Memilih Tinggal di Rumah Sendiri Dibanding Rumah Dinas, Ini Alasannya Eri Cahyadi

 



Surabaya- Menjelang dilantiknya sebagai Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi menggelar acara khataman Al-Quran di kediamannya daerah Ketintang, Surabaya, Kamis (25/2/2021). Acara ini digelar sebagai bagian dari ikhtiar agar saat Eri menjabat wali kota, warga Surabaya diberikan ketenangan, kedamaian dan kesejahteraan.

"Insya Allah besok (Jumat, 26 Febaruari 2021), saya akan dilantik sebagai Wali Kota Surabaya. Kok kebetulan dilantik pas hari Jumat, sehingga hari ini Kamis saya bisa menggelar khataman Al-Quran,” ujar Wali Kota Surabaya terpilih, Eri Cahyadi, ditemui disela-sela acara khataman di rumahnya.

Menurut Eri, acara khataman di rumahnya ini tidak baru kali ini digelar atau saat menjelang pelantikan saja. Namun setiap Kamis keluarga mantan Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya ini selalu menggelar acara khataman Al-Quran.

“Awalnya, Abah saya yang selalu rutin menggelar khataman Al-Quran setiap hari Kamis. Lalu sejak dua tahun lalu, khataman Al-Quran ini saya teruskan. Jadi ini memang menjadi kebiasaan, istiqomah keluarga kami. Biasanya khataman Al-Quran kami gelar sebelum Subuh. Karena saya dapat ijazah dari kiai saya seperti itu,” urainya.

Wali kota terpilih yang berpasangan dengan Armudji sebagai wakil wali kota ini meyakini, setiap selesai khataman akan turun malaikat yang mengamini doa-doa yang dipanjatkan oleh orang yang menggelar khataman Al-Quran.

Oleh karena itu, setelah dirinya dilantik menjadi Wali Kota Surabaya, akan tetap menggelar khataman Al-Quran. Baik di rumahnya di daerah Ketintang maupun di rumah dinas wali kota di Jalan Sedap Malam, Surabaya.

“Insya Allah nanti setelah menjadi wali kota, jika pas hari Jumat akan menggelar khataman Al-Quran, baik di rumah saya maupun di rumah dinas. Dengan adanya doa dari para kiai, ada doa khataman Al-Quran, Surabaya bisa menjadi kota yang baldatun thoyibatun warobbun ghofur,” ungkapnya.

Eri juga menyebut, jika nanti sudah menjadi wali kota, dirinya dan keluarganya akan tetap tinggal di rumahnya sendiri, tidak menetap di rumah dinas. Alasannya, rumah pribadinya saat ini sudah menjadi surga baginya.

“Saya sudah merasa nyaman tinggal di rumah saya sendiri. Istilahnya baiti jannati, rumahku adalah surgaku. Rumah dinas nanti akan tetap ditempati, tapi hanya akan digunakan untuk acara-acara atau rapat-rapat khusus saja. Jadi kami sekeluarga akan tetap tinggal di rumah pribadi. Doakan kami sekeluarga agar bisa istiqomah melakukan kebaikan untuk Surabaya,” ungkapnya.

Sementara itu, Pengasuh Pondok Pesantren An-Najiyah, Sidosermo, Surabaya, KH Mas Yusuf Muhajir yang memimpin khataman Al-Quran mengatakan, dirinya bersama santri-santrinya sudah dua tahun lebih rutin melakukan khataman Al-Quran di rumah keluarga Eri Cahyadi.

Namun untuk acara khataman Al-Quran kali ini, lanjut Mas Yusuf, karena ada momen pelantikan Eri Cahyadi sebagai Wali Kota Surabaya, dipanjatkan doa-doa khusus agar Eri bisa memimpin Surabaya dengan baik, amanah dan bisa membawa Surabaya lebih barokah.

“Tadi kami panjatkan doa agar seluruh warga Surabaya, orang yang ada di Surabaya siapapun itu, orangnya diberikan kesejahteraan, ketenangan dan kedamaian. Dan Mas Eri sebagai wali kota, bisa mewujudkan doa-doa itu dengan ikhtiar beliau. Semoga beliau bisa istiqomah mengemban amanah warga Surabaya,” tambahnya. ( Ham)

Posting Komentar

0 Komentar