Berita Terbaru

Subscribe

Subscribe

Subscribe

Subscribe

Subscribe

Subscribe

TERPOPULER

Syaikh Muhammad Ismail Hadiri Haul 1/4 Abad Masyayikh Al Haromain

BANGKALAN - Syaikh Dr. Muhammad Ismail Utsman Al Zain Al Makki menghadiri haul 1/4 Abad  Masyayikh Al-Haromain Syarifain, di Pondok Pesantren Nurul Amanah, Desa Basanah, Kecamatan Tanah Merah, Kabupaten Bangkalan, bertempat di Halaman Pondok Pesantren Nurul Amanah, Sabtu (15/07/2018).

Kehadiran Syaikh Muhammad Ismail dalam acara tersebut di sambut dengan antusias oleh santri, alumni beliau di Indonesia. Ratusan alumni Al- Haromain dari Jawa Tengah, Jawa Timur, Madura, Bali, Lombok, Kalimantan, Sumatra, Jawa Barat, Jakarta dan lain sebagainya.

Menurut, Koordinator Pusat Majelis Khirriji Al-Haromain As-Syarifain, K.H. Izzat Hasan Iraqi, kehadiran ulama bermadzab Syafi'iyah ini dalam rangka untuk dakwah ukhuwah islamiyah dan haul 1/4 abad masyasyikh Al-Haromain. " Beliau hadir ditengah-tengah kita dalam rangka dakwah, silaturrahim serta haul 1/4 abad Masyasyikh Al-Haromain".terang Izzat disela-sela acara.

Selain itu, sebagaimana telah disampaikan oleh Syaikh Muhammad Ismail tadi, terang Drs. K.H. M. Jazuli Nur, L.C, pengasuh Pondok Pesantren Nurul Amanah, bahwa silaturrahim antara guru dan murid bukan hanya secara fisik namun juga secara rohani sehingga hubungan antara guru dan murid sangat  melekat tidak hanya di dunia tapi juga akhirat kelak.

Dikatakan pula oleh Shohibul Manzil ini, pada pundak Khirijil Al Haromain terdapat tanggung jawab yang besar yakni amanat sebagai ulama, sebab Khirijil Al Haromain menjadi tumpuan ulama nusantara bahkan ulama dunia. Seperti Syaichona Cholil Bangkalan melalui NU, K.H. Hasyim Asy'ari melalui NU, K.H. Ahmad Dahlan dengan Muhammadiyah.

Oleh karena itu, harapannya melalui Haul 1/4 abad Masyayikh Al Haromain ini, para santri, alumni dan ulama Khirijil Al Haromain dapat bersatu padu untuk perdamaian demi kesejahteraan umat islam, bangsa dan negara. Sekedar tahu, Syeikh Muhammad merupakan putra dari Al-'Allamah Al-Maghurlah Syaich Ismail yang menjadi guru ulama-ulama Nusantara, utamanya ulama-ulama Jawa dan Madura di Tahun 80-an di Tanah Suci Makkah.

Untuk nama lengkapnya adalah Asy-Syaikh Dr. Muhammad bin Ismail bin Ismail bin Usman bin Ali bin Salim bin Abdurrahman bin Abi Ghaits bin Ibrahim bin Ismail bin Muhammad Az-Zain Al Maliki. Ulama muda ini merupakan salah satu ulama kharismatik berhaluan Aswaja ( Ahlus Sunah Wal Jamaah ) bermadzab Syafi'i yang berada di Arab Saudi. 

Setiap hari, kesibukan beliau selain menjadi dosen dan Guru Besar dan mengisi kuliah umum di beberapa negara, Syaikh Muhammad juga senantiasa membuka pengajian kitab umum untuk santri-santrinya yang umumnya dari Indonesia. (Yit)

Post Comment

Tidak ada komentar:

Berikan Tanggapan Anda