Berita Terbaru

Subscribe

Subscribe

Subscribe

Subscribe

Subscribe

Subscribe

TERPOPULER

Aksi Demo KRPK Menguak Misteri Pembuat Surat Palsu KPK


BLITAR – Aksi unjuk rasa yang dilakukan KRPK (Komite Rakyat Pemberantas Korupsi) Kamis (25/10) yang dikoordinir Mohamad Trianto adalah merupakan aksi yang menyampaikan aspirasi masyarakat Blitar agar persoalan korupsi yang terjadi di pemerintahan Kabupaten Blitar segera dibongkar dan diusut. Dari catatan KRPK sejumlah isu korupsi yang terjadi Blitar raya terkait dugaan kasus korupsi KONI Kabupaten Blitar di tahun 2015 dengan kerugian Negara sekitar Rp.972.438.000,- yang dalam proses penanganan kasusnya diduga melibatkan 12 anggota komisi IV DPRD Kabupaten Blitar. 

Dugaan korupsi workshop honorer di Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar tahun 2012 dengan total dana yang terkumpul Rp.292.000.000,- dengan dugaan penyelewengan sekitar Rp.100.000.000,-.Dugaan korupsi dana Bansos dan Hibah pemerintah Kabupaten Blitar tahun 2013,2014 dan 2015 dengan nilai lebih dari Rp.100 Milyar pada kegiatan KONI,Kwarcab Pramuka, Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan Dinas Pendidikan, Dinas Kehutanan, KPUD, Dewan Kesenian, Penggerak PKK, PU Cipta Karya, BPBD, Dinas Kelautan, Bapemas Korpri dan lainya.

Beberapa hari belakangan ini Blitar Raya digegerkan dengan beredarnya Surat Panggilan KPK terhadap pejabat lingkup Kabupaten Blitar dan Ketua DPRD Kabupaten Blitar Suwito Saren yang diduga palsu. Mohammad Trijanto selaku Koordinator KRPK mengaku pernah mendapat pesan WA dari YT anak kontraktor terkemuka dan Ketua KADIN Kabupaten Blitar yang berisi foto sampul surat mirip sampul surat dari KPK yang ditujukan kepada Tyon staff PUPR Kab Blitar , dan juga pernah didatangi staff Dinas PUPR inisial T menceritakan ada surat panggilan KPK yang ditujukan terhadap dirinya dan  Bupati.

Besok paginya saya mendapatkan surat dari Yosi ini yang intinya hanya sampul saja saya tidak tahu isinya, saya belum tahu palsu atau tidak waktu itu, terus sore harinya  saya didatangi oleh staff PU, dia tidak membawa surat saya didatangi dengan nangis nangis yang intinya  apa ?, Mas saya dan pak Bupati ini akan ke Jakarta dipanggil KPK, terus masnya gimana ?. Udahlah kamu kalau dipanggil KPK ngomong apa adanya jangan dikurangi atau ditambahi, ” ujar Triyanto saat diwawancara. 

Dalam percakapan Trijanto dan Staff PU tersebut disampaikan ada keyakinan bahwa pemanggilan KPK tersebut berkaitan dengan JASMAS karena di dalam surat pemanggilan tersebut katanya disuruh membawa dokumen/data dari tahun 2010 hingga 2018. 

Tidak terserapnya anggaran pembangunan Kabupaten Blitar di tahun 2018 diduga sebagai pemicu kasus beredarnya surat palsu KPK sebagai teror bagi pemerintah Kabupaten Blitar oleh kelompok orang yang tidak bertanggung jawab. Sebagaimana diketahui bahwa pada tahun 2018 dana APBD belum terserap maksimal sesuai informasi dan catatan KRPK hanya 30% yang terserap.

Gegernya surat KPK palsu ini semakin memanas bak bola liar ketika Mohammad Trianto diperiksa polisi atas laporan Kabag Hukum Pemkab Blitar terkait penyebararan berita hoax di medsos oleh akun Mohammad Trijanto dan juga sebagai dugaan pembuat surat palsu. Trijanto saat ini sudah menjalani pemeriksaan di Mapolres Kabupaten Blitar sebagai saksi terlapor. 

Bola panas dan liar akhirnya menggelinding hingga menyeret  anak bos kontraktor terkemuka M juga diperiksa polisi sebagai saksi terkait surat palsu KPK yang menurut Trijanto dari YT inilah sumber awal mendapatkan informasi ada surat panggilan KPK terhadap pejabat dilingkungan Pemkab Blitar.

Masih menurut Trijanto banyak kejanggalan proses hukum yang berlangsung, mulai proses hukum yang terkesan dipaksakan oleh Polres Blitar “ Perlu diketahui bersama bahwa penyidik Polres Blitar terkesan mendahului keyakinannya daripada fakta hukum yang ada yaitu dengan keluarnya sprindik sebelum proses penyelidikan dilakukan dengan tuntas dan dilakukan yang dilakukan gelar perkara untuk menentukan dugaan unsur pidana “ seperti yang tertulis diselebaran KRPK saat unjuk rasa (25/10).

Trijanto menambahkan, yang lebih mengejutkan setelah Pemkab Blitar resmi melaporkan dirinya atas dugaan pelanggaran UU ITE, dan mulai memanggil sejumlah saksi, tiba- tiba ada bom palsu di kantor KADIN Kabupaten Blitar yang tak lain juga sebagai kantor kontraktor milik ibu YT. Misteri inilah yang menjadi tanda Tanya terkait rangkaian peristiwa yang terjadi pasca beredarnya yang diduga surat panggilan palsu KPK.

Sementara hingga kini penyidik Polres Blitar sudah melakukan pemeriksaan terhadap belasan saksi sehingga masih terlalu dini untuk menyimpulkan apakah pembuat surat panggilan palsu KPK ada hubungan dengan Bom Palsu di kantor Kadin Kab Blitar “ Kita masih dalam proses pemeriksaan saksi, “ jawab Kapolres Blitar AKBP Anissullah M Ridha. 

Aksi unjuk rasa KRPK dengan massanya yang membawa poster bertuliskan “Save Trijanto” berjalan tertib dengan kawalan ketat aparat kepolisian dan diliput oleh sejumlah awak media Nasional,Regional dan lokal. Kurang lebih satu jam setelah dari aktivis KRPK secara bergantian menyampaikan orasinya aksipun selesai, massapun membubarkan diri dengan tertib. Ribut ribut PAK TA 2018, Isu jual beli proyek dalam APBD, Surat Panggilan KPK Palsu, Bom Palsu apakah merupakan rangkaian efek domino yang lagi hangat di Blitar Raya..? masih menjadi misteri (VDZ)

Post Comment

Tidak ada komentar:

Berikan Tanggapan Anda