Berita Terbaru

Subscribe

Subscribe

Subscribe

Subscribe

Subscribe

Subscribe

TERPOPULER

Surabaya Newsweek – Tahun 2018 Perusahaan Daerah Air Minum ( PDAM ) Surya Sembada Kota Surabaya,  berkomitmen meningkatkan layanan pada pelanggan, salah satunya bagi warga Surabaya yang belum mendapatkan aliran air bersih.

Mujiaman  Direktur Utama PDAM Surya Sembada Kota Surabaya menjelaskan, untuk tahun 2018 akan menargetkan penambahan pelanggan sebanyak 20843 keluarga. Sedangkan pada saat ini, pelanggan PDAM Surya Sembada Kota Surabaya masih sekitar 550 ribu.

"Kalau target itu (20.843) tercapai, itu artinya seluruh masyarakat Surabaya bisa menikmati air bersih," ujarnya saat press gathering media di lokasi sumber Umbulan Pasuruan, Kamis (14/12).

Masih Mujiaman, sejak menjadi Dirut sudah mampu mengurangi jumlah keluarga yang tidak dapat air. Dari sebelumnya sebanyak 130.000 pelanggan, saat ini berhasil dikurangi sebanyak 100.000 pelanggan.

Ia mengatakan, sebelumnya kapasitas produksi air bersih PDAM Surya Sembada mencapai 9900 liter perdetik. Saat ini pihaknya berhasil meningkatkan produksi menjadi 11.000 liter perdetik.

"Pada tahun 2018 kita tingkatkan lagi menjadi 12.000 liter perdetik," ungkapnya.


Pihaknya saat ini sedang fokus membangun reservoar dan boster yang hampir tersebar di beberapa titik di Surabaya. Tujuannya adalah meningkatkan layanan produksi air bersih kepada pelanggan. ( Ham )
Surabaya NewsweekKapal pesiar Genting Cruise asal Hong Kong berlabuh di Terminal Penumpang Gapura Surya Nusantara – Dermaga Jamrud Utara, Pelabuhan Tanjung Perak pada Selasa, (12/12/2017). Kapal yang memiliki panjang (LOA) 300 meter itu mengangkut penumpang sebanyak 400 tamu. Genting Cruise menjadi kapal pesiar pertama yang sandar di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya tahun 2017.

Hadir dalam acara tersebut Kementerian Pariwisata Dr Indroyono Soesilo, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Widodo Suryantoro dan CEO PT. Pelindo III  I Gusti Ngurah Ashkara Danadiputra.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini yang melakukan sambutan sekaligus ship tour di atas kapal pesiar terbesar se-Asia Tenggara tersebut mengatakan, atas nama warga surabaya kami mengucapkan selamat datang kepada kapten dan seluruh crew kapal yang berkunjung ke Surabaya. “Sangat bangga, kalian datang ke kota sarat akan sejarah,” kata risma di sela-sela sambutannya.

Disampaikan wali kota, kehadiran kapal pesiar di surabaya dari tahun ke tahun terus meningkat. Hal ini dikarenakan, Pemkot Surabaya berserta stakeholder lain benar-benar serius membangun sektor wisata di Surabaya. “Dibandingkan tahun sebelumnya, target jumlah pengunjung tahun ini sudah terlampaui. Dalam 1 tahun bisa 6 kali dan jumlah pengunjung mencapai 4-6 ribu,” jelasnya.

Selain itu, wujud keseriusan ini, lanjut wali kota, berupa penyediaan gaet di bandara dan mempercantik beberapa tempat yang dianggap mampu menarik perhatian wisatawan asing seperti taman, museum dan fasilitas lain yang bakal meningkatkan jumlah wisatawan asing di Kota Pahlawan. “Utamanya kami ingin membuat wisatawan asing nyaman saat berada di surabaya,” imbuhnya.

Tidak hanya serius menggarap sektor wisata, wali kota menambahkan, bahwa pemkot juga memfokuskan diri di bidang jasa dan perdagangan. Tujuannya meningkatkan Pajak Anggaran Daerah (PAD) salah satunya hotel yang mana tahun ini melebihi kapasitas yang ditentukan DPR di atas 50%. “Hingga september 2017 PAD mencapai prosentase 100% lebih,” ujar perempuan kelahiran Kediri diiringi tepuk tanganpara tamu.

