SSC Rilis Hasil Survei Surabaya Periode Juni 2023

 



 

 

PDIP JAWARA DI SURABAYA, DISUSUL GERINDRA DAN PKB 

SURABAYA- Sebagai partai yang dalam 10 tahun terakhir menjadi pemenang Pemilu, PDIP terlihat semakin memiliki amunisi yang kuat dan komplit dalam menyambut pemilihan umum yang akan datang. Pasalnya, dari hasil riset yang dilakukan oleh Surabaya Survey Center (SSC) mengenai kecenderungan perilaku pemilih warga kota Surabaya menjelang Pemilu 2024, partai besutan Megawati Soekarno Putri ini masih menjadi jawara secara elektabilitas di Surabaya.

 

Peneliti Senior SSC, Ikhsan Rosidi mengungkapkan, elektabilitas PDIP berada di posisi puncak dengan memperoleh angka sebesar 49,2%. “Baru kemudian disusul oleh Gerindra dan PKB yang masing-masing mengantongi 8,6% dan 8,2% di urutan kedua dan ketiga”, paparnya.

 

Ikhsan menambahkan selain tiga posisi teratas, partai lain pun mengikuti seperti Demokrat dan Golkar dengan perolehan masing-masing 6,7% dan 5,4%, PKS dengan 3%, Nasdem 2,8%, dan PAN dengan 2,7%.  “Lainnya, yakni Perindo 1,7%,

PSI dan PPP keduanya 1%, sisanya seperti Partai Buruh, Gelora, PKN, Hanura, Garuda, PBB, dan Ummat sama-sama memperoleh 0,1%", urai Ikhsan.

 

Lebih lanjut, Ikhsan mengatakan “Melambungnya elektabilitas PDI-P menunjukkan bahwa seluruh elemen dari mesin partai PDIP telah bekerja secara optimal, dengan program-program partai yang langsung menyentuh persoalan riil yang dihadapai masyarakat Surabaya, sehingga dari waktu ke waktu tingkat penerimaan masyarakat terhadap PDIP semakin tinggi, dan secara langsung juga mengatrol elektabilitas PDIP di Kota Surabaya.” kata Ikhsan.

 

“Namun demikian, masih terdapat 9% dari seluruh responden yang memilih untuk tidak menjawab atau menyatakan tidak tahu atau yang biasa disebut sebagai undecided voters. "Undecided voters sebesar 9% ini adalah peluang atau ceruk yang relatif besar yang masih dapat diperebutkan dan digarap oleh partai-partai lainnya. Berdasarkan data empirik, perilaku memilih undecided voters ini akan menentukan pilihan pada detik-detik terakhir menjelang hari pencoblosan”, pungkas Ikhsan.

 

Sebagai informasi, SSC adalah salah satu lembaga survei yang bernaung dibawah Asosiasi Survei Opini Publik Indonesia (ASOPI) dan aktif dalam berbagai kegiatan riset opini publik sejak 16 tahun lalu, tepatnya sejak 7 Juli 2007. Hasil penelitian yang dilakukan oleh SSC ini dilaksanakan dari tanggal 20 - 30 Juni 2023 di 31 Kecamatan Kota Surabaya. Sebanyak 1.200 responden dipilih dengan menggunakan metode stratified multistage random sampling dengan margin of error kurang lebih 2,83 persen dan tingkat kepercayaan sebesar 95 persen. Penentuan responden dalam setiap Kartu Keluarga (KK) dilakukan dengan bantuan kish grid.

 

Ganjar Terlalu Digdaya di Surabaya, Leading dengan Elektabilitas 56.3%, Prabowo 22.1%.

Pernik-pernik yang berkaitan dengan pelaksanan Pemilu Presiden (Pilpres) 2024 mendatang semakin dinamis dan hangat, tak terkecuali pernik dinamika mengenai elektabilitas capres-capres yang akan maju pada pemilu mendatang. Saat ini nama Ganjar Pranowo tercatat terus menunjukkan tren menanjak elektabilitasnya dan menjadi menjadi pemuncak favorit bakal capres pilihan warga Surabaya. Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, memuncaki perolehan tingkat elektabilitas dengan angka 56,3%.

