Konflik Wacana Pilkada Aklamasi DPC PDIP Dan DPC Hanura




Surabaya Newsweek- DPC PDIP Surabaya yang berkeinginan, untuk menggelar pilkada aklamasi, setelah bertemu dengan sejumlah Partai Politik, yang berkoalisi, nampaknya akan menuai konflik, karena dengan dasar kesepakatan bersama atau mufakat, kemungkinan tidak akan berjalan mulus.

Pasalnya,  DPC Partai Hanura Surabaya dengan tegas mengatakan, tetap melanjutkan penjaringan calon yang sudah dilakukan sebelumnya.

Saat ini terdapat empat calon yang sudah mendaftar dan telah menyampaikan visi misi kepada partai pada 16 Juni 2016 lalu.

"Kita tetap melanjutkan penjaringan dan menunggu keputusan DPP. Kalau soal usulah PDIP terkait, aklamasi itu kan tidak bisa karena, tidak sesuai aturan (PKPU)," kata Sekretaris DPC Partai Hanura Surabaya, Warsito, Senin (22/6/2016).

Meski begitu, pihaknya tetap menyebut usulan PDIP, tersebut ada sisi positifnya. Diantanya adalah jika, dilaksanakan akan menghemat biaya pilkada.

Namun, hal itu tentunya mengurangi semangat demokrasi sehingga, Pilkada tidak ada persaingan dan terkesan, selesai dalam lingkum komunikasi partai saja.

"Usulanya sebetulnya bagus kalau untuk menghemat biaya. Tapi kalau dipaksakan maka, tidak sesuai dengan nafas demokrasi itu sendiri," katanya.

Saat ini, Warsito mengatakan Partai Hanura, akan melakukan koordinasi dengan Pengurus Anak Cabang (PAC) terkait, hasil,pemaparan visi misi calon yang mendaftar.

Diketahui, empat calon yang sudah mendaftar diantaran Sukoto, Dhimam Abror, Antony Bachtiar, dan Warsito Sekretaris DPC Partai Hanura Surabaya sendiri.

"Malam ini kita ada pertemuan dengan PAC, untuk membahas langkah selanjutnya. Belum ada keputusan sampai ada petunjuk dari pusat (DPP))," katanya.

Diketahui, sebelumnya DPC PDIP Surabaya, membuat wacana pilkada dilakukan aklamasi dengan kesepakatan mufakat.

Hal ini didasari partai berlambang banteng mocong putih, ini merasa jumawa dengan calon yang diusung yaitu Tri Rismaharini - Wisnu Sakti Buana.

Selain pasangan incumbent, keduanya memiliki elektabilitas paling tinggi serta didukung mesin politik paling solid di Surabaya.( Ham )
Lebih baru Lebih lama
Advertisement