Komisi C DPRD Surabaya Berharap Pemberdayaan UMKM Tepat Sasaran

 


Surabaya-Soal optimalisasi aset pemerintah kota, Komisi C Bidang Pembangunan DPRD Kota Surabaya menyatakan, perlu dilakukan untuk membuka lapangan pekerjaan baru.

Aning Rahmawati Wakil Ketua Komisi C DPRD Surabaya mengatakan, program padat karya yang telah dilaksanakan dengan memanfaatkan aset-aset Pemkot Surabaya untuk membuka lapangan pekerjaan baru, itu sudah tepat. “Optimalisasi aset tersebut memiliki nilai tambah,” ujar Aning Rahmawati, Rabu (4/10/2023).

Ia menjelaskan, jika bisa terlaksana dengan baik, maka bisa menurunkan tingkat pengangguran terbuka di Surabaya yang hingga saat ini masih di angka 7,62 persen.

Masih Aning Rahmawati, anggaran untuk Pemberdayaan UMKM pada APBD Surabaya 2023 telah dialokasikan sebesar Rp3 Triliun. Dia berharap anggaran itu bisa terserap dengan baik dan programnya tepat sasaran.

Dia menyampaikan, pembukaan lapangan kerja baru bisa berdampak pada upaya pengentasan kemiskinan. Untuk itu,lanjut Aning Rahmawati, APBD Surabaya harus menurunkan angka kemiskinan yang saat awal tahun masih sebesar 5,23 persen atau sejumlah 152.489 jiwa.

“Program-program jaring pengaman sosial harus terus dipertahankan. Misalnya Program perbaikan rumah tidak layak huni (rutilahu) yang dihuni oleh keluarga miskin,” ungkapnya.

Berdasarkan data yang dimiliki Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, awal tahun 2022 jumlah warga miskin di Surabaya mencapai 1,3 juta jiwa. Kemudian pada akhir tahun 2022, jumlah warga miskin turun drastis menjadi 219.427 jiwa atau 75.069 KK. Selanjutnya, hingga bulan Juni 2023, data keluarga miskin di Surabaya tersisa 172.129 jiwa atau 58.835 KK.

“Di tahun 2023 ini, keluarga miskin ini saya minta sudah kerja semuanya dengan model padat karya dan intervensi lainnya, sehingga setiap anggaran yang kita keluarkan benar-benar tepat sasaran dan bisa menyejahterakan warga Surabaya,” tandasnya.

Sejak tahun lalu, Pemkot Surabaya terus bergerak menggalakkan Padat Karya. Hingga saat ini sudah ada 34 Rumah Padat Karya yang terletak di 14 kecamatan.

Bentuk Rumah Padat Karya itu bermacam-macam di setiap wilayah, ada yang berbentuk kafe, sentra menjahit, laundry, cuci kendaraan, perbaikan Rutilahu (Rumah Tidak Layak Huni), budi daya pertanian dan peternakan, rumah maggot hingga pembuatan paving.



Lebih baru Lebih lama
Advertisement