Berita Terbaru

Subscribe

Subscribe

Subscribe

Subscribe

Subscribe

Subscribe

TERPOPULER

Menata Ulang Manajemen Irigasi

LAMONGAN - Ada potensi lahan padi seluas 485 hektare di Kecamatan Turi/Lamongan rawan mengalami kekeringan. Meski belum sampai terancam puso, Bupati Fadeli perintahkan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk menata ulang manajemen irigasi pertanian di wilayah Bengawan Jero.

Dia meminta agar air di Sungai Bengawan Solo tetap bisa mengairi lahan pertanian di wilayah Bengawan Jero meski saat musim kemarau. Karena selama ini, tinggi muka air Bengawan Solo yang turun drastis saat kemarau membuatnya tidak mungkin mengalir ke wilayah Bengawan Jero melalui pintu sluis.


Untuk itu, saat ini sudah dilakukan pengerukan di pintu sluis yang memiliki potensi tetap bisa mengalirkan air saat kemarau. Seperti di Pintu Sluis Dusun Mungsu Desa Sugih Waras Kecamatan Kalitengah dan Palangan Kecamatan Karangbingun.


Sementara untuk pintu sluis lain yang memiliki potensi serupa, dia perintahkan Dinas PU Sumber Daya Air (SDA dan Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan agar melakukan pemetaan jalur air dari Bengawan Solo. Sehingga bisa dialirkan ke Bengawan Jero melalui pintu-pintu sluis.


“Perlu ada penataan ulang manajemen irigasi di Sungai Bengawan Solo menuju Bengawan Jero. Padahal sudah ada bendung gerak di Babat Barrage dan Sembayat Barrage yang seharusnya bisa memberikan manfaat bagi petani Lamongan, terutama saat kemarau seperti ini, “ ujar Bupati Fadeli.


Pintu sluis yang dimaksudkannya adalah yang berada di Dusun Melik /Kalitengah, Desa Banjarejo, Banyuurip, Watang panjang, Windu dan Bogobabadan di Karangbinangun.


Kemudian agar tandon air Sungai Bengawan Solo berfungsi kala kemarau, dia meminta pintu bendung gerak di Sembayat agar ditutup. Sementara pintu di sisi bendung gerak Babat agar dibuka. Upaya tersebut saat ini sudah bisa membuat air dari Sungai Bengawan Solo kembali mengairi wilayah Bengawan Jero.  

Rincian lahan pertanin padi yang rawan kekeringan adalah 75 hektare di Desa Sukorejo, 150 hektare di Desa Sukoanyar, 100 hektare di Desa Tawangrejo, 125 hektare di Desa Wangunrejo dan 35 hektare di Desa Turi. (dev/di/hms)

Post Comment

Tidak ada komentar:

Berikan Tanggapan Anda