PDAM Surya Sembada Surabaya Disoal, Anas Karno : Kok Ini Malah Mau Gak Bayar Deviden, Gimana Toh Ini



Surabaya - Wakil Ketua Komisi B DPRD Surabaya Anas Karno menilai keinginan menghapus atau membayar dividen kepada Pemkot Surabaya. Dalam proyek pembaharuan pipanisasi sejauh 380 kilometer yang diutarakan Dirut PDAM Surya Sembada Mujiaman Sukirno. Itu adalah suatu hal yang dapat menghambat pembangunan kota pahlawan.

"Permintaan Dirut PDAM seharusnya dilakukan sebelum penetapan APBD, kalau sampai dividen tidak dibayar artinya pemkot terancam terganggu penerimaan PAD-nya", papar Anas dalam rilisnya yang diterima media ini. Rabu (11/12/2019).

Anas mengatakan, PAD adalah sumber pemasukan pemkot Surabaya dalam pengembangan wilayah. Dan dalam RAPBD 2020 sudah diputuskan bersama DPRD dan walikota proyeksi penerimaan Pendapatan Asli Daerah.

"Pada akhirnya masyarakat juga harus tahu, PAD itu ya dibuat pembangunan, Surabaya kita bisa maju selain dari pendapatan pajak ya termasuk pendapatan deviden itu", ungkap politisi PDI-P tersebut.

Menurutnya, untuk mewujudkan pembangunan Surabaya tersebut, seluruh BUMD harus patuh pada pemerintah kota.

"Kalau mau surabaya maju ya semua BUMD harus patuh target PAD, kalau bisa diatas target, kok ini malah mau gak bayar deviden, gimana toh ini", tandasnya.

Untuk mengklarifikasi penghapusan dividen proyek pembaharuan pipanisasi, komisi B DPRD Surabaya akan memanggil Dirut PDAM dan meminta detil keterangan seperti anggaran kerja dan lainnya.

"Terhadap rencana pembaharuan pipanisasi, saya sebagai anggota komisi B percaya secara paralel tetap bisa dilakukan, toh ini bukan seperti pembongkaran serentak, ini kan proyek tahunan jangka panjang yang perlu perencanaan dengan baik.

Rencananya Komisi B akan memanggil dirut PDAM, kami akan minta rencana kerja anggaran pipanisasi tersebut, kami akan kaji seberapa sih kok sampai mengganggu deviden, atau ini cuma masalah perencanaan yang perlu disempurnakan saja", ujar Anas Karno.

Dia juga memberikan catatan khusus terkait pembaharuan pipanisasi sejauh 380 kilometer, jangan sampai proyek tersebut mengganggu aktivitas warga maupun bisnis.

Mengingat Surabaya dalam waktu dekat menjadi venue internasional. Dimana mata dunia internasional bakal tertuju ke kota ini.

"Yang perlu bagi komisi B adalah membaca kajian proyek tersebut, jangan sampai terulang kasus air mati saat pembongkaran perempatan balai pemuda terulang lagi.

Ini kota surabaya loh, ada banyak bisnis yang akan terganggu kalau proyek direncanakan tidak direncanakan dengan baik, apalagi tahun depan ada event piala dunia FIFA U- 20, nama baik dan kerapian kota harus dijaga", tambahnya. (Ham)

Posting Komentar

0 Komentar