Berita Terbaru

Subscribe

Subscribe

Subscribe

Subscribe

Subscribe

Subscribe

TERPOPULER

Zaitul Berharap Ada Sekolah Catur Di Pemkab Kapuas

KUALA KAPUAS - DI ERA tahun 2006, Kabupaten Kapuas Kalteng memiliki sekolah catur yang mana sekolah tersebut diresmikan Bupati Kapuas di era saat itu Burhanudin Ali. Sekolah yang ditempati sebelumnya adalah gudang beras milik Pemkab Kapuas yang disulap menjadi sekolah catur.

Pihak pemerintah setempat saat itu melengkapi sarana dan prasarana catur, seperti alat peraga, komputer dan meja kursi. Lokasi sekolah catur berdiri satu atap dengan Kantor Pemkab Kapuas di Jalan Tambun Bungai Kota Kuala Kapuas. Untuk bagian samping kantor disediakan ruangan khusus untuk sekolah catur yang lokasinya berada di Jalan Seroja Kapuas.

Setelah berjalan beberapa tahun, tepatnya tahun 2009, Kantor Pemkab Kapuas terbakar sehingga ruangan sekolah catur ikut terbakar. Sebagian alat di dalamnya ludes terbakar. Sehingga untuk saat ini sekolah catur hanya menempati ruangan yang sempit dan tak memenuhi syarat.

Master Nasional (MN)catur Zaitul Ichlas Zainal menceritakan, pada saat berdirinya sekolah catur, jumlah siswanya mencapai 400 orang. Mereka adalah pelajar Sekolah Dasar, SMP sampai SMA dan sederajat."Sekolah catur yang kami dirikan bernama Sekolah Catur Junior Kapuas,"ungkap Zaitul Ichlas, Senin (21/8).

Dikatakannya, sebelum sekolah catur ini didirikan, diberinama Sekolah Catur Burhanudin Ali. Nama itu adalah nama Bupati Kapuas (pada saat itu). Sebab Burhanudin Ali sangat suka dengan catur dan pada saat itu Kapuas banyak melahirkan pemain-pemain pecatur-pecatur yang handal, yang saat ini sudah menjadi guru.

Sejak sekolah itu diresmikan oleh Bupati Kapuas sebagai sekolah catur, dia dipercaya menjadi kepala sekolah. Sementara yang mengajar ada 6 orang. Mereka adalah pemain catur senior yang sehari-harinya sebagai guru Sekolah Dasar maupun guru SMP. Di era itu, guru-guru catur inilah yang sempat membawa nama harum Kabupaten Kapuas di ajang Provinsi Kalteng maupun di Tingkat Nasional.

Sejak tak memiliki sekolah catur, maka tahun demi tahun jumlah siswa caturnya mulai berkurang dan kini hanya tinggal sekitar 35 orang saja."Sejak sekolah catur kami terbakar, kami hanya menempati bangunan milik pemerintah, yang mana bangunan itu tidak dilengkapi dengan meja kursi, komputer maupun alat peraga dan serba terbatas," tambah Zaitul Ichlas, mantan wartawan Banjarmasin Post perwakilan Sampit di era tahun 1990 an ini.

Bangunan yang saat ini digunakan berlatih catur adalah milik Disdagperinkop Kapuas yang dipinjami oleh Pemkab Kapuas."Saya berharap agar Pemkab Kapuas memberikan fasilitas sekolah catur yang layak. Sehingga siswa catur menjadi nyaman,"terang lelaki yang sekarang menjabat sebagai Wakil Ketua PWI Kabupaten Kapuas yang juga selaku pemilik perusahaan media SKU Info Kalteng.

Mulai berdirinya Sekolah Catur Junior Kapuas, Zaitul Ichlas mengakui banyak melahirkan pecatur. Baik tingkat Kabupaten, Provinsi hingga Nasional. Untuk tingkat Provinsi Kalteng, seperti Yulia, Ria Agustiana, Hamsinah serta Neneng, yakni pada tahun 2007 silam, juga melahirkan wasit catur tingkat wasit dan pelatih nasional, seperti Cuncun Wahyudi dan Ahmad Yasin.

Kemudian melahirkan juara O2 SN mewakili Kalteng 3 kali di tingkat nasional. Kejurnas mewakili Kalteng di Makassar, Surabaya maupun Jakarta. Untuk bertanding di Jakarta 3 kali menang. Ditanya pecatur tingkat nasional yang berat, menurutnya seperti Jabar, Jatim dan untuk di Kalimantan yang terberat adalah adalah Kaltim. Kemudian untuk prestasi saat ini di tingkat nasional rata-rata 60 persen dari hasil pertandingan. Dan mereka yang mendapat peringkat juara, rata rata 75 persen. (nata)

Post Comment

Tidak ada komentar:

Berikan Tanggapan Anda