DPRD Harusnya Menegur Pihak RSUD Nganjuk

NGANJUK - Kegiatan pembangunan di kawasan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Nganjuk yang hingga saat ini masih berlangsung dianggap mengganggu oleh masyarakat. Adanya aktivitas tersebut, pihak rumah sakit dianggap kurang memperhatikan faktor kesehatan pengunjung dan pasien. Oleh karenanya, masyarakat meminta ada tindakan dari pihak-pihak terkait, salah satunya Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Nganjuk untuk menegur atau memberi peringatan kepada pihak RSUD Nganjuk.

Edi, salah satu pengunjung rumah sakit yang saat itu mengaku sedang menjenguk saudaranya yang sedang sakit mengatakan, kegiatan pembangunan di RSUD Nganjuk sangat mengganggu pengunjung. Bau tidak sedap yang berasal dari adonan pasir dan semen menyebabkan rasa tidak nyaman. 

Tidak hanya itu, Edi juga mengkhawatirkan, dengan adanya aktivitas pembangunan tersebut, pengujung rumah sakit bisa saja terkena gangguan pernafasan. “Sebenarnya mengganggu sekali. Baunya semen dan cat,” ujar Edi.

Sementara itu, Rudi, pengunjung lain di RSUD Nganjuk mengatakan seharusnya ada upaya dari pihak rumah sakit untuk memantau kegiatan pembangunan tersebut. Paling tidak, area di sekitar pembangunan harus disterilkan agar pengunjung dan pasien tidak terganggu. “Kalau memang masih ada aktivitas, seharusnya jalan ini ditutup saja. Soalnya mengganggu pengunjung juga. Harusnya ada yang bertindak menegurnya, misalnya dewan,” ujarnya.

Dari pantauan di lapangan, memang kegiatan pembangunan di RSUD Nganjuk masih berlangsung. Akan tetapi, pihak rumah sakit bersikeras mengatakan bahwa tidak ada lagi aktivitas pembangunan. Yang ada hanyalah kegiatan bersih-bersih.

Warga berharap, segera ada upaya khususnya dari pihak rumah sakit untuk mengatasi hal tersebut. Apabila memang msaih ada aktivitas, diharapkan rumah sakit tetap memperhatikan faktor kesehatan seluruh warga yang ada di dalam rumah sakit. Baik itu pengunjung, pasien, dan seluruh karyawan di rumah sakit. (B.N)
Lebih baru Lebih lama
Advertisement