Ciderai Janji, Jokowi Dituntut Mahasiswa

                                 
Surabaya- Newsweek- Kepemimpinan Jokowi- JK menuai protes keras dari Mahasiswa di Surabaya yang  menilai bahwa, selama enam bulan mengendalikan pemerintahan ternyata, banyak kebijakan strategis yang tidak berpihak kepada kepentingan rakyat, supremasi hukum yang amburadul, diplomasinya lemah, tak mampu melindungi dan menjaga kedaulatan Negara dan tak bisa menjaga stabilisasi harga pangan dan bahan pokok.

Kelompok forum aksi mahasiswa dan alumni UPN Veteran Jatim (FAMA-UPN “Veteran” Jatim), mendatangi gedung DPRD Surabaya Jl Yos Sudarso Surabaya untuk menyampaikan, sejumlah tuntutannya terkait pemerintahan Jokowi-JK yang dianggapnya tidak lagi pro rakyat bahkan, lemah di mata dunia.

Salah satunya harga BBM yang tidak stabil dan berimbas kepada harga bahan pokok dan pangan, akibatnya, semakin menurunkan daya beli masyarakat. Terus melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dollar US, yang berakibat semakin melemahnya kekuatan perekonomian Negara. Konflik KPK vs Polri yang terkesan mengacak-acak supremasi hukum , justru melemahkan semangat pemberantasan tindak pidana korupsi.

Tidak hanya itu, pemerintahan Jokowi-JK, juga dianggap gagal mempertahankan kedaulatan Negara dengan bukti, keberadaan pulau Natuna yang memiliki cadangan minyak sekitar 213 miliar barel dan 2 kuadrilium cubic gas alam ternyata, telah diklim oleh Tiongkok bahwa 90%, wilayah Natunan adalah bagian dar negaranya.

“Dimana ketegasan Presiden Jokowi sebagai kepala Negara dan kepala pemerintahan, jangan bertindak seperti petugas partai, sudah cukup kami melihat, sudah saatnya, kita bangkit dari tidur panjang untuk kembali menuntut janji-janjinya saat berkampanye,” teriak juru bicara aksi di depan gedung DPRD Surabaya. (31/3/15)

Dalam selebarannya, mahasiswa menyampaikan sejumlah tuntutan kepada pemerintahan Jokowi-JK, antara lain, Kembalikan supremasi hukum sebagai panglima keadilan di negeri ini, Hentikan segala bentuk pelemahan terhadap supremasi hokum, Stabilkan harga bahan-bahan pokok, Turunkan harga BBM,  Lindungi hak cipta karya anak bangsa, Turunkan tariff dasar listrik,  Stop import, lindungi pangan local, Lindungi dan selamatkan pulau Natuna dari klim pihak asing, Perkuat diplomasi dengan Negara lain,   Kembalikan independensi media massa.( Ham )


Lebih baru Lebih lama
Advertisement