Diduga Nepotisme Sejumlah Karyawan KUD Minatani Direkrut Dari Keluarga Pengurus

Kasulasa
LAMONGAN - Rekrutmen pegawai/karyawan yang seharusnya dilakukan secara transparan dan terbuka untuk umum dengan syarat-syarat dan kualifikasi tertentu sesuai pos jabatan/posisi yang tersedia. Ternyata tidak demikian halnya dengan rekrutmen karyawan yang dilakukan oleh pengurus Koperasi Unit Desa (KUD) Minatani Brondong, Lamongan.

Rekrutmen sejumlah karyawan tersebut justru ditengarai dilakukan secara diam-diam dan sebatas pengetahuan pengurus saja. Betapa tidak, dari lima orang pengurus dan tiga badan pengawas hampir semuanya memasukan anak kandungnya diangkat menjadi karyawan KUD yang memiliki puluhan ribu anggota itu.

“Semestinya lembaga sebesar KUD mau merekrut karyawan kan dilakukan pengumuman secara terbuka agar anggota-anggota mengetahui, siapa tahu dari keluarga anggota ada yang mendaftar, toh anggota KUD jumlahnya tidak sedikit,” ujar salah seorang anggota KUD Minatani yang meminta namanya tidak disebut.

Cara-cara perekrutan karyawan model seperti itu, banyak disayangkan oleh anggota, karena kalau tidak dekat dengan pengurus atau korpok, sulit untuk menjadi karyawan. Apalagi, masih banyak anak-anak dari ribuan anggota Koperasi yang belum mendapat pekerjaan. 

“Lha ada apa ini, setiap ada karyawan baru kok pasti bawaannya pengurus atau pengawas saja, kenapa tidak pernah dilakukan penerimaan karyawan secara terbuka kepada anggota?,” papar sumber yang sama.

Di tempat terpisah, Kadisnaker Lamongan, Kamil dikonfirmasi mengatakan untuk penerimaan karyawan bagi perusahaan atau seperti koperasi, seyogyanya dilakukan secara terbuka, apalagi memiliki banyak anggota. “Tapi memang  setiap lembaga usaha (perusahaan) memiliki aturan sendiri-sendiri, hanya saja idealnya dilakukan secara terbuka,” tandas mantan Kadispora Pemkab setempat ini. Sementara, Kasulasa, ketua KUD Minatani tidak mau menjelaskan perihal rekrutmen karyawan tersebut, pasalnya pada saat RAT hal itu sudah dijelaskan pada perwakilan anggota (korpok).

“Saya tidak mau menjelaskan apapun kepada media, yang perlu saya jelaskan pada anggota,” ujar Kasulasa didampingi Sekretaris Pengurus Suhardi. Sayangnya, penjelasan yang dilakukan dihadapan korpok tersebut dinilai belum menyentuh pada ribuan anggota lain. Ada sekitar belasan anggota, sementara korpok hanya berjumlah kisaran 120-an orang. (Mas)

Posting Komentar

0 Komentar