September, Targetkan 5500 Tanah Sudah Bersertifikat


PROBOLINGGO - "Tahun 2019 ini sudah ada Perwali no. 12 tahun 2019, ada biaya persiapan (materai, tanda tunggu batas, transport, pembuatan patok) sebesar Rp.150.000, sesuai SKB" Probolinggo, Motim Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Probolinggo kembali menyerahkan 569 Sertipikat tanah program Pendaptaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) pada periode perdana di tahun 2019 kepada warga di Kelurahan Jrebeng Lor, Kecamatan Kedopok Kota Probolinggo, Selasa (2/4).

Kepala Kantor Badan Pertanahan Nasional Kota Probolinggo, Bambang Haryono mengatakan, pada 2018 mendapat target dari pusat sebanyak 10.000 bidang di enam Kelurahan di Kecamatan Kedopok dan Wonoasih. Dari target tersebut, hanya 7700 yang bisa disertifikatkan. Sisanya, tidak bisa diproses karena kurangnya persyaratan dari pemilik tanah.

Alhamdulillah di tahun 2019 ini Kota Probolinggo kembali mendapat jatah PTSL dari Kantor Badan Pertanahan sebanyak 5500 bidang tanah di enam kelurahan di dua Kecamatan, dan kami targetkan selesai pada bulan September nanti.

“Alhamdulillah dari pelaksanaan yang sudah berjalan dari Kantor Pertanahan jajaran pemerintah dan pemilik tanah, kami berencana akan menyelesaikannya, insyaallah di bulan September,” ujar Kepala Pertanahan Kota Probolinggo Bambang Haryono.

Menurut Bambang, kedepan Kelurahan yang akan mendapat PTSL antara lain Kelurahan Sukoharjo dan Curahgrinting, Kanigaran di Kecamatan Kanigaran. Kemudian Kelurahan Pohsangit Kidul, Triwung Kidul dan Kademangan di Kecamatan Kanigaran. 

Ke depannya, BPN mengharapkan partisipasi masyarakat dan berusaha agar masyarakat mengedepankan kepastian dan jaminan hukum lebih cepat. “Itu lebih baik untuk membawa kesejahteraan masyarakat", kata Bambang.

Tahapan untuk 5500 sertifikat PTSL ini, menurut Bambang sudah dilaksanakan penyuluhan dan inventarisasi berupa pengumpulan berkas dan melakukan pengukuran. Awal April ini, inventarisasi yang masuk (sementara) mencapai 2000 berkas.

Bambang Haryono menjelaskan, sebenarnya sertpikat program PTSL kali ini ada 590, namun ada yang sudah diambil diloket Kantor BPN sebanyak 21, sisanya 569 akan diserahkan bersamaan oleh Wali Kota. 


"Dari kantor Pertahanan siap mendukung agar semua mencapai WTP, maka aset Pemkot sudah kami serahkan lebih dulu. Tahun 2019 target turun hanya sebanyak 5500. Kami punya komitmen akan dikerjakan paling lambat bualn September 2019. Pelaksanaan PTSL ini juga playanan secara rutin. Kami dari pertahanan selalu berkerja sama dengan Dinas Perkim. Bahwa tata ruang di kota Probolinggo sesusai dengan yang direncanakan", ujarnya.

Wali Kota Probolinggo, Habib Hadi Zainal Abidin pun menyambut antusias dan mengapresiasi adanya program PTSL tersebut. Habib Hadi, sapaan akrab Wali Kota ini menegaskan, agar semua target PTSL bisa dipenuhi tentunya masyarakat harus berperan aktif dan tidak memberikan data secara lambat. Kantor Pertanahan pun harus lebih berhati-hati dan teliti dalam melihat kelengkapan berkasnya.

“Tadi disampaikan target 2019 bisa terselesaikan di bulan September. Program ini sangat membantu bagi masyarakat terutama yang belum punya tanda bukti kepemilikan buku tanah. Pesan saya, kalau sudah sertifikat jangan digadaikan nanti muncul permasalahan baru,” tandas Habib Hadi.

Usai kegiatan penyerahan sertipikat program PTSL oleh Wali Kota, Bambang Haryono kepada media ini menambahkan, bahwa berdasarkan DKKP/SPPT seluruh kota Probolinggo tinggal 18% (18.000 bidang) yang belum bersertipikat. 

Jumlah bidang di kota Probolinggo ada 87.365 bidang, yang sudah bersertipikat 69.756 bidang di 29 kelurahan. Tiap tahun di seluruh Indonesia pasti dapat kuota PTSL. Jumlah kuota yang menentukan pusat. Untuk PTSL tidak ada biaya (Gratis). Untuk tugu tanda batas, materai yang harus melengkapi warga. 

"Pada tahun 2019 ini sudah ada Perwali no. 12 tahun 2019 ada biaya persiapan (materai, tanda tunggu batas, transport, pembuatan patok) Rp.150.000, sesuai SKB (surat keputusan bersama) 3 (tiga) menteri, yaitu menteri dalam negeri, menteri desa dan menteri ATRBPN. (suh)

Posting Komentar

0 Komentar