Berita Terbaru

Subscribe

Subscribe

Subscribe

Subscribe

Subscribe

Subscribe

TERPOPULER

BATULICIN - Hasil Pemandangan umum Fraksi akhirnya sampai pada jawaban Bupati Tanah Bumbu tentang RAPBD tahun 2019. Jawaban itu disampaikan melalui Sekretaris Daerah Kabupaten Tanah Bumbu H. Rooswandi Salem. M. Sos.MM, Kamis (15/11) di ruang paripurna DPRD Kab.Tanah Bumbu.

Mendengar dari jawaban itu, sebagaimana yang diinginkan sejumlah fraksi pada pemandangan terhadap RPBD 2019 tersebut  diantaranya lebih mengarah pada optimali retribusi daerah demi meningkatkan PAD.

Penekanannya, pihak Eksekutif  akan terus berupa meningkatkan PAD salahsatunya optimalisasi peningkatan pendapatan melalui SKPD penghasil. Kemudian  Pemerintah Daerah akan memiliki ikon baru tentang pengembangan rumah Tahfiz di Tanah Bumbu. Kemudian pengembangan SDM,  honor Guru Swasta serta pelayanan air bersih.

Atas nama Eksekutif, Sekda mengucapkan terimakasih, kepada seluruh anggota DPRD Kabupaten Tanah Bumbu, terutama kepada seluruh unsur pimpinan dan fraksi-fraksi, yang telah bekerja keras membahas raperda ini.

"Melalui konsistensi dan kerja keras kita selama ini, diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata terhadap mutu dan kualitas pelayanan optimal kepada seluruh masyarakat di daerah ini,"pungkasnya.

Sementara  itu rapat dipimpin Ketua DPRD Kab. Tanbu H. Supiansyah. ZA. Turut hadir pimpinan SKPD Pemkab Tanbu serta Forum Koordinas Pimpinan Daerah, setempat.(Mc/Adv/Maiya)

Surabaya NewsWeek- Usai membuka kegiatan Surabaya Nation Summit (SNS), Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini bersama Ketua strat up NOVALiverpool Professor Paul Morrissey dan pelaku start upFukuoka, Jepang Mumu Makinose menjadi pembicara dalam seminar bertajuk smart city di Diamond Room lantai 3, Grand City Convex pada Jum’at, (16/11/2018).
                   
Wali Kota Risma – sapaan akrabnya mengatakan, penerapan smart city di Surabaya terbagi menjadi enam bagian yaitu, smart people, smart living, smart goverment, smart economy, smart mobility dan smart environment. “Enam poin ini yang menjadi parameter untuk mengembangkan smart city di Kota Surabaya,” ujarnya.

Dalam paparannya, Wali Kota Risma menjelaskan banyak hal terkait keenam parameter yang pada akhirnya mampu membuat pemerintah membangun kota serta masyarakatnya. Meskipun, lanjutnya, dengan biaya yang terbatas. “Apa kita kerja harus menunggu uang dulu, kan tidak mungkin. Kita harus berani melangkah,” tuturnya.

Ia juga menyampaikan kepada anak muda di Surabaya agar banyak belajar dan mendengar pengalaman yang nantinya dibagikan Professor Paul Morysey dan Mumu Makinose terkaitstart up. Artinya, anak muda harus berani dan tidak takut menciptakan ide-ide yang menarik agar diminati orang-orang. “Ruang itu sangat terbuka, jadi harus ada perubahan. Ayo bangun-bangun dan semangat,” seru wali kota sarat akan prestasi itu diiringi tepuk tangan.

Professor Paul Morrissey selaku Ketua strat up NOVA Liverpool berbagi pengalamannya membangun smart city di Liverpool. Awalnya, Ia mengajak anak-anak untuk menerapkan beberapa program dalam membangun sebuah kota di Liverpool. Hal ini, kata Dia, penting dilakukan karena semua warga harus saling berkolaboasi. “Kami semua harus berkolaborasi satu sama lain untuk mendukung dan membangun suatu negara,” kata Paul.

Terkait start up, Paul mengingatkan kepada anak-anak muda agar tidak terlalu fokus dalam hal inovasi, melainkan, harus memahami produk yang sedang dibutuhkan masyarakat sehingga laku di pasaran. “Harus jeli melihat apa yang sedang dibutuhkan masyarakat,” imbuh Paul.  

