DLH Gelar Sosialisasi FGD 2 KLHS RPJMD Kota Probolinggo Tahun 2025-2030

Probolinggo - Guna menciptakan tahapan perencanaan pembangunan yang berorientasi pada kepedulian pada lingkungan hidup, maka Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Probolinggo perlu melakukan langkah ansipatif dengan mengadakan suatu kajian yang dituangkan dalam Forum Group Discussion (FGD) 2 Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) RPJMD kota Probolinggo tahun 2025-2030, Senin 4 Desember 2023.

Acara yang dilangsungkan di aula DLH kota Probolinggo ini dihadiri Kadis LH Retno Wandansari, Staf Ahli Bidang Pembangunan Ekonomi dan Keuangan Slamet Swantoro, narasumber dari Universitas Brawijaya Malang serta undangan dari perwakilan OPD dilingkup Pemkot probolinggo.
 

Kadis LH, Retno Wandansari dalam pembukaan acara tersebut menyampaikan maksud dan tujuan FGD 2 KLHS RPJMD serta menjelaskan Pokja yang ada pada Tim Penyusunan KLHS RPJMD. Sesuai dengan tujuan FGD yakni diskusi yang dilakukan secara sistematis dan teararh dari suatu grup untuk membahas suatu masalah tertentu dalam suasana informal  dengan tujuan menyamakan setiap persepsi atas suatu isu atau topic tertentu, yang pada akhrnya akan melahirkan kesepakatan dan juga pengertian baru terkait materi yang dibahas.
 
Selanjutnya sambutan disampaikan oleh Bapak Slamet Swantoro selaku Staf Ahli Bidang Pembangunan Ekonomi dan Keuangan tentang keterkaitan penyusunan KLHS RPJMD dan rencana pembangunan 5 tahun kedepan. Selanjutnya disusul dengan pemateri selanjutnya dari Universitas Brawijaya yang menyampaikan 17 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, perlu masukan dan saran dari OPD yang membidangi dan masyarakat agar tercapai kualitas lingkungan hidup, maka akan muncul isu-isu strategis sesuai dengan kondisi kota Probolinggo, maka dibuat analisis secara partisipatif yang akhirnya berbagi peran dalam pelaksanaan pembangunan.
 

Perlu diketahu, Tahapan penyusunan KLHS RPJMD dilakukan  dalam setiap pembanguanan 5 tahun agar  lingkungan tetap terjaga dan seimbang antara prinsip Lingkungan-Ekonomi dan Sosial. Diantara hal yang perlu dikaji yakni Kebutuhann data yang tidak ada atau belum tercukupi maka perlu survey agar tercapai sesuai dengan target nasional misalnya tenaga kerja yang terserap, Isu Strategis  pertama berdasarkan Skoring di Kota Probolinggo yaitu Pengelolaan Sampah yang komperenhensip dan berkelanjutan maka sampah dapat dilihat sebagai aset yang dikelola sehingga mempunyai nilai ekonomi mendukung pembangunan.

Sesuai dengan tiga komponen dalam giat FGD yaitu diskusi yang materi isu disampaikan oleh masing-masing peserta diantaranya Budi Kris menyampaikan, Mengapa OPD tidak bisa menyediakan data karena belum ada anggaran untuk mendukung ketersediaan data dalam rencana pembangunan, perlu Konsistensi data dari  OPD yang dimasukan dalam dokumen, dapat diformulakan jumlah isu strategis, penjaminan kualitas yang dapat menguatkan pemangku kepentingan sebagai panduan,  Pembangunan harus memperhatikan lingkungan. Kemudian Retno dari Bappeda menyampaikan,  RPJMD kota Probolinggo masa berlakunya tahun 2024 maka harus sudah tersusun pada tahun 2025 atau 2026 dan RPD harus sudah ditetapkan pada minggu ke 3 Januari 2024, rancangan teknokratik 2025-2030 harus sudah selesai bulan Mei 2024 dan diserahkan ke KPU, KLHS RPJPD harus segera dilengkapi yang mensyaratkan Berita Acara Penjaminan Kualitas KLHS RPJPD.

Disusul Aksan yang menyampaikan, KLHS RPJMD disesuaikan dengan masalah di perkotaan dengan ruang yang terbatas, misalnya alih fungsi lahan jadi yang pas Pengendalian Tata Ruang, belum menemukan isu polusi atau pengurangan emisi karbon, Ketahanan Bencana dan Perubahan Iklim. Diikuti oleh Mustajab dengan penyampaian terkait pentingnya ketercukupan data dalam penyusunan dokumen.  Wawan (Asisten Perekonomian dan Pembangunan) menyampaikan Perlu dicermatikata-kata/kalimat untuk memaknai isu prioritas serta didukung dengan data.

Dari hasil diskusi terdapat 7 isu yang dapat diambil langkah konprehensif yaitu terkait  Pencemaran dan  Kualitas Lingkungan, Perubahan iklim, Kerawanan pangan, Sarana Prasarana Wilayah, Kurangnya Kualitas Sumber Daya Manusia (Kesehatan, Kesejahteraan Dan Pendidikan) perlunya Pertumbuhan Ekonomi. Sementara Kadis LH Retno Wandansari saat diwawancarai menyangkup kegiatan tersebut menjelaskan bahwa FGD KLHS RPJMD 2025-2030 ini  perlu dilakukan demi menyeimbngkan antara laju pembangunan dengan perhatian terhadap lingkungan hidup Diharapkan diskusi ini bias menghasilkan persamaan persepsi menyangkut hal yang dibahas.ujarnya. (Suh)
Lebih baru Lebih lama
Advertisement