Adapun paket tur yang telah disiapkan pemkot bagi wisatawan asing yang datang ke surabaya. “Ada paket kepahlawanan seperti museum, wisata ibadah, heritage, tradisional dan taman. Nanti kita tawarkan. Sebab 3-4 tahun lalu para turis asing hanya stay 3 jam, kini sudah sehari,” ungkap wali kota sarat akan prestasi itu.

Kementerian Pariwisata Indroyono Soesilo mengatakan, destinasi wisata harus dimaksimalkan oleh masing-masing Pemerintah Daerah (Pemda). Alasannya, kerjasama di sektor wisata antara Indonesia dan pihak dream cruise merupakan salah satu cara untuk meningkatkan pendapatan masyarakat. Dengan kehadiran wisatawan asing, kata Indro – sapaan akrabnya, produk-produk yang dijual masyarakat akan laku.

“Jadi bentuk kerjasama ini boleh dibilang win-win solution. Dari pihak Cruise nama mereka akan dikenal masyarakat lokal dan asing sedangkan bagi Indonesia meningkatkan pendapatan masyarakat dan devisa negara, tidak ada yang dirugikan,” pungkas Indro.

Senada dengan Kementerian Pariwisata, CEO PT. Pelindo III  I Gusti Ngurah Ashkara Danadiputra menambahkan, kerjasama di sektor pariwisata yang dilakukan Indonesia dengan kapal pesiar asing merupakan amanah dari pemerintah pusat agar mampu meningkatkan devisa negara. “Selain itu, bagi Pelindo kehadiran kapal pesiar meningkatkan pendapatan sebesar 5-7%,” kata Gusti.


Sementara Presiden Dream Cruises sangat senang dan bangga karena dapat melayani pasar premium terlebih lebih mendukung sektor wisata kapal pesiar di Indonesia utamanya surabaya. “Kami sangat antusias untuk mendukung serta mempromosikan industri pariwisata di surabaya karena kami ingin menjadikan kota surabaya sebagai tujuan utama wisawatawan lokal dan asing,” ungkapnya. ( Ham )
Surabaya Newsweek - Jumlah siswa-siswi berprestasi di tingkat sekolah dasar (SD)/Madrsah Ibtidaiyah (MI) dan SMP/MTs sederajat di Kota Surabaya, semakin bertambah. Berdasarkan data di Dinas Pendidikan Kota Surabaya, tahun ini ada kenaikan jumlah pelajar berprestasi yang cukup siginfikan bila dibandingkan tahun lalu. Hal itu terungkap di acara Adiiswa Fiesta 2017 yang digelar di Gedung Convention Hall, Rabu (13/12/2017). 

Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya, Ikhsan menyampaikan, untuk tahun 2017, jumlah siswa SD dan sederajad di Surabaya yang berprestasi tingkat kota hingga internasional, jumlahnya mencapai 3.272 siswa. Jumlah itu lebih banyak dibanding 2016 yang mencapai 2.379 pelajar. Sementara untuk siswa SMP sederajad, bila di tahun 2016 lalu jumlahnya 2.815 siswa, tahun ini naik menjadi 4.601 siswa. Bila ditotal, tahun ini ada 7.873 pelajar Surabaya yang berprestasi, naik dari 5.194 siswa berprestasi di tahun 2016.

“Jadi memang, semakin tahun, semakin banyak anak-anak kita yang berprestasi baik akademik maupun non akademik, mulai tingkat kota, provinsi, nasional, hingga internasional,” ujar Ikhsan.

Menurut Ikhsan, bertambah banyaknya siswa-siswi berprestasi di Kota Surabaya tidak lepas dari pendekatan yang dilakukan Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini terhadap siswa-siswi SD/SMP sederajat di Surabaya. Wali kota Risma rutin berkunjung ke sekolah-sekolah di Surabaya. Selain melakukan pendekatan terhadap anak-anak yang bermasalah, wali kota juga memotivasi pelajar di Surabaya untuk terus berprestasi.

“Bu wali sangat concern dalam perkembangan anak. Ibu fokus mengembangkan minat, potensi dan keunggulan anak-anak. Tidak hanya di jalur akademis tetapi juga di non akademis. Terbukti, banyak anak-anak yang berprestasi,” sambung Ikhsan.

