Berita Terbaru

Subscribe

Subscribe

Subscribe

Subscribe

Subscribe

Subscribe

TERPOPULER

Surabaya NewsWeek- Kondisi fisik Taman Hiburan Rakyat ( THR ) di Surabaya tepatnya di Jalan Kusuma Bangsa , yang dinilai sangat memprihatinkan dan 85 persen bangunan tidak layak dan sangat membahayakan bagi pengunjung, usai melakukan Inspeksi Mendadak ( Sidak ), Komisi D DPRD Kota Surabaya  mendesak Pemkot Surabaya , untuk segera melakukan revitalisasi terhadap bangunan THR.

Ketua Komisi D DPRD Kota Surabaya, Agustin Poliana mengatakan, APBD Pemkot Surabaya yang sebesar Rp 9,2 Triliun di 2018 ini seharusnya ada kontribusi persentase untuk revitalisasi THR, agar kedepan tempat hiburan THR ini semakin diminati warga.

Masih Agustin, sidak ke THR ini, ia ingin melihat langsung kondisi bangunan yang merupakan salah satu aset Pemkot Surabaya, karena pada bulan April 2019 nanti, bakal dikembalikan pengelolaannya dari PT Sasana Boga ke Pemkot Surabaya.

"Bulan April 2019 nanti kan sudah habis, maka kami ingin melihat langsung kondisi gedungnya karena laporan yang kami terima katanya sangat kumuh, makanya kami sengaja melibatkan teman media saat meninjau langsung," ujarnya di komplek THR Surabaya, Rabu (23/05/2018).

Dirinya menambahkan, Komisi D juga meminta kepada pemkot, apakah pelaksanaannya melalui Disparta atau Cipta karya, agar segera memulai pembuatan DED revitalisasi gedung tersebut sejak awal, nantinya akan difungsikan untuk apa.

"Kalau Wali Kota akan memindahkan kegiatan pementasan budaya di THR seperti ludruk, ketoprak, wayang orang dan stan ke gedung tersebut, tetap saja masih memerlukan pembenahan di beberapa tempat dan itu menyangkut soal anggaran," ungkap Agustin. ( Ham )
Surabaya NewsWeek- Pasca sepekan Kota Surabaya ditimpa musibah, yang berimbas pada turunnya transaksi penjualan di beberapa pusat perbelanjaan dan mall Surabaya, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menegaskan bahwa saat ini perekonomian Kota Surabaya sudah kembali berangsur normal. Pusat perbelanjaan yang sebelumnya dirasa sepi pengunjung, saat ini mulai berangsur membaik.

Demi meyakinkan warganya, Wali Kota Risma bersama jajaran menyempatkan untuk berkeliling di beberapa pusat perbelanjaan Kota Surabaya. Selain untuk meyakinkan warganya, ia juga ingin mendengar langsung dari para pedagang bagaimana transaksi dari bisnis mereka. Khususnya bagi para pedagang ritel yang juga sempat terkena imbasnya.

“Karena sempat turun perekonomian di Surabaya. Sebenarnya ini momentum untuk pedagang dimana mendekati hari raya bisa naik,” kata dia, saat berkeliling di salah satu pusat perbelanjaan Jembatan Merah Plasa (JMP), Rabu, (23/05).

Dalam kesempatan ini, wali kota perempuan pertama di Surabaya ini, berkeliling untuk menyakinkan warganya, dan sekaligus berbelanja. ia juga menyempatkan untuk berfoto bersama masyarakat. Menurut dia, masyarakat tidak perlu lagi khawatir ataupun takut jika ingin berbelanja.

“Saya kepingin masyarakat percaya. Bukan hanya masyarakat Surabaya, tapi juga masyarakat Indonesia di bagian timur (Jawa Timur), bahwa itu aman,” tegas orang nomor satu di Surabaya ini.

Dalam kesempatan sebelumnya, Wali Kota Risma juga sempat mengunjungi beberapa mall di Surabaya. Seperti Ciputra World Mall dan Pakuwon Mall.Untuk mengembalikan perekonomian ini, ia menuturkan bahwa program Surabaya Shopping Festival sekaligus Midnight Shopping yang berlangsung selama bulan Mei 2018 masih berlangsung.

“Kalau tadi para pedagang menyampaikan sudah kembali normal. Tapi memang pick nya (ramai) itu dua minggu menjelang lebaran,” ujarnya.

