Dinas Kebakaran Himbau Waspada Cegah Kebakaran


Surabaya Newsweek- Memasuki bulan Juni, udara di Kota Surabaya semakin terik , Masyarakat Kota Surabaya dihimbau untuk meningkatkan kewaspadaannya terkait suhu yang sangat terik beberapa pekan terakhir ini. Pasalnya, kondisi cuaca panas berpotensi cukup besar untuk terjadinya kebakaran. Seperti data yang dilampir dari Dinas Kebakaran Kota Surabaya, terhitung sepanjang bulan juni, sudah ada 17 kasus kebakaran yang dilaporkan ke Dinas Kebakaran Surabaya.

Dinas Kebakaran meminta masyarakat agar lebih aktif lagi untuk mencegah terjadinya kebakaran di lingkungannya, termasuk di permukiman padat penduduk yang sebagian besar terdiri dari bangunan semi permanen yang mudah terbakar.

Selain itu setiap pemilik Perusahaan, hotel, restoran, mall, apartemen ataupun pertokoan, dihimbau agar melakukan pemeriksaan kembali instalasi listrik, meliputi melakukan standart operasional terhadap penggunaan perangkat listrik, berupa tidak menumpuk saklar terlalu banyak pada satu titik sumber listrik, pembebanan berlebih secara terus menerus dapat menimbulkan panas yang akhirnya dapat memicu konsleting listrik.

Melakukan pemeriksaan rutin terhadap kondisi kabel, menggunakan jenis ukuran kabel yang sesuai peruntukan dan kapasitas arus. Jika hal tersebut dihiraukan, maka dikhawatrikan dapat terjadi konsleting yang berakhir dengan kebakaran.

Untuk pemukiman dan perkantoran yang menggunakan kompor elpiji, diharapkan melakukan perawatan, pemeliharaan dan pemeriksaan secara periodik terhadap katup tabung elpiji. Apabila tercium bau gas, maka regulator dilepas dan tidak menghidupkan kompor, segera membuka jendela dan pintu. Usahakan tabung gas segera ditaruh di luar ruangan, jauh dari sumber api dan tidak menyalakan listrik.
Khusus di daerah padat pemukiman yang lingkungannya didominasi anak-anak kecil, agar lebih berhati-hati terhadap pemakaian lilin, lampu templek, dan korek api. Jauhkan bahan-bahan yang mudah terbakar dari jangkauan anak-anak. Dianjurkan juga melakukan kerja bakti pemangkasan rumpul alang-alang dan rumput liar yang berada di lahan tidur, dan saling mengingatkan antar warga agar tidak membakar sampah kering di lahan terbuka, karena akibat satu titik api dapat memicu kebakaran di lahan terbuka.

Untuk pemukiman yang dipasang pagar/protal agar lebih memperhatikan akses unit mobil PMK, hal ini perlu perhatian dikarenakan banyaknya kasus kebakaran yang tidak terolong akibat susahnya akses mobil PMK menuju lokasi kebakaran.

Ketika meninggalkan rumah, pastikan lampu, alat elektronik lain, dan kompor dalam kondisi mati, dan terlepas dari stop kontak. Pastikan setiap wilayah perumahan memiliki peralatan proteksi kebakaran berupa Hydrant, alat pemadam api ringan, atau dengan karung goni, atau kain yang sudah dibasahi terlebih dahulu.

Apabila terjadi kebakaran, Dinas Kebakaran menghimbau agar masyarakat tidak panik, jika kebakaran kecil dan masih bisa diatasi, segera padamkan dengan alat pemadam atau dengan karung dan kain yang telah dibasahi. Jika kebakaran disebabkan arus pendek/konsleting listrik, segera matikan listrik atau sumber listrik dan dihimbau segera menghubungi kantor dinas kebakaran surabaya, Jl. Pasar Turi No.21, telepon (031) 3534738/3529624 dan Pelayanan Pemadam Kebakaran tidak dipungut biaya (Gratis). (Ham )




Lebih baru Lebih lama
Advertisement