DLH Gelar Verifikasi Program Kampung Iklim Untuk 3 Kelurahan Kota Probolinggo


PROBOLINGGO - Guna memberi wawasan terhadap masyarakat terkait mitigasi dan adaptasi terhadap perubahan iklim akibat efek gas rumah kaca, maka Dinas Lingkungan Hidup (DLH) kota Probolinggo menggelar kegiatan verifikasi Program Kampung Iklim yang kali ini mencakup 3 Kelurahan yang ada dikota Probolinggo yakni RW 7 Kelurahan Mangunharjo Kecamatan Mayangan,  RW 1 Kelurahan Pilang dan RW 1 Kelurahan Ketapang Kecamatan Kademangan.

Kegiatan yang berlangsung di kelurahan Mangunharjo Kecamatan Mayangan kota Probolinggo, Rabu (20/3) ini dihadiri Bidang K2KLH DLH kota Probolinggo, DLH Provinsi jawa Timur, Lurah serta RT/RW masing-masing kelurahan.

Seperti diketahui Program Kampung Iklim (ProKlim) telah diluncurkan sebagai gerakan nasional pengendalian perubahan iklim berbasis komunitas oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan pada Tanggal1 Desember 2016.

ProKlim yang telah dilaksanakan sejak tahun 2012, bertransformasi dari memberikan apresiasi terhadap wilayah administratif paling rendah setingkat RW/dusun dan paling tinggi setingkat kelurahan/desa, menjadi mendorong dan memfasilitasi tumbuhnya Kampung Iklim melalui pengayaan inovasi program adaptasi maupun mitigasi perubahan iklim yang dilaksanakan secara kolaborasi antara pemerintah (Party) dengan Non Party Stakeholder.

Selain itu kriteria lokasi ProKlim juga diperluas mencakup wilayah yang masyarakatnya telah melakukan upaya adaptasi dan mitigasi secara berkesinambungan, seperti komunitas pondok pesantren, perguruan tinggi, dan lingkungan masyarakat yang mendiami satu wilayah.

Rizki Fadillah, Lurah Mangunharjo saat dimintai komentar terkait kegiatan tersebut menjelaskan bahwa acara pra verifikasi program kampung iklim ini merupakan satu upaya dari DLH untuk memberikan wawasan pada masyarakat terkait mitigasi dan adaptasi perubahan iklim yang dipengaruhi oleh gas rumah kaca Kebetulan RW 7 di kelurahan ini masuk kategori Madya. Jadi kami berupaya agar kategori ini naik ke Utama. Harapan kami agar menularkan wawasannya meluas hingga warga RW 7 terlebih bagi warga kota Probolinggo dapat memahaminya, "Ujarnya.

Sementara Pilut Sasongko ST, perwakilan dari DLH  Provinsi Jawa Timur ketika ditemui mengatakan bahwa perlu kesadaran masyarakat menyangkut mitigasi dan adaptasi perubahan iklim ini Upaya ini misalnya terkait pemilahan sampah yang diatur sedemikian rupa antara sampah kering dan sampah basah yang bisa dijadikan pupuk organik.

Kita berharap agar kedepannya tidak ada sampah yang dibuang ke TPA, jadi warga bisa mengolah sampah secara mandiri. Program kampung iklim ini merupakan program nasional dan perlu verifikasi. Selanjutnya kita benahi dan kita bina dan apabila perlu diperbaiki, kita upayakan untuk dibenahi. "Ujarnya.

Pilut Sasongko juga menambahkan untuk kota Probolinggo terdapat 3 kelurahan dan untuk Jatim tahun kemarin ada 24 yang masuk nasional 21. Apabila terpenuhi tentunya akan memperoleh penghargaan dari pusat Kami harapnya kegiatan ini mendapat dukungan dari masyarakat. Agar masyarakat sadar terkait pengelolaan lingkungan mengingat suhu bumi terus meningkat, "harapnya.

Ditempat berbeda Kepala DLH kota Probolinggo Ir Budi Krisyanto MSi saat dihubungi terkait kegiatan program kampung iklim ini menjelaskan bahwa perlu adanya upaya masyarakat untuk peduli terhadap lingkungan, Terlebih saat ini iklim bumi makin meningkat yang salah satunya dipengaruhi anya gas rumah kaca. Kami berharap warga sadar akan lingkungan ini, "Ujarnya. (Suh)
Lebih baru Lebih lama
Advertisement