Pasca Penggrebekan Gudang Beras PT IBU, Dicurigai Ada Strategi Bisnis Beras Oleh Kelompok Besar

MADIUN - Buntut dari operasi penggerebegan gudang beras PT Indo Beras Unggul ( IBU ) di Bekasi beberapa waktu yang lalu oleh Satgas Pangan dan Kepolisian , tak urung membuat banyak kekhawatiran dan keresahan khususnya dikalangan pengusaha beras dan pengusaha pupuk. Tak pelak para pengusaha beras banyak yang menjadi takut terutama untuk membeli gabah dari petani. 

PT IBU yang diduga melakukan penyimpangan subsidi dengan cara beli gabah petani yang produksinya menggunakan pupuk dan benih bersubsidi serta diduga mengambil keuntungan yang berlebihan bertentangan dengan Undang undang Perlindungan Konsumen seperti yang disampaikan oleh pihak Kepolisian. 

Produsen beras premium merk Maknyuus tersebut juga diduga melakukan pelanggaran terkait hak-hak konsumen. Dari hasil Laboratorium diduga terjadi ketidaksesuaian dengan Label yang dicantumkan. Bahkan informasi terakhir Direktur Utama PT Indo Beras Unggul telah ditetapkan sebagai Tersangka oleh pihak Kepolisian. 

Seperti yang disampaikan oleh salah seorang pengusaha di Madiun Agus Zamroni, bahwa kejadian ini bisa berbahaya karena pengusaha beras akan merasa takut  untuk membeli gabah dari petani. Menurutnya dampaknya petani yang tanaman padinya menggunakan pupuk dan benih Subsidi akan kelabakan karena  tak laku dijual di pasar bebas. Dan mungkin  hanya Bulog saja yang boleh beli hasil panen gabah petani yang menggunakan pupuk dan benih bersubsidi. 

Masih menurut Agus Zamroni , apa Bulog siap tampung hasil panen petani yang gunakan pupuk dan benih Bersubsidi ? “ Ini kerancuan Hukum yang harus segera dipecahkan dalam rangka memberikan kepastian hukum dalam berusaha di sektor pangan “, tegas Agus Zamroni kepada wartawan koran ini.

Lebih lanjut ditandaskan oleh Agus Zamroni ,apakah ini cara mengurangi subsidi, seakan akan petani sudah tidak membutuhkan pupuk dan benih Subsidi ? menurutnya petani akan pilih pupuk dan benih Non Subsidi yang nantinya akan muncul pabrik pabrik pupuk baru Non Subsidi yang diduga digawangi oleh para pengusaha dan peralatan yang digunakan untuk pabrikasi kebanyakan produk China. Bahkan kalau perlu Impor pupuk dibolehkan dengan alasan spesifikasi khusus untuk meningkatkan mutu beras premium yang produksinya tidak menggunakan Subsidi Negara.

“ Saya curiga ini ada strategi bisnis yan disiapkan oleh kelompok besar dalam menguasai sektor ekonomi kerakyatan yang menjadi tulang punggung pendapatan petani ,kata Agus Zamroni. Semoga ini tidak terjadi, kalau ini terjadi  bagaimana dengan nasib BUMN PIHC ( Pupuk Indonesia Holding Company ). 

Bagaimana bila produksi bekatul bagian dari proses penggilingan gabah yang menjadi bahan pakan ternak produksinya menurun, pasti harga bekatul akan naik dan peternak bisa terancam kelangsungan usahanya. Itulah pemikiran Agus Zamroni guna mencari solusi terbaik atas permasalahan pangan yang menguasai hajad hidup rakyat Indonesia. (Jhon)
Lebih baru Lebih lama
Advertisement