Simpan Ganja 1,38 Gram Pemilik Warkop Deltasari Indah Ini Punya Asasmen dari BNN

 

 
SURABAYA - Dahri Lumeisa Bin H Sarip, terdakwa kasus kepemilikan 1,38 gram narkotika jenis ganja menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya. Rabu (31/3/2021). 

Sidang perdana ini digelar secara teleconfrence. Terdakwa Dahri Lumeisa Bin H Sarip menjalani sidang dari dalam sel tahanan Polrestabes Surabaya, sedangkan Majelis Hakim, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dan penasehat hukum terdakwa di ruang sidang Candra, PN Surabaya.

Jaksa Suparlan dari KejarI Surabaya dalam dakwaannya menjerat ketiga terdakwa dengan Pasal 114 ayat (1) Jo Pasal 132 ayat (1) jo 112 ayat (1) Undang-undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Sidang pembacaan dakwaan berlangsung lancar dan dilanjutkan dengan agenda pemeriksaan saksi yang melakukan penangkapan, Agus Purwanto dan Oki Ari Saputra dari Satresnarkoba Polrestabes Surabaya.

"Terdakwa Dahri kami tangkap Kamis tanggal 3 Desember 2020 di Warung Kopi Perumahan Deltasari Indah Blok N-101 Waru Sidarjo. Tangkapan pada Dahri ini pengembangan dari kasusnya saudara Denis. Didapatkan informasi dari Denis kalau mereka sering memakai sama-sama," katanya dalam persidangan di PN Surabaya secara teleconfrence. 

Ganja tersebut, lanjut saksi Oki Ari Saputra selanjutnya digerus untuk dipakai sendiri oleh terdakwa Dahri. "Saat kami tangkap ditemukan alat penggerus ganja dan barang bukti ganja seberat1,38 gram. Ganja itu dibeli terdakwa dari saudara Iwan," katanya.

Ditanya jaksa Suparlan, apakah saksi melakukan tes urine kepada terdakwa dan hasilnya bagaimana,?

"Ya, hasilnya positif," jawab saksi.

Ditanya lagi, apa informasi yang didapatkan saksi dari saudara Denis, ?

"Terdakwa sudah setahun mengkonsumsi Ganja. Ganja tersebut untuk digunakan sendiri," pungkasnya.

Selanjutnya, sidang penyalagunaan Ganja dengan terdakwa Dahri Lumeisa Bin H Sarip dilanjutkan dengan pemeriksaa terdakwa.

Kepada majelis hakim yang diketuai Ni Made Purnami, terdakwa mengakui semua perbuatan dan menyesal, berjanji bahwa dia tidak melakukannya lagi.

Berapa kali kamu diberikan assasmen dari BNN,? Tanya penasehat hukum kepada terdakwa. "Satu kali," jawab terdakwa.

Ditanya lagi, apakah kamu tahu ada rekomendasi rehabilitasi untuk kamu,? "Tahu. Saya ingin sehat lagi dan sembuh," jawabnya.

Diketahui, terdakwa Dahri Lumeisa Bin H Sarip memesan narkotika jenis ganja seberat ± 1,38 gram dengan harga Rp. 350.000 dari saudara Iwan (DPO). Kemudian barang haram itu diantarkan Iwan ke warung milik terdakwa pada hari Kamis tanggal 03 Desember 2020 sekira pukul 19.00 WIB di Warung Kopi Perumahan Deltasari Indah Blok N-101 Waru Sidarjo. (ban)

Posting Komentar

0 Komentar