Dinkes Kab. Blitar Menyelenggarakan Workshop Manejemen Resiko & Keselamatan Pasien

BLITAR - Program keselamatan pasien (patient safety) di Rumah Sakit merupakan salah satu parameter Akreditasi Rumah Sakit yang tercantum dalam UU No.44 / 2009 tentang Rumah Sakit, sehingga diharapkan semua staf rumah sakit dapat memahami dan menerapkannya. Demikian halnya Puskesmas dalam pelayanannya kepada masyarakat program keselamatan pasien juga merupakan parameter untuk akreditasi Puskesmas.

Dalam rangka sosialisasi penerapan Manejemen Resiko &  Keselamatan Pasien di puskesmas se kabupaten Blitar, yang berbasis patient safety, Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar menyelenggarakan “ Workshop Manejemen Resiko &  Keselamatan Pasien dalam rangka akreditasi PUSKESMAS “.

Kegiatan ini dilaksanakan dalam bentuk workshop selama 2 hari di pada  hari Rabu - Kemis, 29 – 30Maret 2017 bertempat di Gedung LEC (Local Education Centre) Garum Blitar. Peserta kegiatan ini berjumlah 70 orang yang terdiri dari Dokter, Perawat, bidan, pejabat struktural Dinkes Kab Blitar, Penunjang Medis dan bagian Manajemen. Narasumber dalam kegiatan workshop ini adalah dari RSD dr,Soebandi Jember  dr Hendro Soelistijono.MARS.

Para peserta workshop tersebut diharapkan bisa mengantisipasi kejadian sejak dini yang biasanya terjadi atas pelayanan terhadap pasien, baik teknik pelayanan, manajemen risiko klinis. Dengan kata lain para peserta diajarkan bagaimana membuat perencanan antisipatif dalam menghadapi risiko kerja mengingat maraknya tuntutan hukum atas masalah yang sering terjadi di rumah sakit dan Puskesmas.

Kabid Pelayanan Kesehatan Dinkes Kab Blitar  dr. Christine Indrawati,M.Kes menyampaikan “ Intinya dari workshoop ini adalah bagaimana Puskesmas menjaga agar pasiennya tidak beresiko yang mengalami sesuatu hal yang seharusnya bisa dicegah, contohnya ada pasien pasien yang jatuh dari tempat tidur, itu karena bed nya masih model lama yang tanpa pelindung kiri kanan. Kemarin kemarin  jujur kurang perhatian, jadi harapan kedepan teman teman dari puskesmas lebih perhatian terhadap keselamatan pasien karena itu nanti termasuk dalam penilaian akreditasi “(Adv/Kes/VDZ)

Posting Komentar

0 Komentar