Salah satu pedagang ritel di pusat perbelanjaan Jembatan Merah Plasa Farah mengatakan bahwa saat ini angka penjualan bisnisnya sudah kembali berangsur membaik. Walaupun, menurutnya, angka tersebut masih mencapai 80%, belum sepenuhnya 100%. Namun, ia optimis bahwa dua minggu menjelang lebaran angka tersebut akan terus naik hingga melebihi 100%.


“Ya Alhamdulillah sekarang sudah mulai ramai lagi, kemarin pasca adanya Bom penjualan kami sempat menurun. Namun sekarang sudah mulai kembali normal,” tutupnya. (Ham )
Surabaya NewsWeek- Proyek pelebaran jalan yang melewati rel kereta api depan Rumah Sakit Islam ( RSI ) itu masih belum selesai. Menurut Walikota Surabaya Tri Rismaharini  Penyebabnya  adalah , adanya kendala proses lelang yang selalu gagal, walaupun tiga kali sudah digelar dilelang.

"Kita sudah lelang tiga kali tapi gagal, sebenarnya aturannya dua kali, sekarang kita berencana Penunjukan Langsung," tandasnya, ketika mengunjungi JPM, Rabu (23/5/ 2018)

Masih Risma, kemacetan depan Rumah Sakit Islam ( RSI ) Ahmad  Yani bakal segera terurai. Sebab Pemkot  Surabaya berencana melakukan penunjukan langsung (PL) untuk menyelesaikan pelebaran jalan yang melintasi rel kereta. 

Saat ini, ia mengaku sedang mempelajari kemungkinan PL dan mengkaji bersama dengan pihak tim ahli, Kejaksaan dan Kepolisian.

“ Kita masih mempelajari dan mengkaji bersama tim ahli serta pihak Kejaksaaan dan Kepolisian, untuk melakukan proyek ini secara PL dan bukan lelang,”ungkapnya.   

Risma menargetkan, tahun ini ( 2018 – Red ) proyek pelebaran jalan  sudah selesai dan bulan ini, Pemkot sudah bisa menunjuk kontraktor untuk menyelesaikan jalan tersebut.

"Proyek pelebaran jalan bulan ini ( 5/2018 – Red ) Pemkot sudah bisa menunjuk kontraktor untuk menyelesaikan jalan tersebut, mudah- mudahan sebelum lebaran sudah selesai," harapnya.

Ia menambahkan, sebenarnya penyelesaian proyek itu sangat mudah, selain nilai proyek yang tak sampai Rp 1 miliar, pelebaran jalan hanya tinggal menyelesaikan jalan yang melintasi rel kereta api. 

“Untuk penyelesaian proyek itu sebenarnya sangat mudah, hanya pelebaran jalan yang melintas rel kereta api saja,”tambahnya.( Ham )

Surabaya NewsWeek- Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini bersama jajaran Forum Pimpinan Daerah (Forpimda) memberikan pengarahan sekaligus menjalin tali silahturahmi dengan ketua RT/RW se-kecamatan Tegalsari di Graha Sawunggaling.

Alasan Wali Kota Risma mengumpulkan para RT/RW untuk mensosialisasikan aplikasi terkait mekanisme pelayanan pindah datang dan pindah keluar penduduk serta pendataan penduduk non permanen di Kota Surabaya pasca bom yang terjadi beberapa waktu lalu di tiga rumah ibadah dan kantor Kapolrestabes Surabaya.

"Nama aplikasinya Sipandu (Sistem informasi Pantauan Penduduk) dan bisa di download di app store,” kata Wali Kota Risma usai mendengar penjelasan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Surabaya.

 Menurut wali Kota Risma, aplikasi ini untuk meningkatkan interaksi para ketua RT/RW agar mengetahui kehidupan warganya dan mendeteksi secara dini perilaku atau tindakan yag menyimpang dari ajaran agama dan negara. “Mari kita bergandengan tangan serta mempererat tali persaudaraan untuk bekerjasama antar masyarakat,” tutur Wali Kota Risma.

 Nantinya, kata Wali Kota Risma, ketua RT/RW akan menerima username dan password satu per satu dari kelurahan. Aplikasi tersebut memuat beberapa pertanyaan seputar keluarga yang sedang pergi lama, tidak tetap, maupun pendataan penduduk bukan Surabaya.

