Golkar dan Modin Menjalin Hubungan Timbal Balik


SURABAYA - Di tengah resahnya nasib kaum Modin di Jatim dan khususnya Surabaya, Ketum Golkar H. |Setya Novanto memberikan sentuhan khusus, dengan ajak setia dan tulus dalam memberi pelayanan terbaik kepada masyarakat luas. “ Kami dengan suka dan duka para Bapak dan Ibu Modin ini punya tanggung jawab besar kepada masyarakat di lingkungannya juga kepada Allah Swt,” ungkap SN, akronim dari nama Ketua Umum Partai Golkar ketika berada di Surabaya, seusai melantik jajaran PG Jatim periode 2016-202.

Para modin Surabaya itu pun gayeng dalam dialog dengan para petinggi Golkar, yang diantaranya Yahya Zaini, Nyono Suharli Ketua PG Jatim, Sahat T. Simanjuntak Sekretaris PG Jatim, Adis Kadir Mantan Ketua PG Surabaya, Sambari Halim Bupati Gresik. “Pak Ketum, sungguh secara pengabdian bukan karena Tuhan mungkin kami tidak betah, karena tanggung jawabnya besar dan masyarakat kurang berpresiasi kepada kami,” tutur seorang Ibu Modin yang pengalaman puluhan tahun ini ikut hadir di tengah silaturahim dengan Ketum Golkar.

Ada seoranmg modin, bercerita merawat mayat yangt sudah sehari meninggal dan baru diketahui sehingga sudah kaku untuk disedekapkan tangannya, seusai memandikannya, juga kadang kami temui almarhum yang matanya tak bisa menutup tapi membelalak dan jika dibiarkan akan menakutkan keluarga maupun masyarakat. “Untuk itu kami bermunajat dan mohon kepada Allah Swt agar para mayat itu meninggal dalam keadaan wajar, dan alhamdulillah bisa normal disendekapkan dan yang matanya membelalak dapat ditutupkan pelupuknya,” tutur Modin dari Surabaya Selatan.

Sisi lain yang mau dihargai dan diperjuangkan oleh Golkar, khususnya terkait nasib kaum modin itu adalah nilai apresiasiyan yang di Surabaya tak sampai Rp 400 ribu rupiah/bulan dan di bandingkan dengan modin di Jombang maupun Gresik maka Surabaya belum menggembirakan.

 “Dulu ketika saya maju calon walikota Surabaya akan dinaikan sampai Rp 1,5 juta sebulan, tapi karena gagal ,maka tidak ada perhatian  yang cukup memnyenangkan dari Pemkot Surabaya,” papar Adis yang kini anggota DPR RI dari Golkar ini. Menurut Sahat Simanjuntak, yang juga Ketua fraksi Golkar di DPRD Jatim ini, upaya dialog itu untuk menjaring aspirasi dan masukan dari para Modin, kemudian akan diperjuangkan dalam UU yang seperti halnya dilakukan oleh Golkar, ketika memperjuangkan perbaikan nasib para pembantu di seluruh Indonesia.

 “Moga saja, para modin itu bersama Golkar akan diperjuangkan nasibnya. Dan tentu sewajarnya, kami berharapa ada nilai timbal balik bagi Golkar sehingga kepercayaan itu tumbuh bersama antara Golkar dengan masyarakat, khususnya para modin sebagai ujung tombak yang terkait urusan kematian dan perkawinan manusia di sekitarnya,” tambah Sahat T. Simanjuntak yang alumnus Ubaya ini, dari dapil Surabaya dan Sidoarjo. (mashur)

Posting Komentar

0 Komentar