Sementara itu, Mumu Makinose berbagi pengalaman terkait upaya membangun startup di Kota Fukuoka yang dari tahun ke tahun meningkat hingga menjadi yang terbaik di negara Jepang. Caranya, lanjut Mumu, anak-anak muda mencari informasi tentang start up sebanyak-banyaknya.

Lebih lanjut, peran pemerintah menjalin kerja sama dengan 10 negara (dengan permulaan) untuk pengembangan ruang dan data awal. “Selain itu, pihaknya juga membuat Global Start Up Center yang berisi data permulaan di Fukuoka dan menyebarkannya ke seluruh dunia,” jelasnya.( Ham )  


Surabaya NewsWeek- Kepala Badan Ekonomi Kreatif RI Triawan Munaf didampingi Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini dan Presiden Global Enterpreneurship Network (GEN) Global, Jonathan Ortman serta tamu kehormatan secara resmi membuka Startup Nations Summit (SNS) yang digelar di Grand City Mall Surabaya, Jumat (16/11/2018).

Pembukaan acara yang digelar selama dua hari, yakni 16-17 November itu ditandai dengan pemukulan gong dan dilanjutkan dengan dua atlet panahan Surabaya yang memanah balon hingga terbukalah Banner bertuliskan “welcome to Surabaya” dan “Startup Nations Summit Surabaya 2018”.

Selanjutnya, pembukaan itu semakin meriah ketika beberapa atlet turun bergelantungan di panggung SNS dan kemudian memberikan bunga kepada para tamu.

Wali Kota Risma menjelaskan bahwa Kota Surabaya menjadi tuan rumah SNS itu merupakan proses panjang yang harus dilalui oleh Wali Kota Risma. Ia mengaku sengaja ngotot untuk menjadi tuan rumah SNS ini karena dia ingin membangunkan anak-anak Surabaya bahwa dunia sudah berubah.

“Alasan lainnya, anak-anak Surabaya ini tidak perlu mencari dan menunggu lowongan pekerjaan, tapi sudah saatnya untuk bisa menciptakan pekerjaan sendiri,” kata Wali Kota Risma menjelang pembukaan SNS.

Selain itu, ia menjelaskan penduduk Kota Surabaya itu terdiri dari 40 persen usia muda, sehingga dia ingin anak-anak Surabaya dan anak-anak lainnya di Indonesia bergerak mengikuti perubahan itu.

“Makanya, saya buat acara selama sekitar satu minggu dengan menggandeng SNS, Bekraf dan juga menggelar acara Innocreativation untuk membuat shock, sehingga anak muda yang berjiwa pengusaha dan sedang merinti usaha, bisa bergerak dan berani mengambil keputusan,” tegasnya.

Ia juga mengaku sangat bersyukur karena warga Surabaya mau diajak untuk berwirausaha dan saat ini pergerakannya sangat pesat. Hal itu terlihat dari banyaknya peserta Pahlawan Ekonomi dan Pejuang Muda yang rutin digelar setiap minggunya.

“Saya mulai dengan 89 kelompok dan saat ini sudah mencapai 9.500 lebih kelompok yang tumbuh di Surabaya. Tentunya saya masih ingin banyak lagi startup yang tumbuh,” kata dia.

Pada saat pembukaan itu, Wali Kota Risma berharap event SNS itu bisa menjadi acara kolaborasi terbesar di Indonesia dalam dunia startup. Melalui acara itu, Wali Kota Risma juga berharap pembuat kebijakan akan semakin mensupport para pelaku entrepreneur dan pelaku industri kreatif demi masyarakat dan generasi bangsa ke depannya.

“Saya harap semua delegasi dapat menikmati keramah-tamahan kami di Surabaya dan selamat menikmati Surabaya sebagai rumah kedua bagi Anda,” imbuhnya.

Presiden Global Enterpreneurship Network (GEN) Global, Jonathan Ortman mengatakan Startup Nations Summit ini adalah pertemuan di tingkat global yang menghadirkan menteri dan pejabat pemerintahan. Nantinya, mereka akan membahas bagaimana menciptakan peluang kerja dan entrepreneur bagi kota dan negaranya masing-masing. 

“Mereka juga akan membicarakan target ekonomi dan mencari cara baru untuk menciptakan kesempatan entrepreneur yang lebih besar,” kata Jonathan.