Apabila sudah mengisi semua pertanyaan, masukkan NIK dan alamat lalu menjelaskan kemana perginya keluarga tersebut. Kemudian, memasukkan salah satu data pribadi keluarga seperti SIM, KK, KTP lalu klik simpan. “Nanti staf saya akan turun ke lapangan dan akan dijelaskan secara lebih rinci dan detail,” imbuh Risma. 

Tidak hanya ketua RT/RW, mantan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota Surabaya (Bappeko) itu juga memberlakukan hal serupa untuk pengurus rumah ibadah. Mereka akan diberi username dan password untuk memonitor aktivitas ceramah dan kelompok yang melakukan disksusi di rumah ibadah masing-masing. Hal ini, lanjutnya, penting dilakukan untuk mendeteksi dan mengantisipasi secara dini paham radikalisme.

“Nanti tolong didata siapa korlapnya, tanggal, topik dari aktivitas tersebut lalu mengupload kegiatan tersebut dalam bentuk foto. Apabila ada aktivitas yang mencurigai langsung lapor ke pihak berwenang,” terang wali kota sarat akan prestasi tersebut.

Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Rudi Setiawan menambahkan, acara ini merupakan kesempatan untuk menyatukan persepsi dan bangkit menjaga Kota Surabaya menjadi aman dan terkendali secara bersama-sama. 

“Melangkah bersama dalam melakukan pencegahan serta aktif berinteraksi dan mengetahui detail kehidupan orang per orang rumah per rumah di lingkungannya,” tutur Rudi di sela-sela sambutannya.  

Bahkan, Mantan Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Sumatra ini akan membentuk tim khusus untuk memantau kelompok-kelompok yang membahas paham radikal bersama seluruh jajaran. “Jika para ketua RT/RW menemukan hal serupa, jangan segan atau takut untuk melapor. Nanti kami yang akan bergerak,” ungkap Rudi.

Oleh karena itu, Rudi meminta kepada ketua RT/RW untuk lebih peka, aktif dan mau bekerjasama dengan Pemkot, TNI dan Polres dalam mencegah dan mendeteksi dini paham radikalisme yang akan melakukan tindakan-tindakan tidak terpuji untuk memecah belah keutuhan nusa dan bangsa.

“Yang bisa mendeteksi di lingkungan-lingkungan itu ya warga itu sendiri. Jadi, mulai sekarang tidak boleh ada warga yang tidak tahu, ini masalah bersama bukan hanya pemerintah dan jajaran kepolisian saja,” pungkasnya.( Ham )


Surabaya NewsWeek- Pasca musibah yang terjadi pada Minggu, (13/05/18), Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus melakukan berbagai upaya dalam mengembalikan kota menjadi normal seperti biasanya. Termasuk bagaimana memulihkan kondisi psikis anak-anak Surabaya. Dalam hal ini, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menggandeng semua pihak terutama para guru, psikolog, dan psikiater untuk bersama-sama bergandengan tangan menghilangkan rasa takut dan trauma anak-anak Surabaya.

“Kita membuat tim yang terdiri dari para psikolog dan psikiater untuk bersama-sama menyembuhkan kondisi psikis dari anak-anak (korban) ini,” kata Wali Kota Risma, saat melakukan audiensi bersama para psikolog di ruang kerjanya Balai Kota.

Berbagai upaya pun ditempuh dalam mengembalikan kondisi psikis maupun kejiwaan dari anak-anak Surabaya. Wali Kota Risma yang dikenal sangat concern terhadap anak-anak ini berharap agar kedepan tidak ada lagi anak-anak yang menjadi korban. Pihaknya pun terus melakukan berbagai treatment khusus untuk mengembalikan kondisi anak-anak agar kembali normal seperti biasanya.

“Terkait untuk treatment psikolog, kami sudah serahkan kepada ahlinya. Jika semua sudah clear, baru nanti saya akan masuk untuk memberikan semangat dan motivasi kepada anak-anak ini,” ujar wali kota perempuan pertama di Surabaya ini.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP5A) Antiek Sugiharti menyampaikan pendampingan yang dilakukan kepada anak-anak ini, baik melalui individu maupun kelompok seperti di sekolah-sekolah. Pendampingan pun dilakukan tidak hanya bagi para korban. Namun, juga pada para teman korban-pelaku. Pihaknya sengaja menggandeng para psikolog klinis, Asosiasi Psikolog Sekolah Indonesia (APSI) dan Himpunan Psikolog Indonesia (HIMPSI) untuk bersama-sama dengan Pemkot Surabaya mengembalikan kondisi psikis anak-anak Surabaya.