Sebelumnya, ketika menyampaikan sambutan, Wali Kota Tri Rismharini ‘menantang’ pelajar di Surabaya untuk terus meningkatkan prestasinya. Semisal bila di tahun ini bisa meraih prestasi di tingkat kota, tahun depan bisa ditingkatkan lagi untuk berprestasi di tingkat provinsi, nasional dan bahkan skala internasional.

“Ayo dorong terus prestasi kalian. Jangan diam, harus terus bergerak. Bagi yang sekarang berprestasi tingkat kota, tahun depan harus naik di tingkat provinsi. Kalau langsung naik ke tingkat nasional atau inernasional juga lebih bagus. Nggak ada yang melarang kalian berprestasi,” ujar wali kota.

Lebih lanjut, wali kota menyampaikan bahwa meraih prestasi tidak hanya penting dalam melatih anak-anak Surabaya menjadi anak pemenang. Tetapi juga demi menghindarkan pelajar Surabaya dari ancaman narkoba dan kenakalan remaja. “Kalau kalian terus menjaga prestasi, kalian tidak akan kena narkoba karena kalian akan rajin belajar. Anak zaman now itu anak-anak yang berprestasi, bukan anak-anak yang gagal,” sambung wali kota yang sepanjang tahun 2017 ini telah meraih beberapa penghargaan level internasional.

Wali kota lantas mengundang beberapa perwakilan murid SD/MI dan SMP/MTs untuk naik ke atas panggung dan menyampaikan harapannya terhadap Surabaya. Ada berbagai harapan yang mereka sampaikan. Mulai dari harapan agar sekolah bebas dari bullying, hingga berangkat sekolah tidak macet. Wali kota lantas menjawab harapan tersebut. “Insya Allah di tahun depan, akan ada bus sekolah untuk kalian. Bus nya cantik supaya banyak yang tertarik, dan kalian bisa menggunakan,” sambung wali kota. 


Agenda Adisiswa Fiesta merupakan ajang apresiasi untuk siswa-siswi berprestasi Surabaya yang digelar Dinas Pendidikan Kota Surabaya. Acara ini rutin digelar setiap tahun sejak 2013 demi memberikan motivasi kepada pelajar prestasi untuk terus mengembangkan potensi dan bakatnya. Untuk tahun ini, tema yang diangkat adalah “Pelajar Surabaya Berkarya untuk Indonesia. (Ham )
Surabaya Newsweek- Dinilai Tidak layak sarana dan prasarana Stadion Gelora Bung Tomo, yang menjadi lokasi pertandingan sepak bola dalam skala besar, menjadi sorotan komisi C DPRD Kota Surabaya, menurut Saifudin Zuhri Ketua Komisi C DPRD Surabaya, akses jalan dan sarana parkir menjadi persoalan yang krusial, karena berdampak kepada penonton dan masyarakat sekitar bahkan, me merambah sampai ke matinya aktifitas warga di wilayah Surabaya Barat, saat pertandingan sepak bola digelar.

Masih Saifudin Zuhri, memandang perlu segera melakukan rapat koordinasi dengan beberapa Organisasi Perangkat Daerah ( OPD ) di lingkungan Pemkot Surabaya, termasuk Dispora yang selama ini diberikan kewenangan untuk mengelola.

“Kami akan segera panggil OPD, untuk membahas soal GBT, untuk waktunya belum bisa ditentukan sekarang, karena minggu depan masih padat agenda,” tandas Saifudin Zuhri Rabu (13/12/2017)

Menurutnya, rapat ini sangat penting, sebab berkaitan erat dengan keluhan sekaligus kepentingan masyarakat di wilayah Surabaya Barat, yang selama ini berdampak langsung oleh kegiatan di GBT.

“Intinya, dibutuhkan solusi cepat dalam jangka pendek, sembari menunggu realisasi pembangunan JLLB, yang menurutnya masih menjadi wacana belaka,” tandasnya.

Saifudin Zuhri  menjelaskan bahwa, sebetulnya alokasi anggaran untuk wilayah di sekitar GBT sudah masuk dalam rapat pembahasan APBD TA 2018 kemarin, namun akhirnya dicoret saat masuk ditahapan rapat Banmus dan Banggar.