Ia juga mengaku sangat senang bisa berkolaborasi dengan Kota Surabaya yang memiliki wali kota yang sangat luar biasa dan menjadi contoh dalam dunia global dan kewirausahaan. Bahkan, ia menilai Surabaya sebagai kota terbesar kedua di Indonesia memiliki banyak keunggulannya. Salah satunya pemerintahannya sangat getol memberikan peluang dan dukungan kepada para pelaku start up.

"Inovasi menjadi hal yang harus dikembangkan oleh anak muda untuk membangun usaha entrepreneur berbasis startup," kata Jonathan.

Sementara itu, Kepala Badan Ekonomi Kreatif RI Triawan Munaf sangat mengapresiasi digelarnya SNS di Surabaya ini. Sebab, melalui acara ini, pihaknya akan mendapat landasan penting dalam membuat kebijakan demi kemajuan dunia startup dan industri kreatif di Indonesia.

"Dari SNS kami bisa mendapatkan perspektif dari berbagai negara. Sehingga membantu kami membuat policy nantinya. Terima kasih Bu Risma telah menghelat acara ini," kata Triawan saat memberikan sambutan dalam pembukaan.

Ia juga menilai bahwa startup itu memiliki potensi besar untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi suatu Negara, termasuk Indonesia. Oleh karena itu, pemerintah RI juga sedang fokus mengembangkan startup dengan membuat kebijakan-kebijakan yang sangat mendukung terhadap tumbuh kembangkan suatu startup.

"Kami sangat menyadari pentingnya pertumbuhan startup. Karena itu kami menghapus regulasi yang sekiranya tidak mendukung dan menghambat pertumbuhan startup itu," pungkasnya. ( Ham )


Surabaya NewsWeek- Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini membuka sekaligus melakukan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Indonesia, Triawan Munaf di mall grand city pada Kamis, (15/11/2018), malam. MoU dilakukan sebagai landasan pelaksaan berbagai program Bekraf dalam pengembangan ekonomi kreatif di Surabaya.
                 
Dalam sambutannya, Wali Kota Risma - sapaan akrabnya mengucapkan terima kasih atas kepercayaan dan ruang yang diberikan Bekraf untuk anak muda di Kota Pahlawan.

“Anak muda di Surabaya ingin belajar sekaligus meningkatkan industri kreatif untuk memperbaiki kualitas produksi lokal yang bisa dibawa ke tingkat dunia,” ujar Wali Kota Risma diiringi tepuk tangan.

Wali Kota Risma menekankan kepada anak muda agar menggali dan mengembangkan potensi salah satunya melalui acara seperti ini agar mampu berprestasi. “Ayo kembangkan kekayaan lokal dari nenek moyang yang mampu menarik wisatawan asing untuk datang kesini,” tegasnya.  

Melalui acara ini, Ia meminta agar anak muda mengasah ilmu yang diperoleh lalu mengembangkan talenta dan menghasilkan karya. Sebab, kata dia, industri kreatif adalah industri yang tidak mati sampai kapanpun. “Tidak ada istilah lelah untuk belajar dan berkarya,” tuturnya. 

Triawan Munaf selaku Kepala Bekraf Indonesia menuturkan, Bekfest merupakan festival kinerja atau ajang bagi Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) untuk menyampaikan hasil capaian kinerjanya kepada masyarakat luas dalam membentuk ekosistem ekonomi kreatif (ekraf) nasional.

Lebih lanjut, Bekfest juga sebagai bentuk dukungan dan apresiasi kepada pelaku ekraf yang telah ikut berkontribusi terhadap kemajuan Bekraf Indonesia serta meningkatkanawareness masyarakat terhadap potensi Bekraf yang dimiliki. “Acara ini juga memberi gambaran apa saja yang telah dilakukan ekraf dalam mewujudkan Indonesia menjadi salah satu kekuatan ekonomi kreatif dunia ke depan,” terangnya.  

Disampaikan Triawan, kehadiran ekonomi kreatif dinilai memiliki peranan penting dalam perekonomian nasional yang mampu menyumbang Pendapatan Dometik Bruto (PDB) hingga Rp922 triliun pada 2016. 

Angka ini, lanjutnya, diprediksi terus naik setiap tahunnya sekitar 10% sehingga pada 2017 diprediksi mencapai lebih dari Rp1.000 triliun. “Salah satunya melalui ruang kreasi semacam film, musik, fashion dan kuliner,” sambungnya. 

