 13,91%, Kecamatan Gandusari 13,05%, Kecamatan Wonodadi 12,44%, Kecamatan Talun 11,96%, Kecamatan Kanigoro 11,11%, Kecamatan Binangun 9,02%, Kecamatan Doko 7,52%, Kecamatan Wlingi 7,34%, Kecamatan Selopuro 5,19%, Kecamatan Garum 5,09%, Kecamatan Ponggok 4,97%, Kecamatan Sutojayan 4,49%, Kecamatan Sanankulon 4,06% dan Kecamatan Selorejo 3,23%. Dengan jumlah keseluruhan penerimaan PBB-P2 Tahun 2018, periode 01 Januari 2018 sampai dengan 16 April 2018 mencapai 13,37%.

Perlu diketahui bahwa pokok ketetapan Pajak Bumi dan Bangunan Perkotaan Perdesaan (PBB-P2) Kabupaten Blitar Tahun 2018 ditetapkan sebesar Rp. 32.516.513.800. dengan jumlah SPPT 754.140 lembar. Dalam rapat evaluasi sinkronisai dan kordinasi PBB-P2 dihadiri oleh Kepala Inspektorat Kabupaten Blitar dan perwakilan dari Bank Jatim yang siap memberikan penjelasan dalam sesi tanya jawab. (VDZ)
BATULICIN - Warga Rt 07 Rw 02 Kelurahan Batulicin Kecamatan Batulicin Kabupaten Tanah Bumbu mengucapkan terima kasih kepada personel TNI Kodim 1022 /Tanah Bumbu (Tnb) yang tergabung dalam Tentara Manunggal Masuk Desa (TMMD)101,  karena telah selesai membedah rumahnya.

Sebut saja namanya Asmuni (42). Awalnya rumah Asmuni sudah tidak layak disebut rumah atau tempat tinggal karena tinggal bagian depannya saja yang masih berdiri sementara ruang tengah dan dapur sudah tidak ada lagi. Oleh tim bedah rumah yakni anggota TNI 1022/Tnb rumahnya yang tinggal bagian depan  itu dibongkar  dan kemudian dibangun kembali.

Sekarang rumah tersebut sudah berdiri megah dengan ukuran 6 x 11 meter Dilengkapi dengan bagian teras 2.5 meter. Sebagai rasa syukur Asmuni kepada Allah Swt dia mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada personel Satgas TMMD 101 yang telah selesai membedah rumah.

"Saya hanya dapat mengucapkan terima kasih kepada Bapak -bapak TNI  Kodim 1022/Tnb karena sebagai orang kecil atau orang yang tidak mampu saya hanya mampu mengucapkan terima kasih dan saya akan selalu berdoa semoga apa yang dilakukan TNI kepada saya dan keluarga saya akan menjadi amal ibadah buat Bapak -bapak TNI"ungkapnya sedih.

Tak terasa air mata Asmuni menitik dipelupuk matanya yang sudah mulai keriput karena dimakan usia, walaupun umurnya masih terbilng muda yakni 42 tahun namun perjalanan hidup yang serba kekurangan membuat kondisi pisiknya tidak sesuai dengan umurnya yang masih muda.

"Ya pak... saya terharu melihat kenyataan hidup saya ini, andaikan kalau bukan program TMMD 101 ini mungkin sampai saat ini rumah saya masih tetap seperti yang dulu, namun alhamdulillah berkat TMMD rumah saya telah berubah menjadi baru dan luas" ucapnya sambil tiada putus -putusnya memanjatkan syukur kepada Illahi robbi. (Mc/Adv/Maiya)