“Andai saja alokasi anggaran untuk wilayah GBT di pembahasan APBD 2018 kemarin tidak dicoret, kemungkinan sudah bisa membebaskan lahan untuk akses jalan alternatif atau park n ride,” ungkapnya..

Namun politisi PDIP ini berjanji akan berupaya sekuat tenaga melalui Komisi C agar, anggaran untuk pembebasan lahan di sekitar GBT, yang peruntukannya untuk sarana dan prasarana bisa masuk dalam PAK


“Kami akan berusaha untuk memasukkan anggaran pembebasan di lokasi sekitar GBT bisa di bahas dimasukan dalam PAK,” tambahnya. ( Ham )

Surabaya Newsweek-  Prediksi tingginya curah hujan di bulan Desember hingga Januari tahun 2018 membuat Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini terus melakukan pengecekan rumah pompa sekaligus meninggikan pintu air di kawasan Bosem Moro Krembangan dan Tambak Wedi pada Rabu, (13/12/2017). 

“Melihat curah hujan yang tinggi khususnya di bulan Januari, kami akan membangun kembali rumah pompa baru, sedangkan pintu air akan dilakukan peninggian agar mampu membendung air laut saat pasang,” kata wali kota usai melakukan sidak. 

Menurut Risma, peninggian pintu air dan penambahan rumah pompa sangatlah penting. Sebab, wali kota mengungkapkan akhir-akhir ini rumah pompa tidak mampu membendung derasnya air laut ketika pasang. “Makanya saya perintahkan PU Bina Marga untuk membuat rumah pompa baru dan meninggikan pintu air utamanya yang langsung menghadap ke laut," imbuhnya. 

Sementara untuk sedimen (endapan) air yang saat hujan tiba hampir melewati batas pintu air,  wali kota menegaskan bahwa pemkot secara rutin melakukan pengerukan sungai setiap hari. “Kami melakukan pengerukan sungai setiap hari, bahkan dalam 1 tahun kami bisa melakukan pengerukan sebanyak 2 kali,” ujar wali kota sarat akan prestasi itu. 

Selain pengerukan sungai, pemkot juga menyediakan tempat pemisah pembuangan air limbah rumah tangga dengan drainase air hujan yang diletakkan di beberapa pedestrian seperti di Manyar dan Balai Kota. Tujuannya, kata dia, memperlambat derasnya volume air laut. “Meskipun dalam pembangunnya memakan biaya yang cukup mahal,” ungkap wali kota perempuan pertama di surabaya ini. 


Dalam waktu dekat, pemkot akan terus melakukan peninggian tanggul laut di 2 kawasan tersebut dan kawasan lainnya supaya ketika hujan deras dan air laut naik maka tidak sampai masuk ke daratan. 

“Meskipun PU Bina Marga sudah melakukan peninggian, tapi saya tetap meminta untuk ditinggikan lagi, kan percuma ada rumah pompa tapi air lautnya masuk ke daratan,” pungkasnya.( Ham ) 
Surabaya Newsweek- Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memiliki komitmen menyediakan ruang bagi pelaku kesenian rakyat di Kota Pahlawan untuk mengekspresikan kreativitasnya. Termasuk seni ludruk yang memang merupakan salah satu ikon seni rakyat. Wujud komitmen pemkot tersebut dirupakan dalam acara nonton bareng kesenian rakyat yang digelar di Gedung Balai Budaya di kompleks Balai Pemuda, Kamis (14/12).   