Dengan diselenggarakannya Bekraf Festival di Surabaya, Triawan berharap masyarakat dapat lebih paham dan peduli terhadap perkembangan ekonomi kreatif di daerahnya dan terus konsisten dalam berkontribusi memajukan ekonomi kreatif di Indonesia. 

“Selain itu, penyelenggaraan Bekfest 2018 membawa dampak positif bagi ekosistem ekonomi kreatif di Indonesia, akademisi, sektor bisnis, pemangku kepentingan ekonomi kreatif dan masyarakat luas bahkan menyentuh level pelajar dan mahasiswa,” imbuh Triawan.

Usai membuka acara, Wali Kota Risma bersama Triawan meninjau garapan kerajinan tangan anak muda dari beberapa daerah antara lain, Bangka Belitung, Siak, Singkawang, Wakatobi dan Sumbawa.( Ham ) 


Surabaya NewsWeek- Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengajak anak muda Surabaya untuk menghadiri acara Bekraf Festival yang akan dibuka mulai nanti malam, Kamis (15/11/2018). Bahkan, pada saat pembukaan itu, Wali Kota Risma dan Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Triawan Munaf akan menandatangani nota kesepahaman atau MoU kerjasamanya tentang pengembangan ekonomi kreatif.

“Bekraf Festival ini merupakan upaya dari pemerintah untuk bisa membantu kalian semua anak muda supaya bekerja di sektor industri kreatif,” kata Wali Kota Risma di Balai Kota Surabaya.

Di acara itu, lanjut Wali Kota Risma, para peserta bisa berbincang langsung dengan para artis, belajar langsung dengan para pelaku idustri kreatif. Tujuan utamanya adalah untuk belajar dan menambah wawasan, ilmu pengetahuan dan bertanya sesuatu yang mungkin tidak paham soal industri kreatif. Yang paling penting, dalam acara ini Bekraf akan memberikan fasilitas kepada para pelaku yang sudah punya produk atau masih dalam pembuatan produk.

“Apapun bentuknya, mungkin seperti handicraft, komik atau film dan karya lainnya, nanti bisa difasilitasi hak cipta dan hak patennya oleh Bekraf,” tegasnya.

Menurut Wali Kota Risma, hal ini sangat penting bagi para pelaku industri kreatif. Sebab, jangan sampai di kemudian hari karya atau produknya dicuri oleh orang lain. Hal ini sudah pernah terjadi di Surabaya, salah satu startupnya diambil oleh orang lain. 

“Ini penting ke depan jangan sembrono. Jangan sampai karya kalian ada yang mencuri, sehingga kerja keras kalian yang sudah bertahun-tahun hilang,” imbuhnya.

Oleh karena itu, Wali kota perempuan pertama di Kota Surabaya it uterus mengajak kepada anak muda Surabaya untuk hadir pada acara Bekraf Festival yang akan digelar mulai tanggal 15-17 November 2018. 

“Jadi, ini kesempatan bagi seluruh anak muda. Saya berharap bisa meninggalkan sesuatu untuk kalian sebagai wali kota. Untuk kalian bisa belajar, mendengar dan menanmbah ilmu pengetahuaan. Di sini, di acara ini,” kata dia.

Bahkan, ia juga meminta anak muda Surabaya itu untuk meninggalkan sementara hal-hal yang kurang penting. Sebab, hal ini untuk masa depan anak muda ke depannya, untuk masa depan keluarga, bangsa dan Negara. 

“Ayo datang, jangan sampai lewatkan kesempatan ini mumpung acara ini ada di Surabaya,” ajaknya.

Wali Kota Risma menambahkan, untuk menggelar acara ini tidak mudah. Bahkan, ia harus berkali-kali mengunjungi Bekraf dan SNS untuk meyakinkan mereka untuk menggelar acara di Surabaya. Makanya, pada acara ini didatangkan pembicara dari Indonesia dan luar negeri, termasuk dari Google, Facebook dan Instagram serta Wakil Wali Kota Liverpool.