 

Hal itu diungkapkan oleh Peneliti Senior Surabaya Survey Center (SSC), Ikhsan Rosidi berdasarkan dari hasil riset yang telah mereka lakukan sebelumnya. “Untuk Surabaya, Ganjar terlalu digdaya, tren positif peningkatan angka elektabilitasnya sulit dikejar oleh calon-calon yang lain, baik itu Prabowo Subianto maupun Anies Baswedan” kata Ikhsan.

 

Di survei elektabilitas, Ganjar disusul Prabowo dengan perolehan 22,1%, serta Anies Baswedan memeroleh 7,9%. “Sementara, nama-nama lain yang muncul masih di bawah 5 persen, Erick Thohir dengan 3,9%, Ridwan Kamil dengan 2,3%, Agus Harimurti Yudhoyono dengan 2,1%, diikuti Mahfud MD 1,5%, sementara Khofifah I.P., Airlangga Hartarto, dan Sandiaga Uno ketiganya 0,8%", imbuhnya.

 

“Pencapaian signifikan Ganjar ini tidak terlepas dari kerja politik panjang yang dilakukan Ganjar selama ini, baik sebagai Gubernur Jateng maupun sebagai tokoh terkemuka di partai politik terbesar di Indonesia. Sebagai Gubernur, Ganjar dinilai berhasil mengelola dan memimpin Jateng ditandai dengan berbagai penghargaan yang diterimanya sebagai kepala daerah. Sedangkah sebagai tokoh politik Ganjar juga sukses membangun citra diri positif sejauh ini.

 

Sebagai informasi, SSC adalah salah satu lembaga survei yang bernaung dibawah Asosiasi Survei Opini Publik Indonesia (ASOPI) dan aktif dalam berbagai kegiatan riset opini publik sejak 16 tahun lalu, tepatnya sejak 7 Juli 2007. Hasil penelitian yang dilakukan oleh SSC ini dilaksanakan dari tanggal 20 - 30 Juni 2023 di 31 Kecamatan Kota Surabaya. Sebanyak 1.200 responden dipilih dengan menggunakan metode stratified multistage random sampling dengan margin of error kurang lebih 2,83 persen dan tingkat kepercayaan sebesar 95 persen. Penentuan responden dalam setiap Kartu Keluarga (KK) dilakukan dengan bantuan kish grid.

 

Simulasi Tiga Capres, Ganjar Puncaki Bursa Pilpres di Surabaya dengan Elektabilitas 60%

Pemilihan Presiden (Pilpres) yang akan digelar di tahun 2024 ke depan nama-nama Calon Presiden (Capres) makin santer di masyarakat. Dari nama-nama populer yang telah mendeklarasikan diri sebagai Capres, nama Ganjar Pranowo mencuat dan secara elektabilitas menjadi favorit di Surabaya. Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, memuncaki perolehan dengan 60%, jika pilpres hanya diikuti oleh 3 capres, yakni Ganjar Pranowo sendiri, Prabowo Subianto dan Anies Baswedan.

 

Hal itu diungkapkan oleh Peneliti Senior Surabaya Survey Center (SSC), Ikhsan Rosidi berdasarkan hasil riset yang telah mereka lakukan sebelumnya. “Untuk Surabaya, Ganjar memang tetap sangat kuat elektabilitasnya, bila pemilihan presiden 2024 hanya diikuti oleh 3 calon presiden, bersama Prabowo Subianto dan Anies Baswedan”, kata Peneliti Senior SSC ini.

 

Angka elektabilitas Ganjar duduk di urutan pertama dengan angka 60%, disusul Prabowo Subianto dengan perolehan 25,3%, serta Anies Baswedan memeroleh angka elektabiltas 13,1%. “Terlampau kuatnya elektabilitas Ganjar di Surabaya ini juga sangat sulit terkejar 2 kompetitornya, bahkan perolehan elektabilitas Prabowo dan Anies bila digabungkan pun masih belum bisa menyusul perolehan Ganjar", imbuhnya.