Hadir dalam acara tersebut, Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Surabaya, Widodo Suryantoro dan Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya, Ikhsan, para pelaku seni serta ratusan siswa-siswi. Para pelajar SD tersebut memang diundang untuk nonton bareng sekaligus dikenalkan pada seni kesenian ludruk. 
"Kegiatan ini merupakan bentuk transfer knowledge. Harapannya, dengan nonton bareng seperti ini, bisa menanamkan rasa bangga dan cinta anak-anak terhadap kesenian ludruk. Karena kalau nggak, ya anak-anak muda nggak mungkin tahu. Ndak bisa mereka hanya mendapatkan pelajaran sekolah. Jadi memang ini harus dihidupkan,” ujar wali kota.
Sebelum, ketika menyampaikan sambutan, wali kota mengatakan bahwa penting untuk mengenalkan kesenian rakyat kepada anak-anak. Selain demi menumbuhkan cinta terhadap kesenian rakyat, juga memberikan wawasan serta mendorong minat anak-anak yang memang punya bakat berkesenian. Karena memang, tidak semua anak memiliki keunggulan dalam ilmu akademis di sekolah. 
"Keberhasilan dan kesuksesan itu hak kita semua. Kalau ada anak yang pandai bermain musik, drama, ludruk, silakan. Kalian boleh jadi pemain sepak bola, basket. Boleh. Tidak ada yg melarang," ungkap wali kota. 
Ke depannya, wali kota menyebut pemkot akan menempatkan pusat kegiatan seni di satu tempat. Rencananya, gedung pusat pertokoan Hi-Tech Mall akan dioptimalkan menjadi pusat kegiatan seni. Selain sebagai tempat pagelaran seni, juga akan ditujukan sebagai tempat berlatih para seniman. 
“Lantai satu untuk anak-anak ini latihan. Jadi setiap hari latihan. Kalau anak-anak bisanya hari Selasa, ya dia hari Selasa latihan di situ. Bisa main drama, main musik, main tari, nanti semua akan kita siapkan. Lalu yang lantai dua nanti yang agak profesional untuk latihan, terus yang lantai tiga ingin seperti yang ada di broadway ada pentas dan lain-lain,” jelas wali kota yang semasa sekolah aktif berkegiatan seni ini.
Di sisi lain, sutradara ludruk Irama Budaya, Maimura menyampaikan apresiasinya kepada pemerintah kota. Menurutnya kegiatan nonton bareng seperti ini akan memberikan ruang sekaligus transfer pengetahuan kepada anak-anak sekolah. "Saya melihat pemkot punya desain yang menarik untuk kehidupan kesenian di Surabaya," ujarnya.

Dia berharap, agenda nonton bareng kesenian rakyat seperti ini bisa rutin digelar pemkot. “Saya kira ini yang harus dilakukan Pemkot Surabaya. Kalau anak-anak kita dijadwalkan satu bulan sekali, dan kantor-kantor dijadwalkan sebulan sekali saja, maka kehidupan kesenian di Surabaya khususnya kesenian tradisi dan kesenian yang lainnya bakal hidup, saya kira konsep itu yang harus dipikirkan dan dilakukan,” tuturnya.(Ham )
Surabaya Newsweek- Sidang kasus dugaan penipuan dan penggelapan pedagang Pasar Turi dengan terdakwa Henry J Gunawan, Direktur Utama PT Gala Bumi Perkasa (GBP) digelar dengan agenda pembacaan eksepsi. Sidang kali ini pembacaan eksepsi diwakili oleh kuasa hukum Henry yang baru yaitu Yusril Ihza Mahendra.

Sidang kali ini mengagendakan pembacaan eksepsi (keberatan atas dakwaan). Dalam nota eksepsi sebanyak 32 halaman ini, Yusril sebagai kuasa hukum Henry mengajukan tiga poin keberatan kepada majelis hakim yang diketuai Rochmad.

Keberatan yang pertama terkait kewenangan mengadili. Menurut Yusril, surat dakwaan Jaksa Penuntut Umum dibuat dengan mengada-ada karena materi yang dijadikan dasar dakwaan sebenarnya bukan tindak pidana.

“Melainkan perkara perdata antara Abdul Syukur dkk yang telah melakukan pengikatan dengan PT GBP dalam PIJB (Perjanjian Ikatan Jual Beli), dimana PIJB tergantung dari perjanjian pokok yaitu perjanjian kerjasama antara Pemkot Surabaya dengan PT GBP,” ujarnya pada persidangan yang digelar di Pengadilan Negeri Surabaya, Kamis (14/12/2017).

Menurut Yusril, fakta sebenarnya adalah Pemkot Surabaya dalam perjanjian perjanjian kerjasama a quo tidak pernah belum melepaskan hak pakai atas tanah Pasar Turi kepada negera.

“Apalagi PT GBP belum pernah menerima HPL (hak pakai lahan) dari Pemkot Surabaya. Sehingga PT GBP tidak bisa mengurus HGB atas nama pihak penerima hak yaitu para pedagang Psar Turi,” tegasnya.

Selain itu, pada 9 April 2015 di kantor BPN Jatim terjadi pertemuan yang dihadiri salah satunya adalah BPN Jatim, Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya, Pemkot Surabaya, Perwakilan PT GBP. Pertemuan itu untuk membahas masalah Strata Title Pasar Turi.

