Di Tinggal Sholat Magrib Mobil Dinas Plat Merah Menjadi Korban Pecah Kaca

KEDIRI - Ditinggal salat magrib, Kamis malam (22/12) mobil plat merah jadi sasaran pecah kaca. Peristiwa tersebut terjadi di halaman depan Masjid Al Khotib, tepatnya di tepi Jalan Raya Kediri-Pare yang masuk wilayah Desa Adan adan, Gurah. Satu tas raib digasak pelaku. Beruntung, tidak ada barang berharga di dalamnya. 

Dari data yang dihimpun minggu (25/12/2016) oleh wartwan koran ini, mobil dinas tersebut adalah milik salah satu pegawai Kecamatan Puncu. Dia adalah Hadi, 44, warga Desa/Kecamatan Badas. "Saya dengar begitu," terang salah seorang warga Desa Adan adan, Gurah yang enggan disebut namanya. 

Menurut pria tersebut sebelum kejadian mobil Isuzu Panther AG 653 GP diparkir di halaman depan masjid. Kebetulan saat itu Hadi sedang dalam perjalanan pulang dari Desa Gempolan, Gurah. "Kebetulan kondisi masjid saat itu agak sepi Mas," ujar pria 40 tahun tersebut. 

Setelah mengunci pintu kendaraan, Hadi langsung ambil air wudhu dan masuk ke masjid. Di tengah-tengah menunaikan salat, tiba-tiba terdengar suara kaca pecah. "Karena dalam kondisi salat, tidak ada yang mengindahkan," terangnya. 

Saat keluar, Hadi dekejutkan dengan kondisi kaca mobil yang sudah berserakan di atas paving. Hadi pun bergegas menuju mobilnya. Saat dicek, ternyata kaca samping depan sebelah kiri mobil sudah berlubang. "Ada tas di dalam mobil yang hilang" ujarnya. 

Mengetahui kondisi tersebut, Hadi langsung melapor ke pihak perangkat desa. Dari situ, laporan langsung diteruskan ke Mapolsek Gurah. "Dapat laporan kami langsung datangi TKP (tempat kejadian perkara)," terang Kapolsek Gurah AKP Suyono. 

Dua orang tim buser bersama tim identifikasi Polres Kediri langsung dikerahkan untuk melakukan olah TKP. Sementara, Hadi langsung dimintai keterangan oleh penyidik. Dari situ, Hadi mengaku kehilangan sebuah tas warna cokelat. Beruntung, tidak ada barang berharga di dalamnya. "Isinya hanya fotokopian berkas," ujar mantan Kasubaghumas Polres Bojonegoro tersebut. 

Meski begitu, Hadi menderita sejumlah kerugian. Akibat pecahnya kaca mobil, kerugian ditaksir  mencapai sekitar Rp 500 ribu. Belum ada titik terang mengenai ciri-ciri pelaku. Modus pelaku juga belum diketahui secara pasti. Hanya saja, ada dugaan jika Hadi sudah dibuntuti sebelumnya. 

Hingga kemarin, petugas masih menghimpun keterangan dari saksi-saksi. "Kami masih menyelidiki kasus tersebut," ujar pria 56 tahun tersebut. Usai diperiksa, mobil Panther langsung dikembalikan ke Hadi untuk diperbaiki. (wan/lum)
Lebih baru Lebih lama
Advertisement