 

Sebagai informasi, SSC adalah salah satu lembaga survei yang bernaung dibawah Asosiasi Survei Opini Publik Indonesia (ASOPI) dan aktif dalam berbagai kegiatan riset opini publik sejak 16 tahun lalu, tepatnya sejak 7 Juli 2007. Hasil penelitian yang dilakukan oleh SSC ini dilaksanakan dari tanggal 20 - 30 Juni 2023 di 31 Kecamatan Kota Surabaya. Sebanyak 1.200 responden dipilih dengan menggunakan metode stratified multistage random sampling dengan margin of error kurang lebih 2,83 persen dan tingkat kepercayaan sebesar 95 persen. Penentuan responden dalam setiap Kartu Keluarga (KK) dilakukan dengan bantuan kish grid.

 

Inilah Bursa Cawapres Pilihan Warga Surabaya

Selain menyoroti Pemilihan Presiden (Pilpres), tentu tidak kalah menariknya untuk menoleh pada Calon Wakil Presiden (Cawapres). Menjelang gelaran Pemilu pada tahun 2024 nanti, nama Erick Thohir terus melejit dan secara elektabilitas menjadi salah satu favorit sebagai bakal cawapres di Surabaya. Hasil riset yang dilakukan Surabaya Survey Center (SSC), menunjukkan sosok yang saat ini menjadi Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ini memuncaki perolehan tingkat elektabilitas cawapres dengan angka 22,3% diikuti Mahfud MD dengan angka 19,3%.

 

Hal itu diungkapkan oleh Peneliti Senior SSC, Surokim Abdussalam berdasarkan dari hasil riset yang telah mereka lakukan sebelumnya. “Untuk Surabaya, Erick Thohir perlahan namun pasti angka elektabiltasnya terus menguat dan mencapai posisi puncak saat ini, meski ada nama-nama lain yang menyusul seperti Mahfud MD, kemudian ada Ridwan Kamil dan Agus Harimurty Yudoyono. dengan perolehan keduanya 10%”, kata Surokim.

 

Lebih lanjut, Wakil Rektor III Universitas Trunojoyo Madura ini menambahkan masih ada nama-nama lainnya yang muncul seperti Gibran Rakabuming, dengan 7,6%, Sandiaga Uno dengan 7,1%, Tri Rismaharini dengan 6,8%. “Sementara, nama-nama lain yang muncul masih di bawah 5 persen, seperti Airlangga Hartarto 3,7%, Khofifah I.P., 2,3%, Muhaimin Iskandar 2,2%, Puan Maharani 2,1%. Sedangkan Gatot Nurmantyo dengan 0,8%, lalu ada Yenny Wahid dan Andika Perkasa keduanya 0,4% serta Muldoko dan Nasarudin Umar keduanya 0,3%", imbuhnya.

 

Sebagai informasi, SSC adalah salah satu lembaga survei yang bernaung dibawah Asosiasi Survei Opini Publik Indonesia (ASOPI) dan aktif dalam berbagai kegiatan riset opini publik sejak 16 tahun lalu, tepatnya sejak 7 Juli 2007. Hasil penelitian yang dilakukan oleh SSC ini dilaksanakan dari tanggal 20 - 30 Juni 2023 di 31 Kecamatan Kota Surabaya. Sebanyak 1.200 responden dipilih dengan menggunakan metode stratified multistage random sampling dengan margin of error kurang lebih 2,83 persen dan tingkat kepercayaan sebesar 95 persen. Penentuan responden dalam setiap Kartu Keluarga (KK) dilakukan dengan bantuan kish grid.

 

Coat-tail Effect Capres-Cawapres di Surabaya 46%

Pemilihan Presiden (Pilpres) mendatang memang baru akan digelar di tahun 2024 nanti, meski demikian masyarakat Surabaya sebagian besar menjawab belum tentu akan memilih partai yang mengusung Calon Presiden (Capres) - Calon Wakil Presiden (Cawapres). Meski demikian Coat-tail Effect Capres Cawapres di kota Surabaya pada Pilpres 2024 terbilang  besar.

