SURABAYA – Berawal dari kepedulian terhadap literasi anak, Wasilatul
Ummah (34), seorang ibu dengan tiga orang putra, menginisiasi sebuah gerakan
lapak baca gratis untuk anak-anak di wilayah tempat tinggalnya. Kegiatan ini
rutin digelar di Pos RT 05 RW 04 Simomulyo Baru, Kecamatan Sukomanunggal,
Surabaya.
Aksi nyata ini awalnya terinspirasi dari komunitas Duduk Baca di Malang.
Namun, sebagai seorang pegiat Read Aloud (membaca nyaring), Wasila bersama
rekan-rekannya di SIMORA (Simo Read Aloud) memutuskan untuk mendirikan lapak
baca khusus anak-anak usia 3 hingga 10 tahun.
Gerakan yang dimulai sejak 12 April 2026 ini mendapat sambutan hangat
dari lingkungan sekitar. "Alhamdulillah, pengurus RT dan PKK setempat
sangat mendukung. Awalnya konsep lapak baca ini mau keliling, tetapi atas saran
Ketua RT dan PKK, kami putuskan untuk menetap di Pos RT 05 agar lebih mudah
dijangkau," ujar Wasila.
Sistem pendekatan yang diterapkan berpusat pada anak (child-centered).
Sebelum dibebaskan memilih aktivitas atau permainan edukatif yang tersedia,
anak-anak wajib mengikuti sesi Read Aloud terlebih dahulu. Metode membaca
nyaring ini dinilai sangat efektif untuk menumbuhkan ketertarikan anak terhadap
isi buku cerita.
Antusiasme pun terus meningkat. Pada pertemuan terakhir, Minggu (24/05/2026), tercatat ada 21 anak yang datang berkunjung. Menariknya, lapak baca ini tidak hanya dihadiri oleh anak-anak dari RT 05, melainkan juga dari wilayah luar RT. Para orang tua pun mengaku anak-anak mereka selalu tidak sabar menantikan jadwal pertemuan berikutnya.
"Kemauan dan minat, itulah yang menjadi tujuan kami selaku
fasilitator. Kami ingin menumbuhkan minat baca mereka dan menanamkan pola pikir
bahwa membaca adalah aktivitas yang sangat menyenangkan," tambahnya.
Meski koleksi buku dan permainan edukatif saat ini masih menggunakan
milik pribadi, operasional lapak baca ini sangat terbantu oleh fasilitas
penunjang seperti rak, meja, dan kipas angin yang disediakan penuh oleh
pengurus RT 05. Selain itu, SIMORA juga mulai menerima donasi berupa dana dan
buku dari masyarakat.
"Kami ingin mengucapkan terima kasih banyak atas dukungan pengurus RT dan para donatur. Saat ini jumlah pendamping di lapak baca ada empat orang, termasuk saya sendiri. Doa saya, semoga Lapak Baca ini bisa menjadi besar dan terus berkembang," pungkas Wasila penuh harap. (Nennie)


.jpeg)





