Pesan Guru Besar ITS: Apa yang Dilakukan Risma Sudah Bagus, Harus Diteruskan

 



Surabaya - Guru Besar ITS sekaligus pengamat tata kota Profesor Johan Silas meminta masyarakat lebih teliti dalam memilih calon wali kota dan calon wakil wali kota pada Pilkada Surabaya 9 Desember 2020 mendatang. Menurut Prof Johan, Pilkada saat ini berada di momen unik yang tidak pernah terjadi sebelumnya.


Momen unik dalam pandangan pakar tata kota ini adalah perhelatan Pilkada di tengah pandemi Covid-19. Hal ini diharapkan menjadi perhatian serius oleh masyarakat.


"Kita sedang menggelar hajatan di tengah pandemi Covid-19. Ini cukup serius, salah menentukan sedikit, sudah fatal akibatnya," ujar Profesor Johan Silas saat dikonfirmasi, Sabtu (5/12/2020).


Masyarakat, lanjut Prof Johan, diharapkan memilih kandidat yang benar-benar paham soal teknis penanganan Covid-19, agar kondisi tidak semakin memburuk yang berdampak pada masyarakat Surabaya.


"Harus dipertimbangkan betul dalam memilih. Pilih kandidat yang paham secara teknis, karena ini nyawa warga Surabaya taruhannya," jelasnya.


Profesor Johan mencontohkan jika memilih kandidat yang tidak memahami teknis penanganan Covid-19 seperti yang sudah dikerjakan oleh Wali Kota Risma akan berdampak buruk bagi masyarakat.


"Sangat buruk akibatnya kalau kandidat yang terpilih tidak memahami permasalahan penanganan Covid-19. Apa yang dikerjakan Bu Risma saat ini sudah bagus, harus dilanjutkan," tegasnya.


Profesor Johan juga menyentil pembahasan salah satu kandidat dalam debat tahap 3 yang tetap mengunggulkan program surat ijo dan dana RT. Hal itu menurutnya tidak berdampak pada pembangunan dan kemajuan kota Surabaya.


"Harusnya yang diangkat hal-hal yang lebih tinggi lagi. Jangan hanya surat ijo atau dana RT saja," sindirnya.


Prof Johan mengingatkan kepada masyarakat untuk benar-benar mempertimbangkan pilihannya pada Pilkada Surabaya 2020 ini, karena nyawa warga Surabaya taruhannya.


"Saya mengingatkan kepada masyarakat untuk benar-benar mempertimbangkan pilihannya. Saya tidak sedang berkampanye, tapi harus diingat kandidat yang memahami teknis penanganan Covid-19 sangat dibutuhkan saat ini," pungkasnya. ( Ham)

Lebih baru Lebih lama
Advertisement