“Saat ini kita lebih fokus dulu melakukan pendampingan kepada sekolah dari pelaku-korban dan sekolah dari para korban,” kata dia.

Kedepan, pihaknya bersama para psikolog, juga berencana akan mengunjungi semua sekolah di Surabaya. Hal ini dilakukan demi memberikan pemahaman kepada anak-anak Surabaya agar tidak lagi merasa takut dan khawatir. 

“Saat ini sudah ada delapan sekolah SD, SMP, dan SMA sederajat yang sudah kita kunjungi, dan ini akan berlanjut untuk semua sekolah di Surabaya,” terangnya.

Ahli psikolog dari Ikatan Psikolog Klinis (IPK) Jawa Timur Laksmi Wijayanti mengatakan sepanjang ini pihaknya terus melakukan berbagai cara supaya anak-anak ini bisa kembali melakukan kehidupan sehari-hari. Beberapa treatment khusus pun dilakukan agar anak-anak bisa kembali normal menjalani kehidupan seperti semula. “Kita lakukan konseling baik itu secara individual maupun kelompok di sekolah-sekolah,” ungkapnya.

Senada hal tersebut juga disampaikan oleh ahli psikolog anak Zumrotun yang juga melakukan pendampingan pada salah satu korban yang masih duduk dibangku kelas 3 Sekolah Dasar. Selain melakukan pendampingan kepada korban, ia juga memberikan pemahaman kepada orang terdekat korban. 

“Baik kepala sekolah, orang tua, maupun guru juga kita kunjungi. Harapannya, agar bagaimana bisa menjaga kondisi psikis anak tersebut, agar bisa kembali stabil,” katanya.

Sementara itu, Ahli Psikolog Anak LSM Genta Surabaya Linda Hartati menambahkan pihaknya khusus melakukan pendampingan kepada teman dari korban-pelaku di sekolah, termasuk dengan para teman dekat korban-pelaku. 

Menurutnya, kedekatan emosional dari teman-teman korban-pelaku dirasa sangat baik, sehingga kesan yang diingat teman-temannya itu adalah kebaikan korban-pelaku yang membuat mereka shock.

“Saya lebih banyak menyemangati anak-anak itu agar mereka bisa kembali move on dari kesedihan yang dialami, karena kehilangan temannya,” pungkasnya. ( Ham )


Surabaya NewsWeek- Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini bergerak cepat menghadapi peristiwa teror bom di Kota Surabaya. Setidaknya, ada lima “jurus” atau langkah taktis yang dilakukan oleh Wali Kota Risma dalam menghadapi teror bom ini.

Pertama aksi, Wali Kota Risma tidak tinggal diam melihat peristiwa teror itu. Ia pun langsung turun ke lapangan meninjau tiga gereja dan Mapolrestabes Surabaya yang terkena teror. Di gereja, Wali Kota Risma mendampingi kunjungan Presiden RI dan Kapolri.

Selanjutnya, Wali Kota Risma mengumpulkan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait dan memerintahkan untuk memback up kerja kepolisian. Bahkan, Wali Kota Risma juga turun mengikuti penggerebekan rumah terduga teroris yang dilakukan oleh Densus 88 di daerah Wonorejo.

“Ini adalah cobaan yang mana kita tidak boleh menyerah dan kita tidak boleh kalah dengan hal-hal yang sifatnya menakut-nakuti warga Surabaya semuanya. Ingat kita punya Tuhan Yang Maha Kuasa,” pesan Wali Kota Risma kepada warga Surabaya.

Kedua simpati, Wali Kota Risma menunjukkan rasa simpatinya kepada para korban teror bom dengan menjenguk korban luka-luka yang dirawat di rumah sakit. Bahkan, ia juga menyempatkan waktu untuk melayat ke rumah korban yang meninggal seraya menguatkan para keluarga yang ditinggalkannya.