 

Hal itu diungkapkan oleh Direktur Riset SSC, Edy Marzuki berdasarkan dari hasil riset yang telah mereka lakukan sebelumnya. “Coat-tail Effect Capres berdasar hasil survei yang dilakukan SSC adalah sebesar 46%, yang berarti bahwa sebanyak 46% warga Surabaya yang menjadi responden riset menjawab “ya, pasti” akan memilih parpol yang mengusung Capres-Cawapres pada Pemilu 2024 mendatang. Sedangkan yang menjawab “belum tentu” sebanyak 50.2%, serta yang memilih menjawab “tidak” sebanyak 2.1% dan yang menjawab “tidak tahu atau tidak menjawab” sebanyak 1.7%", ungkapnya

 

Lebih lanjut, pria yang juga dosen di Universitas Yudharta Pasuruan ini menjelaskan jika partai pengusung Capres-Cawapres benar-benar mengamati geliat ini, maka pengalaman Pilpres di tahun 2019 bisa jadi acuan. "Dan yang harus digaris bawahi, dari sekian banyak dimensi ideologi cuma satu ideologi yang membedakan satu dengan partai yang lain yaitu unsur agama atau ideologi nasionalis, di luar itu sama saja ", imbuhnya.

 

Sebagai informasi, SSC adalah salah satu lembaga survei yang bernaung dibawah Asosiasi Survei Opini Publik Indonesia (ASOPI) dan aktif dalam berbagai kegiatan riset opini publik sejak 16 tahun lalu, tepatnya sejak 7 Juli 2007. Hasil penelitian yang dilakukan oleh SSC ini dilaksanakan dari tanggal 20 - 30 Juni 2023 di 31 Kecamatan Kota Surabaya. Sebanyak 1.200 responden dipilih dengan menggunakan metode stratified multistage random sampling dengan margin of error kurang lebih 2,83 persen dan tingkat kepercayaan sebesar 95 persen. Penentuan responden dalam setiap Kartu Keluarga (KK) dilakukan dengan bantuan kish grid.

 

Eri Cahyadi Menyeruak di Antara Kandidat Cagub Jatim

Masa jabatan sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur pasangan Khofifah-Emil Dardak memang masih baru akan berakhir pada 2024 mendatang, meski demikian beberapa nama sudah santer disebut sebagai favorit untuk Calon Gubernur (Cagub) Jawa Timur di Pemilihan Gubernur (Pilgub) mendatang. Hal itu terungkap dari hasil riset yang dilakukan oleh Surabaya Survey Center (SSC) mengenai kecenderungan perilaku politik warga Surabaya menjelang Pemilu 2024.

 

Peneliti Senior SSC, Surokim Abdussalam mengungkapkan jika Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi secara elektabilitas namanya menyeruak di antara kandidat Cagub Jatim. Tingkat elektabilitas Eri Cahyadi tercatat sebesar 18,4% dalam bursa Cagub Jatim, Angka ini menempel perolehan Tri Rismaharini yang mencatatkan angka sebesar 19,8%, kemudian ada Emil Dardak dengan 11,3%. "Memang Khofifah masih memuncaki hasil survei elektabilitas di Jatim dengan 36,3%, dan sisanya, Syaifullah Yusuf dengan 3,3%, kemudian ada Anwar Sadat dengan 2,4%, Kusnadi dengan 1,8% serta Achmad Fauzi dengan 1,6%", ungkapnya.

 

Lebih lanjut Surokim mengatakan berdasarkan fakta empirik, angka 36%, untuk seorang incumbent adalah bukan angka yang aman. “Dengan fakta tersebut, di gelaran Pilgub 2024, Baik Risma, Eri maupun Emil akan menjadi penantang serius buat Khofifah. Apalagi jika dalam waktu tersisa menjelang 2024 ini Khofifah tidak bisa melahirkan program-program terobosan yang bisa merebut hati pemilih.” pungkas Surokim yang juga Dosen FISIB Universitas Trunojoyo Madura (UTM) ini.

 

Sebagai informasi, SSC adalah salah satu lembaga survei yang bernaung dibawah Asosiasi Survei Opini Publik Indonesia (ASOPI) dan aktif dalam berbagai kegiatan riset opini publik sejak 16 tahun lalu, tepatnya sejak 7 Juli 2007. Hasil penelitian yang dilakukan oleh SSC ini dilaksanakan dari tanggal 20 - 30 Juni 2023 di 31 Kecamatan Kota Surabaya. Sebanyak 1.200 responden dipilih dengan menggunakan metode stratified multistage random sampling dengan margin of error kurang lebih 2,83 persen dan tingkat kepercayaan sebesar 95 persen. Penentuan responden dalam setiap Kartu Keluarga (KK) dilakukan dengan bantuan kish grid.

