Aksi Kebut-Kebutan Di Jalan Tambung Bungai Kembali Marak

KUALA KAPUAS - Aksi kebut-kebutan yang dilakukan oleh kalangan anak-anak muda yang dulu menghilang, belakangan ini kembali terjadi. Kali ini kebut-kebutan berlangsung di kawasan Jalan Tambung Bungai, area bundaran DPRD Kapuas.

Sumber diperoleh menyebutkan, aksi itu terjadi setiap Jumat dan Sabtu subuh, di mana jumlah anak muda yang kebut-kebutan di jalan protokol itu dari lima sampai 10 unit sepeda motor dalam satu sesinya. Baik itu motor matik maupun motor jenis bebek."Pada Jumat dan Sabtu subuh anak-anak muda sering melakukan kebut-kebutan pada saat jalan sepi dan tidak ada petugas lalu lintas,"kata Rahmat warga setempat.

Terkait adanya kebut-kebutan, Kasat Lantas Polres Kapuas AKP Yudha Setiawan, Minggu (21/8) mengatakan, kebut-kebutan itu dilakukan anak-anak muda karena membanggakan jati dirinya orang yang suka melakukan balapan liar."Namanya anak muda ingin memberikan jati dirinya kepada masyarakat. Kebut-kebutan sudah lama tidak pernah terjadi lagi, namun kalau kembali muncul, kita akan cek dan lakukan langkah tindak lanjut,"jelas AKP Yudha.

Adapun ujarnya, langkah yang dilakukan petugas adalah akan melakukan patroli subuh di beberapa jalan umum, termasuk di kawasan Jalan Tambun Bungai yang digunakan untuk kebut-kebutan. Apabila ada anak muda yang melakukan kebut-kebutan, maka pihaknya akan mengamankan para pelaku dan akan  melakukan tilang. Bahkan bisa dilakukan tilang berat.

Sebab, apa yang dilakukannya sudah pasti akan merugikan orang lain sebagai pemakai jalan maupun buat dirinya sendiri, misalnya apabila motornya menabrak trotoar, maka dia sendiri yang mengalami kerugian dan apabila motornya menabrak pengendara lain, maka orang lain yang dirugikan.

"Dengan adanya kebut-kebutan ini, saya mengimbau agar para orangtua yang anaknya memakai sepeda motor agar menegur anaknya agar jangan melakukan kebut-kebutan di jalan raya. Begitupun jangan membiarkan anak belum cukup umur dan belum memiliki SIM untuk mengendarai motor, karena jika membiarkan maka orangtua merelakan anaknya celaka,"tukas kasat lantas. (NAta)
Lebih baru Lebih lama
Advertisement