Refleksi Akhir Tahun 2019 dan Konsolidasi Organisasi LPKAN Indonesia Tahun 2020


SURABAYA – Ketua Umum DPP Lembaga Pengawas Kinerja Aparatur Negara (LPKAN) Indonesia, R. Mohammad Ali, melakukan acara Refleksi Akhir Tahun 2019 dan konsolidasi organisasi Tahun 2020 yang digelar di hotel Narita Surabaya (5/01/2020). Acara ini juga dihadiri Pengurus DPP LPKAN Indonesia, Pengurus DPD LPKAN Indonesia Jawa Timur dan sayap organisasi, yakni; Pengurus Lembaga Kajian Hukum dan Advokasi Indonesia (LKHAI) dan Pengurus Lembaga Pengawasan Anti Narkoba (LPGAN).
R. Mohammad Ali mengatakan merasa bersyukur bangsa ini mampu melewati tahun politik 2019 kemarin dengan damai dan aman. “Meskipun ada sedikit polarisasi, tetapi akhirnya kita dapat membuktikan bahwa kita adalah bangsa yang besar. Karena keutuhan bangsa di atas segalanya,” ujar R. Mohammad Ali.
Lanjut R. Mohammad Ali yang ditemui wartawan menambahkan, bahwa LPKAN Indonesia pro aktif dalam memelihara dan menciptakan suasana yang kondusif di dalam kehidupan bermasyarakat. Dengan lahirnya LPKAN Indonesia dinilai sangat tepat ketika terjadi gejala penurunan mental sebagian pejabat Aparatur Negara sehingga masyarakat menilai bahwa aparatur negara sejatinya harus mampu menjadi sosok yang dapat diteladani.
“LPKAN Indonesia lahir untuk jawaban sebuah perubahan, sebagai wadah yang aktif dalam perannya menyukseskan pembangunan bangsa dan negara, ikut menjaga kedaulatan negara serta menjaga ketertiban sosial,” terangnya.
Dikatakannya, LPKAN Indonesia adalah wajah Indonesia. Ia juga selalu menekankan kepada seluruh pengurus LPKAN Indonesia baik ditingkat wilayah, daerah maupun sayap sayap organisasi agar membantu masyarakat untuk mengawasi kinerja para aparatur negara dan membantu mencarikan solusi serta jalan keluarnya. Sebab, kata dia, di situlah sejatinya peran LPKAN Indonesia sebagai lembaga swadaya masyarakat atau organisasi kemasyarakatan yang telah diakui keberadaannya dan bukan hanya sekedar organisasi abal-abal namanya,pungkasnya.
Sebelumnya, Dr.Adi Suparto, Dewan Pakar DPP LPKAN Indonesia menyatakan, “keberhasilan sebuah organisasi diukur  dengan  menjalankan program kerja yang telah ditentukan sebelumnya dan dilakukan evaluasi, setiap triwulan, enam bulan atau setahun. Program kerja tersebut harus jelas, terukur sifatnya dan mempunyai target yang bisa dijangkau”. Saya mengapresiasi kerja keras pengurus DPP LPKAN yang telah berhasil membentuk kepengurusan 6 DPD (Dewan Pimpinan Daerah) Propinsi, yakni; DKI Jakarta, Jatim, Jabar, Jateng, Bali dan Sumatera Utara (Sumut), tuturnya.
Dewan Pakar yang menjadi staf pengajar di beberapa perguruan tinggi di Jawa Timur mengaku telah mempunyai data-data yang valid tentang dana APBN dan APBD di seluruh Indonesia tahun  2019 maupun tahun 2020. Namun, anggota Dewan Pakar meminta pengurus dan anggota LPKAN untuk melakukan investigasi dan mengkaji dengan Banom (badan otonom) LKHAI sebelum melakukan rilis agar apa yang disajikan oleh LPKAN benar - benar akurat. Ia optimis langkah taktis  yang dijalankan LPKAN  mempunyai prospek yang sangat baik di masa depan, sebab yang menjadi bidang garapan organisasi ini sangat diharapkan kehadirannya oleh masyarakat, bangsa dan Negara dalam kondisi darurat,imbuh Adi Suparto. (b)

Posting Komentar

0 Komentar