 

Emil Dardak Memimpin Elektabiltas Bursa Cawagub Jatim

Dinamika elektabilitas Calon Wakil Gubernur (Cawagub) Jatim diungkap dalam hasil survei yang dilakukan Surabaya Survey Center (SSC) di Kota Surabaya. Nama Wakil Gubernur Jatim saat ini Emil Elestianto Dardak menduduki posisi puncak tingkat elektabilitas dengan perolehan 34,4%.

 

Peneliti Senior SSC, Ikhsan Rosidi memaparkan berdasarkan dari hasil riset yang telah mereka lakukan di Kota Surabaya. “Untuk Surabaya, memang nama Emil kokoh menduduki posisi puncak elektabilitas, dengan perolehan 34,4%, lalu menyusul nama-nama tokoh Surabaya lain seperti Eri Cahyadi dan Tri Rismaharini”,

 

Kokohnya Emil Dardak di puncak elektabilitas bursa Cawagub Jatim ini berbanding lurus dengan popularitas Emil yang juga terus meningkat seiring dengan kepuasan warga Surabaya terhadap kinerja Emil yang juga tetap tinggi. Tidak terlepas juga dengan exposure positif media baik media massa maupun media sosial selama ini.”   kata Ikhsan.

 

Di survei elektabilitas, Emil ditempel ketat Eri Cahyadi dengan 17,1% dan Tri Rismaharini dengan 11,5%. Kemudian diikuti Anwar Sadat dengan 6,3%, Syaifullah Yusuf 5%. “Sementara, nama-nama lain yang muncul masih di bawah 5 persen, Achmad Fauzi dengan 4,1%, Kusnadi dengan 3,8%, Puti Guntur S., 2%, Abd. Halim Iskandar dan M. Sarmuji masing-masing 1,5% dan 1,3%", paparnya.

 

“Kuatnya elektabilitas Emil sebagai Cawagub tentu bukan hal yang mengejutkan. Tapi menyeruaknya nama Eri Cahyadi baik di bursa Cagub atau Cawagub adalah fenomena elektoral baru dalam kancah perpolitikan Jawa Timur. Bahkan angka-angkanya sudah melampaui mentornya sendiri yakni Tri Rismaharini” ujar kandidat Doktor Marketing Politik ini.

 

Sebagai informasi, SSC adalah salah satu lembaga survei yang bernaung dibawah Asosiasi Survei Opini Publik Indonesia (ASOPI) dan aktif dalam berbagai kegiatan riset opini publik sejak 16 tahun lalu, tepatnya sejak 7 Juli 2007. Hasil penelitian yang dilakukan oleh SSC ini dilaksanakan dari tanggal 20 - 30 Juni 2023 di 31 Kecamatan Kota Surabaya. Sebanyak 1.200 responden dipilih dengan menggunakan metode stratified multistage random sampling dengan margin of error kurang lebih 2,83 persen dan tingkat kepercayaan sebesar 95 persen. Penentuan responden dalam setiap Kartu Keluarga (KK) dilakukan dengan bantuan kish grid.

 

Masyarakat Puas Terhadap Kinerja Presiden dan Gubernur

Surabaya – Masa jabatan Presiden Joko Widodo (Jokowi) tinggal menghitung bulan hingga 2024 mendatang. Sejauh ini masyarakat Surabaya merasa puas dengan kepemimpinan dan kinerja Presiden Joko Widodo. Di sisi lain tercatat pula masyarakat Surabaya juga puas terhadap kinerja Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa. Hasil riset yang dilakukan Surabaya Survey Center (SSC) terhadap tingkat kepuasan warga Surabaya pada kinerja Presiden Jokowi dan Gubernur Khofifah menunjukkan angka yang signifikan, yakni sebanyak 85,7% masyarakat Surabaya puas terhadap kinerja Jokowi, sementara kepuasan terhadap Gubernur Jatim sebanyak 77,4%.

