Kunker Ke Tanbu Tim KP2S Kalteng Perdalam Penanganan Stunting


BATULICIN - Kabupaten Tanah Bumbu salahsatu Kabupaten yang pernah mendapatkan penghargaan penanganan stunting secara nasional.

Sebuah alasan tepat bagi Tim Konvergensi Percepatan dan Pencegahan Stunting (KP2S) Propinsi Kalimantan Tengah melakukan kunjungan kerja ke daerah ini.

"Tujuan kunjungan ini dalam rangka ingin belajar percepatan penanganan stunting di Kabupaten Tanbu, dan berikutnya akan kami terapkan hal demikian di wilayah Kalimantan Tengah,"kata perwakilan Tim KP2S Julius Agau. 

Diungkapkan, Kalsel merupakan kaka tertua yang berlatar belakang dalam satu rumpun melayu ,tentunya secara karakteristik adat dan budaya  tak jauh beda.

"Jadi wajarlah kalau dianggap saudara tertua ,untuk itu kami belajar dan meminta masukan positif untuk dijadikan bahan penanganan stunting di daerah kami, "katanya. 

Dengan kebersamaan itulah tambahnya, mencoba sharing inovasi terbaik demi tujuan yang sama yakni mencegah stunting.

",Melalui kunjungan kerja ini ada oleh oleh yang kami dapatkan dari Tanah Bumbu dalam hal penanganan stunting secara terpadu, khusus nya untuk daerah Kalimantan Tengah "paparnya. 

Kepala Bapedda Kabupaten Tanah Bumbu Ir. Rahmadi menjelaskan.Penanganan stunting dilandasi berbagai strategi dengan memperkuat sinkronisasi dan koordinasi.

"Hal yang perlu kita sadari penanganan stunting itu tidak bisa  sepenuhnya di pantau oleh pihak Kabupaten dan tidak bisa dipantau secara menerus oleh Kecamatan.Namun yang dapat memantau itu adalah pihak Desa, kerena di Desa ada Posyandu nya dan ada lembaga yang punya peran untuk menangani stunting tersebut ,"imbuhnya.

Namun lanjutnya,  berbagai regulasi sebagai bentuk strategi ini tak hanya  menangani persoalan  penanganan stunting tapi berkaitan dengan seluruh persoalan kesehatan, seperti penyakit menular.

Dia sebutkan, ada persoalan mendasar di beberapa kantong stunting ini yang patut di curigai di daerah ini, kerena daerah ini punya daerah pantai dan daerah rawa serta daerah pegunungan.

"Dari 3 wilayah ini punya karakteristik yang berbeda ,tapi dari semua tanaman dinyatakan memiliki kesuburan,tapi unsur hara yang dibutuhkan tanaman maka tanah ini yang akan mempengaruhi gizi dalam tanaman itu. misalnya tumbuhan dirawa, tentu kandungan gizi nya akan beda dengan di pegunungan termasuk pantai. Hal inilah yang perlu menjadi kajian bersama,"terangnya. 

Sementara itu, dalam kunjungan ini di sambut Asisten Bidang Ekonomi Dan Pembangunan Drs. Suhartoyo, Rabu (27/11/11) diruang rapat Setda perkantoran Bupati Tanah Bumbu.(fan)

Posting Komentar

0 Komentar