“Harapannya, suatu saat nanti (ketika bukan Wali Kota Surabaya), saya bisa mendengar oh itu anakku yang berprestasi di Amerika sana. Oh itu anakku yang berprestasi di Jepang sana. Itu yang saya harapkan dari anak-anakku,” pungkasnya. ( Ham )

BATULICIN - Adanya laporan masyarakat tentang keberadaan anak punk  yang meresahkan, membuat Tim Unit Tanggap Siaga (UTS) Satpol PP Tanah Bumbu melakukan Patroli diwilayah Kecamatan Kusan Hilir, Kamis (15/11).

Hasilnya, sebanyak 5 (Lima) anak punk berhasil ditertibkan dan diamankan oleh Satpol PP Tanbu. Selanjutnya, anak punk tersebut dibawa ke Posko Damkar Pagatan untuk dibina oleh Dinas Satpol PP dan Damkar, Dinas Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, dan Dinaas Sosial Tanbu.

Kabid Penegakan Peraturan Perundang-undangan pada Dinas Satpol PP dan Damkar, Muhammad Jailani mengatakan anak punk ini  melanggar Perda Nomor 9 Tahun 2018 tentang ketertiban umum dan ketentraman masyarakat di Kabupaten Tanah Bumbu.

Menurut Jailani, kronologis penertiban anak punk dimulai dari adanya laporan masyarakat tentang keberadaan anak punk yang meresahkan di wilayah Kecamatan Kusan Hilir.

Menyikapi hal itu, Tim Unit Tanggap Siaga  turun kelapangan menyisiri Kota Pagatan. Hasil penyisiran ditemukan  anak punk dan selanjutnya diamankan. Dari hasil penyidikan, anak punk tersebut berasal dari luar Kabupaten Tanah Bumbu. (Mc/Adv/Maiya)
BATULICIN - Kegiatan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) kembali dilaksanakan di bulan November ini.

Germas kali ini dilaksanakan di Batulicin sekaligus pula dengan pelaksanaan peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke 25 dan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke 54.

Kegiatan dilaksanakan Sabtu 17 November 2018 di Hutan Kota Batulicin Jalan Poros 30, Tanah Merah, Kecamatan Batulicin ini dimulai dari Jam 07.00 wita sampai selesai.

Selain di isi dengan kegiatan Senam Germas, kegiatan lainnya yaitu Cek Kesehatan Gratis, Gerakan Makan Buah dan Sayur, serta Gelar Dagang Produksi UPPKS.

Kegiatan ini, selain diikuti oleh Jajaran Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu juga terbuka untuk masyarakat  umum. (Mc/Adv/Maiya)

BLITAR - Sidang lanjutan perkara narkoba yang menjerat DAVID HERMAWAN Als KASIDI Bin HERWINTO kembali digelar di Pengadilan Negeri Blitar, Rabu (14/11). Kali ini, Jaksa Penuntut Umum Rr.Hartini diberikan kesempatan untuk menghadirkan saksi ke persidangan. Untuk identitas saksi, merupakan petugas kepolisian Penyidik Satnarkoba Polres Blitar Kota, Aiptu Suprianto yang menyidik David.

Seperti diketahui, David  sudah menjalani sidang ke sepuluh dengan agenda pemeriksaan saksi verbalisan. David dikenakan  pasal 112 ayat (1)  Undang Undang RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika atas kepemilikan sabu-sabu seberat 0,23 gr (nol koma dua puluh tiga)   gram berat bersih 0,04 gr (nol koma nol empat).

Yang menarik dalam persidangan ini saksi saksi yang dihadirkan JPU masih dari penyidik polisi, seperti sidang sebelumnya yang juga telah menghadirkan saksi mantan Kasatres Narkotika Polres Blitar Kota.

Dalam kesaksiannya saksi menyampaikan apa yang dilakukan saat penyidikan sudah sesuai dengan apa yang tertulis dalam BAP bahwa terdakwa telah mengakui barang bukti sabu seberat 0,23 gr adalah miliknya dan penangkapan telah sesuai dengan prosedur yang ada.


Saat Hakim anggota Christina menanyakan tentang pendampingan pengacara saat melakukan penyidikan saksi menyatakan bahwa terdakwa telah didampingi pengacara. “Kita tetap mengacu pada KUHAP. Mulai awal hingga akhir pemeriksaan terdakwa didampingi PH,” kata Aiptu Suprianto usai persidangan, Rabu (14/11).

Seperti diketahui pada sidang sebelumnya terdakwa selalu membantah kalau penyidik menyediakan pengacara untuknya, karena selama penyidikan terdakwa tidak pernah melihat keberadaan pengacara yang disediakan penyidik.

