Stop Kantong Palstik!!! Sampah Terbesar Disurabaya

               
Surabaya Newsweek-Mulai hari Minggu (21/2) besok, warga Kota Pahlawan dihimbau secara mandiri membawa kantong belanja saat berbelanja di gerai-gerai retail modern di seluruh Kota Surabaya. Selain untuk turut mengurangi limbah plastik, himbauan ini juga merujuk dari Surat Edaran Kementrian Lingkungan Hidup nomor : SE-06/PSLB3-PS/2015, tentang Antisipasi Penerapan Kebijakan Kantong Plastik Berbayar Pada Usaha Retail Modern mulai 21 Februari hingga 5 Juni 2016 mendatang.

Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Surabaya Musdiq Ali Suhudi menjelaskan, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya secara aktif melakukan koordinasi dengan LSM, perguruan tinggi, pelaku retail modern, PD Pasar hingga pedagang di Sentra PKL terkait sosialiasi penggunaan kantong plastik sebagai media penyimpanan.

“Karena kantong plastik adalah benda yang paling mudah pengalikasiannya, setelah berisikan barang belanjaan hanya perlu dikaitkan di kendaraan bermotor atau sepedah. Namun, kantong plastik juga merupakan limbah paling susah dibersihkan, sekali dia tersangkut di saluran pembuangan, maka ia berubah menjadi jari bagi sampah yang lain,” tegas Musdiq Ali Suhudi.

Hermawan dari Komunitas Nol Sampah menjelaskan, Kota Surabaya merupakan satu dari 22 kota yang melakukan uji coba kantong plastik berbayar pada retail modern. Survei dari Asosiasi Pengusaha Retail Indonesia (APRINDO) setiap harinya mereka memproduksi 300 lembar kantong plastik per gerai. Tercatat ada 90.00 gerai retail yang tersebar di seluruh Indonesia. Artinya, setiap tahun ada 9,85 Milyar kantong plastik di Indonesia.

“Selama ini pengusaha retail menggratiskan biaya kantong plastik, hal tersebut turut menjadi sebab persebaran kantong plastik di Indonesia. Kami juga terus berkoordinasi dengan pemerintah mengenai bahan dasar pembuatan kantong plastik, karena kantong plastik yang beredar sekarang hanya hancur, bukan terurai,” imbuh pria yang akrab disapa Wawan Some ini.

Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Surabaya Chalid Buhari menambahkan, 34 dari 100 persen sampah di TPA Benowo merupakan sampah dari kantong plastik. Artinya, sekitar 400 ton sampah plastik perhari masuk di TPA Benowo. Namun, partisipasi warga Kota Surabaya turut mengurangi peredaran sampah yang masuk ke TPA tiap harinya.

“Sebenarnya program diet kantong plastik sudah disuarakan oleh Pemkot Surabaya sejak dahulu. Pemkot melalui Dinas Pendidikan memiliki program kantin sehat. Selain itu, program Green and Clean, merdeka dari sampah yang meraih partisipasi tinggi dari wargi juga turut mereduksi produksi sampah setiap harinya,” imbuh Chalid Buhari.

Kepala BLH Kota Surabaya Musdiq Ali Suhudi menambahkan, Pemkot Surabaya akan memasukkan syarat-syarat tentang pengetatan kantong plastik saat pengusaha retail melakukan pengurusan ijin. Menurut pejabat yang gemar bermain sepak bola, komitmen dari masyarakat dan pemilik retail adalah syarat utama keberlangsungan kampanya diet kantong plastik ini.

“Kampanye ini juga merupakan salah satu cara Pemkot untuk menyambut aturan dari Kementerian. Jangan sampai saat Peraturan Menteri (Permen) keluar dan tiba-tiba memberikan sanksi, hal tersebut sangat tidak fair bagi pemilik retail. Kami juga berharap agar para pelajar turut serta untuk berkampanye diet kantong plastik, karena kampanye tentang lingkungan memang sangat efektif jika dimulai dari anak-anak” imbuh Musdiq Ali Suhudi.

Minggu (21/2) besok, Komunitas Nol Sampah bersama beberapa komunitas yang tergabung dalam gerakan Indonesia Diet Kantong Plastik akan melakukan kampanye kantong plastik berbayar saat pelaksanaan Car Free Day di Taman Bungkul. Dalam kampanye tersebut akan dibagikan sebanyak 1500 tas kain sebagai simbol perlawanan terhadap pengunaan kantong plastik. ( Ham )


             

Lebih baru Lebih lama
Advertisement