Ketua PC Muhammadiyah Terpilih, Tapi Rasa Pimpinan Pusat


SURABAYA - Suksesi kepemimpinan Muscab II Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Sukomanunggal 2015-2020, dengan terpilihnya Drs. M. Yahya Sholahudin SPd menggantikan Drs.M.Lutfi yang terpilih sebagai Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Surabaya, Minggu, (10/4) secara aklamasi dari 9 orang yang ditunjuk sebagai tim formatur. Menariknya, Pimpinan Aisyiyah Cabang Sukomanunggal terpilih Ny.M.Yahya Sholahudin menggantikan pengurus sebelumnya. Kejadian ini mirip dengan kepengurusan di tingkat PP Muhammadiyah yang dikomandani H.Haedar Nashir dan PP Aisyiyah dijabat oleh sang istri. “Kepemimpinan PCM dan PA ini dinilai oleh peserta sebagai Cabang, tapi rasa Pimpinan Pusat Muhammadiyah,” komentar peserta berseloroh.

Drs.M.Lutfi, mantan Ketua PCM Sukomanunggal dalam kata penutupannya menyatakan terima kasih sudah banyak yang dikerjakan oleh pengurus lama, tapi masih belum dapat semuanya dikerjakan dengan baik dan masih membutuhkan tantangan yang makin berat. Meskipun, saya bertugas sebagai Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Surabaya baru, namun saya berharap masih dapat diberi kesempatan  berkhidmat untuk membantu PCM Sukomanunggal ini. Dia berpesan pada pengurus yang baru uruslah Muhammadiyah dengan sungguh-sungguh dan jangan sekali-kali jadikan Muhammadiyah sebagai tunggangan untuk kepentingan lain karena menjadikan kita tidak ikhlas, ucapnya terbata-bata.

Lutfi juga menyampaikan, Dengan keberadaan waktu sebagai prioritas dan bukan sisa waktu yang tidak pantas untuk mengurus Muhammadiyah. “Jaga soliditas walau jumlah kita sedikit, kalau kita utuh  dan rukun,maka kita dapat berbuat yang terbaik dan berkualitas . “Saya bangga pernah menjadi bagian dari PCM Sukomanunggal ini,” imbuhnya. Pada bagian lainnya, Arief Sekretaris PDM Kota Surabaya dalam sambutannya meminta pengurus yang baru agar setelah terpilih agar segera bekerja dan tidur, karena yang terpilih adalah suami-istri dan termasuk kompak, ujarnya. 

Dia mengaku warga Muhammadiyah adalah termasuk warga minoritas, di Jawa Timur ini dan jangan berkecil hati. Namun, kita harus bisa mewarnai dalam setiap kehidupan bermasyarakat, karena sebagian besar adalah warga Nahdliyin. “Ibaratnya, kita seperti pohon yang mempunyai akar kuat. Kita tidak perlu mengeluh dan harus memegang kendali dalam setiap lokal wisdom (kearifan lokal). Misalnya, kalau tidak terpilih menjadi Ketua RT, bisa menjadi wakilnya atau sekretarisnya yang penting bisa mewarnai kehidupan dalam masyarakat sekitar,” kata Arief mengingatkan.

Sekretaris PDM ini meminta agar para pengurus Muhammadiyah seluruhnya terbuka dengan masyarakat atau umat dan siap menerima masukan dari masyarakat setiap saat sehingga kebutuhan masyarakat dapat dilayani oleh pimpinan Muhammadiyah. Semua kekuatan harus kita himpun dan kita dianggap kikir karena tidak pernah mengadakan bancakan. Menjadi sangat sempurna, kalau kita enggan menyantuni orang miskin dan anak yatim, beber Arief. Prinsip perserikatan adalah bersatu dan tidak berjalan sendiri antara Cabang Tandes, Benowo, Krembangan dan Pakal. Meskipun, kita jumlah sedikit tapi komitmennya dalam ber-Muhammadiyah kuat dan tidak harus kaku, harus lentur dalam menyikapi berkehidupan bermasyarakat dan tidak birokratis,imbuhnya.

Pada bagian lainnya, Drs.Yahya Sholahudin, Ketua PCM Sukomanunggal terpilih mengatakan “Saya mengucapkan terima kasih atas dukungan yang diberikan oleh teman-teman untuk menjadikan saya sebagai Ketua PCM Sukomanunggal yang baru. Namun,saya mengharapkan dukungan teman-teman untuk memajukan organisasi ini.  Saya yakin, karena teman-teman ada yang menjadi pengusaha yang sukses dan anggota DPRD Kota Surabaya maupun profesi lainnya. Mari bersama-sama kita memajukan PCM Sukomanunggal, pintanya. Sebelum dilaksanakan Muscab PCM Sukomanunggal ini digelar, didahului dengan pawai Ta’aruf dan Bazar gratis yang diselenggarakan di komplek Masjid Al Amin, jl. Simorejo Sari B Surabaya. (b)
Lebih baru Lebih lama
Advertisement