Serius Menjaga Protokol Kesehatan, PDPS dan Satgas Pasar Keputran Melakukan Sidak





Surabaya - Setelah peralihan pengawasan Pasar Keputran dari Pemkot Surabaya kepada pihak Perusahaan Daerah Pasar Surya ( PDPS), menuai respon cepat, Satgas Tangguh Pasar Keputran Surabaya bersama manajemen Perusahaan Daerah Pasar Surya (PDPS) melakukan sidak masker ke dalam stan pasar, Selasa (28/07/2020) malam. Ini dilakukan untuk memastikan baik pedagang maupun pengunjung disiplin memakai masker dan jaga jarak.

Ketua I Gugus Tugas Pasar Tangguh Keputran Surabaya, Achmad Munif mengatakan, sejak tiga hari terbentuk tim satgas ini langsung aktif bekerja untuk menertibkan protokol kesehatan di area pasar.

"Terus terang pembentukannya mendadak. Tapi meski mendadak, protokol kesehatan tetap kita utamakan demi lancarnya Pasar Keputran," ucap Achmad.

Menurut Achmad, sidak penertiban masker ke dalam stan pasar ini baru pertama kali dilakukan. Namun, ia menyatakan, ke depan penertiban masker ke dalam pasar akan terus dilakukan secara berkala.

"Kita setiap waktu inginnya seperti tadi. Ini tadi pertama operasi langsung ke dalam pedagang. Yang tidak pakai masker, langsung diberi sanksi. Tadi ada yang disuruh baca pancasila," tandasnya.

Bukan hanya penertiban masker ke dalam stan pasar. Akan tetapi setiap pengunjung atau kendaraan yang melintas di jalan Pasar Keputran juga dilakukan pengecekan suhu tubuh. Bahkan bagi mereka yang tak memakai masker langsung disuruh petugas putar balik.

Ia menjelaskan, pembentukan Satgas Pasar Tangguh ini dengan melibatkan beberapa elemen. Mulai manajemen PD Pasar Surya, pedagang, kuli angkut, hingga petugas keamanan pasar.


Mereka terbagi dua shift, bertugas untuk menegakkan disiplin protokol kesehatan di Pasar Keputran.

"Ada Satgas Wani Ngandani, Wani Noto, Wani Woro-woro, saya perbanyak memang agar mempermudah kita. Setiap lorong-lorong pasar itu juga kita bentuk," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Pasar Keputran Surabaya, Ufik Indrajaya mengatakan, dalam setiap operasi penertiban masker, pihaknya menerjunkan personel 25 orang. Sedangkan sisanya merupakan gabungan dari para pedagang.

"Mungkin ada sekitar 60 orang yang selama ini turun setiap malam kita operasi masker dan memberikan edukasi, memberikan motivasi, bahaya corona," tandas Ufik.

Di samping itu, lanjut Ufik, sejauh ini pihaknya bersama Satgas Pasar Keputran terus melakukan edukasi bahaya Covid-19, baik kepada pedagang maupun pembeli di pasar.

"Harapannya pemulihan ekonomi ini bisa segera 100 persen. Kalau sekarang ini mungkin 80 persen," imbuhnya.

Oleh sebab itu, pihaknya berharap, para pedagang di Pasar Keputran juga turut aktif, berani mengingatkan satu sama lain agar disiplin memakai masker dan jaga jarak.

"Dari pedagang sendiri istilahnya berani ngandani (mengingatkan). Karena petugas sendiri juga terbatas," tambahnya. (Ham)
Lebih baru Lebih lama
Advertisement