Ketiga dialog, Wali Kota Risma tidak mau kejadian serupa terjadi lagi di Kota Surabaya, sehingga dia langsung menggelar sejumlah dialog, diantaranya menggelar dialog dengan RT/RW. Saat bertemu dengan RT/RW, ia mengimbau untuk selalu deteksi dini dan menekankan agar tetap waspada terhadap orang-orang yang mencurigakan dan tidak mudah terprovokasi.

“Saya juga minta warga untuk ikut mempresure ruang gerak pelaku teror. Makanya, Siskamling dan PAM swakarsa, kalau bisa mohon untuk diaktifkan kembali," kata Wali Kota Risma kepada para RT/RW.

Wali Kota perempuan pertama di Kota Surabaya itu juga menjelaskan ciri-ciri para pelaku teror yang tinggal di tengah-tengah masyarakat. Biasanya, orang seperti itu justru lebih sopan dan ramah terhadap tetangga. Namun, untuk kehidupannya keseharian ataupun pekerjaannya, pasti akan lebih tertutup.

“Kalau dirasa ada warga yang dicurigai, jangan memaksa untuk mengatasinya. Saya tidak mau terjadi apa-apa dengan warga saya. Silahkan penjenengan memberikan informasi saja, biarkan nanti aparat yang bergerak,” pesannya.

Selain itu, Wali Kota Risma juga berdialog dengan Kepala Sekolah se Surabaya. Saat itu, ia meminta kepala sekolah untuk berkomunikasi dengan wali kelas agar mampu mendeteksi anak-anak yang mengalami perilaku ‘aneh’ ketika berbicara. Sebab, hal itu akan menjadi informasi awal untuk ditindaklanjuti.

“Guru BK (bimbingan konseling) dan agama saya minta untuk aktif berinteraksi dengan anak-anak, karena sangat berperan penting dalam mengembangkan perilaku dan pola pikir anak,” kata dia.

Selanjutnya, Wali Kota Risma juga berdialog dengan Takmir Masjid se Surabaya. Saat itu, ia menjelaskan bahwa ajaran islam tidak pernah mengajarkan untuk menyakiti orang lain. Makanya, ia meminta kepada seluruh takmir masjid untuk terus memegang teguh ajaran rasul. Ia juga menjelaskan bahwa islam itu adalah agama rahmatan lil ‘alamin, yaitu agama yang membawa rahmat dan kesejahteraan bagi semua seluruh alam semesta, termasuk hewan, tumbuhan dan jin, apalagi sesama manusia.

“Banyak sekali ayat-ayat di dalam Al-Qur’an yang menerangkan bahwa islam itu ajaran yang sangat mulia. Maka dari itu, mari kita bersatu dan saling bersilaturahmi dengan erat. Agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” pesannya.

Dialog berikutnya dengan guru agama se Surabaya. Pada saat itu, Wali Kota Risma menjelaskan manusia hidup itu tidak hanya mengurusi hubungan manusia dengan tuhannya saja, tapi juga harus memperhatikan hubungan antar sesama manusia. Hal ini pula yang harus diperhatikan oleh anak-anak di sekolah. “Makanya, harus genjot kembali pembelajaran toleransi, agar anak-anak bisa lebih care dan juga peduli kepada sesamanya,” katanya.

Bahkan, ia juga meminta untuk mengajari anak-anak tentang sejarah yang telah dilalui Indonesia untuk memperoleh kemerdekaannya. Anak-anak perlu diingatkan bahwa Indonesia punya sejarah yang dibangun dengan berdarah-darah, sehingga sangat tidak layak apabila melupakan sejarah.

 “Saya mohon mengajarkan bahwa kita punya sejarah dan perjuangan yang sangat luar biasa. Kalau kita sekarang bisa menikmatinya, lalu melupakannya, berarti kita menjadi orang yang tidak tahu berterimakasih,” ujarnya.

Selain itu, Wali Kota Risma juga berdialog dengan para psikolog dan psikiater. Saat dialog itu, ia meminta untuk bergandeng tangan menghilangkan rasa takut dan trauma anak-anak Surabaya.“Kita sudah membuat tim yang terdiri dari para psikolog dan psikiater untuk bersama-sama menyembuhkan kondisi psikis dari anak-anak (korban) ini,” imbuhnya.