 

Peneliti Senior SSC, Ikhsan Rosidi mengungkapkan dari keseluruhan responden yang diteliti hanya 8,2% responden yang menyatakan tidak puas dengan kinerja Presiden Jokowi, serta 6,1% menyatakan tidak tahu/tidak menjawab. “Hasilnya jelas, masyarakat Surabaya merasa puas dengan kinerja Jokowi. Hal ini tentu saja tidak dapat dipungkiri menjadi indikasi kuat dalam persepsi masyarakat Surabaya bahwa Presiden jokowi dainggap berhasil memimpin Indonesia selama hampir 2 periode masa kepemimpinannya, baik sebagai kepala negara maupun sebagai kepala pemerintahan.  Dengan demikian Presiden Jokowi juga telah berhasil memberi kesan baik pada masyarakat jelang 2024 ke depan saat kepemimpinannya berakhir”, jelasnya.

 

Lebih lanjut, Ikhsan mengatakan angka kepuasan terhadap kinerja Gubernur Jatim yang tinggi ini, menunjukkan bahwa Khofifah Indar Parawansa dianggap masih mampu menyelasaikan masalah-masalah pembangunan yang dihadapi warga Jawa Timur umumnya dan Kota Surabaya khususnya, masyarakat juga menganggap Khofifah dapat melahirkan kebijakan yang menyentuh hati masyarakat secara langsung. “Terkait kepuasan kinerja, hanya 20,8% yang mengatakan tidak puas. Sementara sisanya 1,8% menyatakan tidak tahu/tidak menjawab, tentunya ini menjadi catatan penting bagi Khofifah dalam menjalankan kepemimpinannya hingga 2024 nanti”, ujar Ikhsan.

 

Sebagai informasi, SSC adalah salah satu lembaga survei yang bernaung dibawah Asosiasi Survei Opini Publik Indonesia (ASOPI) dan aktif dalam berbagai kegiatan riset opini publik sejak 16 tahun lalu, tepatnya sejak 7 Juli 2007. Hasil penelitian yang dilakukan oleh SSC ini dilaksanakan dari tanggal 20 - 30 Juni 2023 di 31 Kecamatan Kota Surabaya. Sebanyak 1.200 responden dipilih dengan menggunakan metode stratified multistage random sampling dengan margin of error kurang lebih 2,83 persen dan tingkat kepercayaan sebesar 95 persen. Penentuan responden dalam setiap Kartu Keluarga (KK) dilakukan dengan bantuan kish grid.

 

Kepuasan Warga Surabaya Terhadap Kinerja Khofifah dan Emil Seimbang.

Masa jabatan kepemimpinan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa dan Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak saat ini menginjak pada tahun keempat. Warga Surabaya menilai bahwa kinerja pasangan ini di Surabaya menunjukkan hasil memuaskan. Berdasarkan hasil riset yang dilakukan Surabaya Survey Center (SSC) menunjukkan sebanyak 77,4% warga Surabaya menyatakan puas terhadap kinerja Khofifah, sementara sebanyak 75,2% masyarakat mengaku puas terhadap kinerja Emil Dardak.

 

Peneliti Senior SSC, Ikhsan Rosidi mengungkapkan dari keseluruhan responden hanya 20,8% yang tidak puas dengan kinerja Khofifah, dan sisanya 1,8% menyatakan tidak tahu/tidak menjawab. Sementara, responden yang tidak puas terhadap kinerja Emil menunjukkan angka 21,5%, sisanya 3,3%% menyatakan tidak tahu/tidak menjawab. “Ini menjadi gambaran menarik soal Kinerja Gubernur dan Wakil Gubernur Jatim.”, jelasnya.

 

Lebih lanjut, Ikhsan menambahkan bahwa kepuasan terhadap kinerja pasangan Khofifah-Emil ini berbanding lurus dengan penilaian masyarakat terhadap perkembangan Jawa Timur selama dipimpin mereka, yang menunjukkan sebanyak 65,9% respoden menyatakan perkembangan Jawa Timur menjadi semakin baik, dan sebanyak 31,2% menyatakan sama saja. "Namun demikian, ada pula sebanyak 1,7% responden yang menyatakan semakin buruk, kemudian sisanya 1,2% menyatakan tidak tahu/tidak menjawab", pungkasnya.

