Surabaya Newsweek - Akhir – akhir ini gerbong mutasi
Pemkot Surabaya yang digulirkan oleh Walikota Surabaya terkesan mendadak, sebanyak
38 aparatur pemkot dipastikan menempati posisi barunya. Salah satunya, Maria
Theresia Ekawati Rahayu yang kini mengemban tugas sebagai Kepala Dinas
Pengelolaan Bangunan dan Tanah (DPBT).
Posisi
Kabag Hukum yang ditinggalkan Maria kini ditempati Ira Tursilowati sebelumnya,
Ira menjabat sebagai Kabid Pengendalian di DPBT sedangkan, mantan Kepala DPBT, Djumadji diberi mandat
sebagai staf ahli walikota.
Perlu
diketahui bahwasanya terlalu banyaknya masalah di Dinas Pengelolaan Bangunan
Dan Tanah yang signifikan dan ketidakmampuan Kepala DPBT Pemkot Surabaya
membuat Walikota Surabaya mengambil sikap dengan melakukan mutasian ( 25/
08/2014 ) di Balai Kota.
Kepala
Badan Kepegawaian dan Diklat (BKD) Surabaya, Mia Santi Dewi mengatakan, mutasi
pejabat kali ini tertuang dalam surat keputusan walikota nomor
821.2/4210/436.7.6/2014 dan 821.2/4211/436.7.6/2014 tertanggal 25 Agustus 2014.
Dia memerinci berdasarkan eselon, II.b sebanyak 2 orang, III.a 5 orang, III.b 3
orang, IV.a 23 orang dan IV.b 5 orang. “Pejabat yang promosi ada 16 orang
sedangkan yang rotasi ada 22 orang,” terangnya.
Sementara
Walikota Tri Rismaharini menampik bahwa mutasi pejabat ini terkesan mendadak.
Menurut dia, pergeseran personel di tubuh pemkot ini sudah melalui proses
jauh-jauh hari. “Tidak ada yang mendadak, coba cek persetujuan di gubernur. Itu
sebenarnya sudah lama,” katanya saat ditemui di sela-sela pelantikan di balai
kota, Senin (25/8).
Dikatakan
Risma, mutasi merupakan hal yang wajar dilakukan demi penyegaran dan
optimalisasi kinerja pemkot. Selanjutnya, dia berharap pejabat yang baru cepat
beradaptasi seiring mendekatnya akhir tahun 2014. “Masyarakat sudah
menunggu-nunggu hasil kerja aparat pemkot,” ujarnya.
Terkait, jabatan
Kepala DPBT, Risma menilai bahwa posisi tersebut memiliki tanggung jawab yang
berat. Pasalnya, ruang lingkup DPBT tak lepas dari aset pemkot. Sebagaimana
diketahui, lembaga eksekutif Kota Surabaya memang tengah berjuang menyelamatkan
aset milik pemkot yang terancam hilang. Hal itulah yang menurut walikota posisi
Kepala DPBT menjadi penuh tekanan.
Tidak ingin
banyak aset pemkot yang lepas, Risma mempercayakan posisi tersebut kepada
Maria. Menurut dia, Maria atau yang
akrab disapa Yayuk merupakan figur yang paling tepat mengemban amanah itu, harapanya
pengalaman Yayuk di bidang hukum dapat membantu kinerjanya dalam
pengambilalihan aset milik pemkot. ( Ham )