Keempat santunan, Wali kota yang sarat dengan prestasi ini memberikan santunan kepada korban teror bom yang luka-luka maupun yang meninggal. Santunan itu berupa uang, perawatan sampai sembuh bagi korban yang luka-luka, bantuan pemakaman bagi korban yang meninggal, ganti rugi kerusakan bagi korban terdampak teror bom yang mengalami kerugian materiil, dan beasiswa bagi anak korban teros bom.

“Semua nanti pengobatan hingga proses pemakaman dan lain-lain, itu akan ditanggung oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya. Jadi, keluarga ndak perlu kuatir, kami akan bantu selesaikan nanti,” imbuhnya.

Kelima penghargaan, untuk memberikan aspirasi kepada semua pihak yang telah membantu penanganan teror bom di Surabaya, Wali Kota Risma memberikan penghargaan yang diserahkan pada Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-110. Penghargaan itu diberikan kepada pihak rumah sakit, universitas, psikolog, dan kepolisian.

Pada kesempatan itu, Wali Kota Risma memastikan bahwa teror bom di Surabaya tidak membuat penduduk Kota Pahlawan larut dalam duka dan amarah. Justru sebaliknya, peristiwa itu semakin menguatkan rasa persatuan dan kesatuan antar sesama dan umat beragama.

“Tidak boleh menyerah. Usaha dan niat baik yang sudah lama kita pupuk jangan sampai dirusak oleh orang-orang yang ingin memecah belah kerukunan sesama manusia. Kita harus bekerjasama dan berinteraksi antar masyarakat,” pungkasnya.( Ham )

Surabaya NewsWeek- Dr Oerip Santoso, dosen Fakultas Hukum Universitas Airlangga (Unair) diperiksa sebagai saksi ahli pada sidang kasus Pasar Turi. Dalam keterangannya, ahli di bidang ilmu hukum agraria ini mengungkapkan sejumlah stan kios pasar di Surabaya berstatus Hak Milik Satuan Rumah Susun Non Hunian atau Strata Title.

Pada awal sidang, Urip diminta untuk menjelaskan beberapa istilah dalam pertanahan seperti HGB (Hak Guna Bangunan), HPL (Hak Pengelolaan), BGS (Bangun Guna Serah), dan Strata Title. “HGB adalah hak untuk mendirikan dan membangun bangunan di tanah yang bukan miliknya dengan jangka waktu dan bisa diperpanjang,” ujarnya pada sidang yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Rabu (23/5/2018).

Selain itu, Urip juga menjelaskan bahwa jika bangunan bertingkat maka akan diberlakukan undang-undang rumah susun. “Jadi HGB di atas HPL baru diberikan setelah ada HGB induk. Maka setiap rumah susun atau kios (stan) bisa disamakan dengan hak milik satuan rumah susun. Maka pedagang akan mendapat sertifikat hak milik atas satuan rumah susun (strata title),” jelasnya.

Untuk membuktikan bahwa status stata title bisa terapkan pada stan atau kios pada bangunan pasar, Urip menyebutkan contoh beberapa pasar. “Saya beri contoh bangunan pasar di Surabaya yang saya tahu sudah berstatus strata title. Untuk DTC (Darmo Trade Centre) terjadi BOT (Build Operate And Transfer) antara PD Pasar Surya sebagai pemegang HPL dengan PT X. Dimana stan diterbitkan HGB di atas HPL. Kemudian setiap stan diterbitkan sertifikat strata title. Contoh yang sama juga terjadi di JMP (Jembatan Merah Plaza),” beber Oerip.

Selain itu contoh lainnya yaitu PGS (Pusat Grosir Surabaya) dimana PT Kereta Api bekerja sama dengan perusahaan swasta. “Dan setiap stan di PGS diterbitkan Surat Hak Milik atas satuan non rumah susun (strata title). Kemudian Kaza Mall (Kapas Krampung Plaza) yang merupakan BOT antara PD Pasar Surya dengan PT X,” ungkap Oerip.

Ia juga menjelaskan, tidak lazim jika HGB di atas HPL diterbitkan status hak pakai. Dan buku stan yang mengeluarkan adalah Pemerintah kota. “Tak lazim jika yang menerbitkan status hak pakai adalah swasta atau perseroan. Biasanya yang terbitkan UPTD,” kata Oerip.

