Penggunaan Dana Di Desa Sambirejo Semakin Tidak Jelas

NGANJUK - Dana yang di gelontorkan pemerintah kepada desa merupakan bantuan untuk membangun masyarakat sekitar termasuk dana DD, BK, ADD, FASUM (fasilitas umum) yang diterima desa sambirejo kec. tanjunganom termasuk aset desa tanah bengkok yang ditukar guling ternyata banyak penyimpangan seperti halnya dana fasum LSM yang tidak jelas keberuntukannya juga dana DD maupun dana BK serta dana ADD yang sangat sulit dibedakan kegunaannya . Pasalnya dana sudah 2 tahun 2 kali digelontorkan ke desa sambirejo yang notabene proyek proyek tanpa papan nama maupun prasasti sehingga tumpang tindih anggaran yang diterima desa sambirejo, menurut sumber yang patut di percaya yang enggan di korankan namanya.

Selain itu kepala desa sambirejo wakijan juga mengurangi tanah bengkok kamituwo pojok yang dulunya tanah bengkok tersebut 364 Ru setelah dibeli oleh P2T untuk tol menjadi 350Ru, yang 14Ru belum bisa di perjelas juga tanah aset desa termasuk tanah sekolahan SDN terkena 14Ru yang nota B nya kelas 1 yang ditukar kelas 3 juga belum di perjelas serta sertifikatnya belum di kembalikan ke aset desa masih nama pribadi kepala desa, padahal menurut BPD saat dikonfirmasi tidak pernah diajak rembuk. Permintaan BPD tanah pengganti ya harus dikembalikan kelas 1 yang sama tidak apa apa.

Menurut kepala desa wakijan peringatan BPD kelihatannya tidak digubris sama sekali permasalahan di desa langsung estapet kepala desa yang melakukan  jual beli dilain hal kepala desa juga menerima uang pembuangan limbah 50% dari 7000 truk ironisnya juga melakukan tarikan 50 ribu sampai 100 ribu pada masyarakat jelas itu melakukan pungli kalau dilihat uang khas masih banyak, kenapa harus narik ?

Saat dikonfirmasi kepala desa wakijan membenarkan dengan adanya uang tarikan 50-100ribu dalihnya untuk pengurukan makam terkait penyelewengan yang lain  belum bisa diperjelas menurut sumber yang patut dipercaya terkait pengurukan makam kalau untuk umum alat berat ataupun truk pengangkut tanpa biaya dari RBC/pihak tol. Ketika dikonfirmasi kepala desa wakijan justru mengundang oknum wartawan lokal sebut saja iwan mengajak bertengkar mulut seolah olah membekingi kepala desa yang melakukan korup. Iwan juga memaki maki juga mengumpat umpat news week tidak terdaftar di dewan pers. Berita apa ini tidak usah digubris hiraukan saja. Bersambung... (BN)
Lebih baru Lebih lama
Advertisement