Suprianto menegaskan, apa yang disampaikannya dalam persidangan sudah sesuai dengan Berita Acara Pemeriksaan (BAP). Namun jika kesaksiannya disangkal terdakwa itu merupakan hak dari terdakwa. “Apa yang saya lihat, saya alami itu sesuai dengan keterangannya terdakwa seperti yang di BAB. Jika disangkal terdakwa, itu haknya dia, hak terdakwa,” tegasnya.

Saat Suhadi menanyakan apakah ada saksi lain yang diperiksa dalam penyidikan saksi menjawab tidak ada saksi lain karena tidak ikut dalam penangkapan“ Kalau saya pribadi yang menangkap itu adalah petugas yang lain, itulah yang saya ketahui “ jelas Suprianto.

Suhadi,SH.M.Hum kali ini menanyakan kepada saksi apakah yang menjadi dasar pemeriksaan terdakwa berdasarkan KUHAP ? hal ini merupakan hal penting untuk bisa mengurai hal yang sebenarnya dalam persidangan kasus ini. 

Suhadi menandaskan, bahwa upaya penasehat hukum ini bukan dalam rangka mengingkari  BAP. Namun justru meluruskan dan membantu Majelis Hakim dalam mengambil keputusan hukum.

“Tadi ketika kita tanya tentang penyidikan saja tidak jelas, padahal dia penyidik. Nah penyidik itu harus faham tugas dan fungsinya apa. Karena penyidikan itu serangkaian tindakan penyidik untuk mengumpulkan bukti-bukti, kemudian membuat terang suatu peristiwa, selanjutnya menentukan tersangkanya,” jelas Suhadi.

Menurut Suhadi, membuat terang suatu peristiwa ini, tidak boleh diartikan semaunya penyidik. Namun harus diungkap kasus itu sejelas-jelasnya. “Membuat terang suatu peristiwa itu artinya harus diungkap kasus itu sejelas-jelasnya. Itu pesan KUHAP. Jadi bukan semaunya penyidik,” tandasnya.

Suhadi menambahkan, apa yang disampaikan saksi verbalisan ini bukan dalam rangka membuat terang, tetapi justru membuat remang-remang supaya peristiwa sebenarnya tidak terungkap.“Inilah upaya kami untuk mengungkap peristiwa yang sebenarnya. Karena ketika peristiwa itu sebenarnya, bisa jadi konstruksi hukumnya berbeda, dan pertimbangan Hakim berbeda,” tandasnya.

Lebih lanjut Suhadi menyampaikan, kalau suatu data dalam permasalahan hukum khususnya perkara pidana tidak lengkap, itu keliru. “Dari data-data yang tidak lengkap akan menimbulkan persepsi yang salah terhadap data tadi, sehingga kesimpulannyapun keliru. Seharusnya dari data-data yang benar/lengkap itu, maka akan didapat persepsi yang benar, sehingga putusannyapun benar,” paparnya.

Suhadi menegaskan, bahwa pasal 56 KUHAP itu tidak sekedar kepentingan terdakwa, tetapi kepentingan negara dalam penegakan hukum.“Jadi walaupun tersangka menolak, tapi itu wajib, tadi sudah dikatakan wajib. Cuma sayangnya pendampingannya tidak sejak awal,’ tandasnya.

Menurut Suhadi, polisi sebagai saksi itu tidak boleh kalau terkait dengan peristiwa ini, karena punya kepentingan dalam perkara ini. “Jadi kreteria saksi yang dilarang itu diantaranya yang punya kepentingan dalam perkara ini. Yang punya kepentingan siapa, ya saksi 3 polisi yang menangkap, mengintai terdakwa. Tentu mereka punya kepentingan. Dalam keputusan MA ditingkat kasasi nomor 1531 Tahun 2010, itu sudah jelas dalam pertimbangannya Hakim Agung mengatakan tidak boleh penyidik yang terkait dengan perkara dijadikan saksi,” paparnya.

Suhadi berharap, Majelis Hakim ini memutus benar-benar berdasarkan keadilan, namun tentunya harus didasari/dibarengi dengan keilmuan hukum yang matang. Sidang ditunda sampai rabu depan (21/10) dengan agenda menghadirkan saksi dari PH.(VDZ)