Dewan Usulkan Tim Pansus Investigasi Problema Pasar Turi



Surabaya Newsweek - Problema Pasar Turi masih terus berkepanjangan, kini kalangan anggota DPRD Surabaya berpendapat, dalam panitia khusus (pansus) perlu dibentuk untuk mengurai keruwetan persoalan pembangunan Pasar Turi yang sampai sekarang tak kunjung selesai.

Karena keberadaan panitia ini dinilai penting untuk melakukan investigasi seputar pembangunan salah satu pasar legendaris di Kota Pahlawan itu. Mulai dari proses lelang, perjanjian build-oprate-transfer (BOT), hingga proses penjualan stan kepada pedagang.

DPRD Surabaya tepatnya di Jalan Yos Sudarso ini siap mengusulkan pembentukan tim yang khusus untuk itu. Menurut Vinsensius, anggota DPRD Surabaya, inisiatif para wakil rakyat ini sebagai solusi alternatif, agar masalah yang merugikan banyak pihak, khususnya pedagang dan warga kota tersebut, segera usai.
Selama ini, sebut Awey, sapaan akrab Vinsensius, dewan sudah berupaya memediasi konflik yang kerap muncul, khususnya antara pedagang dengan investor penggarap proyek Pasar Turi, yakni PT Gala Bumi Perkasa (GBP).

Hanya saja hasil hearing di gedung dewan, yang juga melibatkan satuan kerja perangkat daerah (SKPD) Pemkot Surabaya itu tidak maksimal. "Hasil rapat dewan hanya berupa rekomendasi. Rekomendasi ini sifatnya bisa dilaksanakan dan juga bisa tidak diikuti," jelas Awey, kemarin.

Dia menambahkan, hasil keputusan pansus ini nantinya memiliki kekuatan hukum. Hasil temuan dalam proses investigasi bisa menjadi bahan bagi penegak hukum jika terbukti ada penyimpangan. “Pokoknya tergantung dari hasil temuan kami nanti,” tandas anggota Komisi C DPRD Surabaya ini.

Dalam waktu dekat, pihaknya akan membuat draft usulan kepada pimpinan dewan. Saat ini, ungkapnya, sudah ada tiga fraksi yang menyetujui usulan tersebut.

"Syarat minimal pembentukan pansus ini kan ada tiga fraksi. Tapi kami akan terus melakukan komunikasi dengan beberapa fraksi lainnya,” ujar

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi C Buchori Imron menyambut baik wacana pembentukan pansus tersebut. Sebab, ucap dia, selama ini proses penyelesaian masalah Pasar Turi memakan waktu yang lama.
Padahal, para pedagang pasca terbakarnya Pasar Turi, segera butuh tempat untuk bisa berjualan. “Kan korbannya banyak itu. Pedagang mana bisa berjualan kalau masalah ini tidak segera selesai,” katanya.

Diberitakan sebelumnya, Pasar Turi Baru Surabaya yang dibangun PT GBP rencananya diresmikan, Jumat (18/3/2016) lalu. Namun peresmian pasar grosir itu batal digelar. Alasan keamanan menjadi pertimbangan utama batalnya peresmian tersebut.

Selama ini, ada dua kubu pedagang Pasar Turi yang berseteru terkait pembangunan Pasar Turi Baru. Sebagian menolak Pasar Turi Baru dikelola oleh pengelola saat ini yakni, PT Gala Bumi Perkasa, sebagian lagi menerima dan sudah membuka stand jualannya.( Adv / Ham )
Lebih baru Lebih lama
Advertisement