Usai sidang, Agus Dwi Warsono, kuasa Henry J Gunawan mengatakan, saksi ahli pada prinsipnya menerangkan bahwa yang bisa dijaminkan HGB di atas HPL yaitu SHM Satuan Rumah Susun (Sarusun) Non Hunian. “Selain itu, terhadap HGB di atas HPL tidak bisa diberikan hak atas tanah dengan status hak pakai. Artinya kalau itu HGB di atas HPL saksi ahli tadi menegaskan bahwa yang bisa diberikan adalah Hak Milik Sarusun Non Hunian,” jelasnya.

Lebih lanjut, Agus kemudian menjelaskan dalam keterangan saksi disebutkan bahwa apakah suatu perusahaan yang melakukan PPJB (Perjanjian Pengikatan Jual Beli) dengan pedagang punya alas hak? “Saksi ahli tadi menerangkan bisa dan punya alas hak (perusahaan melakukan PPJB dengan pedagang). Dasarnya adalah title yang terkait hak atas tanah,” katanya.

Dalam sidang, Agus juga sempat menanyakan kepada ahli terkait kebijakan pembayaran BPHTB sebelum ada jual beli yang mencantumkan biaya pencadangan. Pertanyaan itu dijawab ahli diperbolehkan. "Boleh karena biaya pencadangan," kata ahli. ( Ham 
TULUNGAGUNG Persidangan gugatan area pemakaman Gunungbolo  di Pengadilan Negri Tulungagung masih menunggu agenda sidang bulan depan. Malah, lokasi gunung Boloi Desa Bolosari Kecamatan Kauman Tulungagung di pancing oleh seseorang menggembok pintu gerbang menuju makam yang di kelola Rukun Sejati. Pagi itu Senin (21/5), pihak reskrim polres Tulungagung, Polsek, Koramil, turun kelokasi berusaha membuka paksa gembok dengan warga sekitar. Tidak lama Kepala Desa Bolosari, Iswanto dengan naik kendaraan bermotor bersama aparat keamanan paksa membukanya menggunakan palu. 


Di duga ada upaya seseorang memancing keributan dengan cara menggemboknya agar suasana pemakaman gunung bolo memanas. Pihak kepolisian sedang menyelidiki siapa orang tersebut dan siapa dalang penggembokan itu. Karena pagi itu sekitar pukul 09.00 WIB sedang akan berlangsung pemakaman warga Tionghoa.


Menurut salah satu warga penggembokan terjadi minggu malam karena sorenya pintu masih terbuka seperti biasa, namun warga tidak tahu siapa orangnya. Warga yang tidak ingin di sebutkan nama mengatakan, penggembokan itu buat warga mencari rezeqi jadi takut. Warga yang sudah bertahun-tahun mengais rezeki di lokasi pemakaman sangat menyesalkan tindakan itu. Apalagi ini bulan puasa mestinya jadi orang ya sabar. “Hormati sedikit, di bulan Puasa. Kasihan bapak polisi, koramil, jadi di repotkan, cetusnya.


Ketua Paguyuban Rukun Sejati, Indra Gunawan melalui Kuasa Hukum, Galih Rama SH sebelumnya penggembokan itu sudah memberitahukan ke Polres Tulungagung lebih dulu. Penggembokan pintu masuk ke makam Bolo oleh orang tak di kenal. Apabila gembok itu tidak di buka paksa, kita sudah siap melaporkan ke polisi. Dan kita tidak main-main melaporkan ke polisi dan kita berharap jangan sampai terjadi untuk yang kedua kalinya. Mari kita ikuti proses hukum di pengadilan sebagai masyarakat yang taat hukum, pinta penasehat hukum itu.


Apabila kembali terulang jalur hukum yang akan kita tempuh. Kita berharap kondisi di lapangan harus aman, tentram ini bulan puasa. Jangan membikin suasana yang tidak baik, lebih baik di sikapi secara dewasa saja, harapnya. Sedangkan, penasehat hukum Desa Bolosari, Fayaqun.SH dihubungi tidak mengetahui penggembokan pintu masuk ke makam. Siapa orang yang melakukan itu penasehat hukum tidak mengetahuinya, ucapnya. 

Perkara pemakaman gunung bolo sudah masuk sidang mediasi gagal. Agendanya bulan depan memasuki sidang dalam pokok perkara gugatan pada (5/6) nanti di Pengadilan Negeri Tulungagung, tutur pengacara itu. (N70)