DPRD Surabaya Berharap Digitalisasi Penyerapan tenaga Kerja Menjadi Komitmen Bersama

 


 

Surabaya- Agar seluruh angkatan kerja bisa terlacak dan bisa dilakukan intervensi, pimpinan DPRD Kota Surabaya mendorong pemerintah kota setempat untuk membuat program pengentasan pengangguran berbasis kota cerdas (smart city).

Reni Astuti Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya mengatakan, dengan berbasis kota cerdas, bukan hanya para pencari kerja yang saat ini menganggur yang terdata, namun seluruh lulusan SMA atau SMK yang kesulitan untuk melanjutkan ke perguruan tinggi karena, keterbatasan biaya juga bisa terdeteksi.

"Agar semua data tersebut bisa terkover dalam platform digital. Bukan data terkumpul seperti saat ini. Semua didata dan baru dibuka kembali saat dibutuhkan. Data terkumpul itu harus ter-update dan sebagai masukan untuk pengambilan kebijakan," ujar Reni, Minggu ( 5/11/2023)

Ia menjelaskan, data angkatan kerja lengkap dengan profil ter-update berbasis digital itu akan memudahkan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dalam melakukan intervensi. Begitu juga dengan lulusan SMA yang hendak melanjutkan ke jenjang lebih tinggi, bisa diintervensi dengan beasiswa Pemuda Tangguh.

Dia menyebut target investasi di Kota Surabaya tahun ini sebesar Rp34 triliun. Artinya, dengan nilai investasi ini, kesempatan kerja makin terbuka. Ini juga bisa menyerap tenaga kerja sangat signifikan.

Wakil DPRD Surabaya ini berharap, kesempatan itu bisa dibuat dengan maksimal. Jangan sampai tidak membawa dampak pada pengentasan pengangguran di kota ini. Kesempatan investasi itu, lanjut Reni, mestinya bisa dimaksimalkan jika semua berbasis digital dan terkoneksi dengan angkatan kerja.

Reni juga berharap agar digitalisasi penyerapan tenaga kerja ini menjadi komitmen bersama untuk mempercepat pengentasan pengangguran. "Saya memimpikan pemimpin, termasuk DPRD, tidak bisa tidur saat warganya nganggur, tidak punya penghasilan," tandas Reni.

Masih Reni, semuanya harus memikirkan kebijakan untuk pengentasan pengangguran, termasuk program padat karya yang saat ini digalakkan. Sehingga, angkatan kerja dengan kemampuan dan keterampilan tertentu bisa diberdayakan.

Begitu juga dengan mengantarkan angkatan kerja dengan keterampilan mumpuni untuk mengisi pekerjaan. Hanya dengan program berbasis kota cerdas bisa ada solusi. ( Adv/Ham)



Lebih baru Lebih lama
Advertisement