“Fakta pertemuan itu membuktikan bahwa Kejari Surabaya tentunya selaku penuntut umum dalam perkara ini sudah mengetahui dan paham bahwa perkara ini sebenarnya bukan perkara pidana,” bebernya.

Apalagi dalam kasus sengketa Pasar Turi, Pemkot Surabaya telah menggugat PT GBP ke PN Surabaya beberapa waktu lalu. Dan hasilnya, gugatan perdata yang diajukan Pemkot Surabaya telah ditolak oleh majelis hakim PN Surabaya.

“Hal ini semakin menguatkan bahwa persoalan Pasar Turi bukan pidana, melainkan perkara perdata,” terangnya.

Atas dasar itulah, Yusril menyimpulkan bahwa PN Surabaya tidak memiliki kewenangan untuk memeriksa dan mengadili perkara atas nama Henry J Gunawan dan surat dakwaan jaksa dianggapnya tidak cermat.


“Kami mohon kepada majelis hakim untuk menjatuhkan menerima eksepsi terdakwa seluruhnya, menyatakan PN Surabaya tidak berwenang mengadili perkara ini, menyatakan surat dakwaan batal demi hukum, menyatakan persidangan tidak dapat dilanjutkan,” pungkasnya. ( Ham )
Surabaya Newsweek- DPRD Kota Surabaya saat ini tengah mengebut Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Jaringan Jalan, yang di dalamnya memuat aturan mengenai parkir progresif.
Diharapkan, dengan aturan tersebut nantinya bisa menambah pendapatan asli daerah (PAD) serta menertibkan kawasan parkir di Kota Pahlawan.
Sukadar Anggota Komisi C DPRD Surabaya mengatakan, perda tersebut nantinya juga bisa menjadi acuan bagi dinas perhubungan (Dishub) untuk menentukan besaran tarif progresif di Park and Ride yang selama ini memang tarifnya tergolong murah.
Dia menyebutkan, sejumlah ruas jalan yang badan jalannya biasa digunakan untuk parkir, bakal ada yang dihapuskan. Menurut Sukadar, raperda yang masih digodok oleh pansus tersebut diharapkan segera disahkan dalam waktu dekat.
"Dalam satu bulan ini akan disahkan. Masalahnya dalam perda itu ada penghapusan titik parkir tepi jalan," kata Sukadar.
Dia menambahkan, nantinya ada sebanyak 1.500 titik parkir di Surabaya. Saat ini titik-titik parkir sedang dievaluasi, dan yang memang tidak layak digunakan untuk parkir tepi jalan, akan dihapus.
Selain juga perlu disiapkan alat parkir meter yang bisa membantu untuk melaporkan kondisi penerimaan retribusi parkir dengan cara yang sistematis.
"Bisa pakai yang sederhana, atau yang seperti di balaikota. Memang mahal tapi investasi dalam satu tahun saja sudah balik kok," tuturnya.
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi C DPRD Surabaya, Buchori Imron berpendapat, adanya parkir zona ini terbilang cukup penting.
Menurutnya, pengendara akan berhitung saat akan parkir, sebab tarifnya akan lebih mahal. Terutama yang parkir di badan jalan. “Sehingga harapannya kendaraan yang parkir di badan jalan bisa berkurang," ujar Buchori.
Evaluasi yang telah dilakukan saat ini, banyak terjadi kebocoran parkir dari jukir di titik parkir tepi jalan umum. Dia pun mendorong agar sebelum diterapkan parkir zona ini, alatnya disediakan.
"Tidak perlu yang mahal, tapi bisa pakai parkir meter yang portabel, bentuknya seperti tembak," ungkapnya.
Guna mengurangi kebocoran, lanjut Buchori, pihaknya menyarankan agar, diterapkan alat parkir meter tersebut. Dia menilai alat ini lebih praktis dibandingkan dengan parkirmeter yang sekarang sudah terpasang di Balai Kota.
Alat tersebut, imbuh Buchori, harganya cukup mahal, yaitu sekitar Rp 120 juta per unit.

"Kalau pakai alat yang portable, tidak berat. Yang penting transaksi parkirnya terekam, dan potensi kebocoran bisa ditekan maksimal," tandasnya.( Ham )