 

Sebagai informasi, SSC adalah salah satu lembaga survei yang bernaung dibawah Asosiasi Survei Opini Publik Indonesia (ASOPI) dan aktif dalam berbagai kegiatan riset opini publik sejak 16 tahun lalu, tepatnya sejak 7 Juli 2007. Hasil penelitian yang dilakukan oleh SSC ini dilaksanakan dari tanggal 20 - 30 Juni 2023 di 31 Kecamatan Kota Surabaya. Sebanyak 1.200 responden dipilih dengan menggunakan metode stratified multistage random sampling dengan margin of error kurang lebih 2,83 persen dan tingkat kepercayaan sebesar 95 persen. Penentuan responden dalam setiap Kartu Keluarga (KK) dilakukan dengan bantuan kish grid.

 

Kemiskinan dan Korupsi jadi Masalah yang Diprihatinkan Warga Surabaya

Hasil riset yang dilakukan Surabaya Survey Center (SSC) di Kota Surabaya mengungkap bahwa masalah kemiskinan dan korupsi menjadi masalah mendesak yang oleh masyarakat dianggap harus menjadi prioritas untuk diselesaikan oleh pemerintah pusat dan daerah saat ini.

 

Direktur Riset SSC, Edy Marzuki mengungkapkan bahwa sebanyak 29,3% responden yang diteliti menyatakan bahwa masalah yang urgen harus diatasi adalah masalah kemiskinan, sementara masalah pemberantasan korupsi menunjukkan hasil 18,9%. Diikuti masalah lainnya yakni perburuhan dan penyediaan lapangan kerja sebanyak 9,2% sementara pengendalian harga sembako sebanyak 9,1%, masalah Pendidikan 8,8%, masalah kriminalitas 6,4%. "Lainnya seperti UMKM menunjukkan 4,8% dan kesehatan masyarakat 3,8% serta masalah penegakan hukum 3,3%", jelasnya.

 

Terkait masalah lainnya, Edy memaparkan persentasenya dibawah 3%, yakni masalah lingkungan hidup dan bencana alam 2,3%, infrastruktur pedesaan dan perkotaan 1,5%, pelayanan administrasi publik 1,1%. "Kemudian masalah lainnya yakni pertanian/perikanan 0,7%.

 

Temuan yang menarik adalah bahwa warga Surabaya beranggapan kebebasan berpendapat sejauh ini telah dilindungi dan dijamin dengan baik oleh pemerintah, hingga masalah yang berkenaan dengan kebebasan berpendapat menunjukkan angka yang sangat rendah dalam riset ini, yakni 0,3%. Sementara masyarakat yang memilih tidak tahu atau tidak menjawab sebanyak 0,5%", imbuhnya.

 

Sebagai informasi, SSC adalah salah satu lembaga survei yang bernaung dibawah Asosiasi Survei Opini Publik Indonesia (ASOPI) dan aktif dalam berbagai kegiatan riset opini publik sejak 16 tahun lalu, tepatnya sejak 7 Juli 2007. Hasil penelitian yang dilakukan oleh SSC ini dilaksanakan dari tanggal 20 - 30 Juni 2023 di 31 Kecamatan Kota Surabaya. Sebanyak 1.200 responden dipilih dengan menggunakan metode stratified multistage random sampling dengan margin of error kurang lebih 2,83 persen dan tingkat kepercayaan sebesar 95 persen. Penentuan responden dalam setiap Kartu Keluarga (KK) dilakukan dengan bantuan kish grid.

 

Warga Surabaya Puas Terhadap Kinerja Eri-Armuji

Kepemimpinan Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi dan Wakilnya, Armuji telah berjalan selama lebih dari 2 tahun hingga saat ini. SSC melalui survei kali ini menemukan bahwa kepuasan masyarakat Surabaya terhadap kinerja pasangan ini menunjukkan hasil memuaskan dengan angka kepuasan yang signifikan. Hasil riset yang dilakukan Surabaya Survey Center (SSC) menunjukkan sebanyak 89,2% masyarakat Surabaya yang menjadi responden menyatakan puas terhadap kinerja Wali Kota Surabaya, sementara itu sebanyak 86,1% mengaku puas terhadap kinerja Wakil Wali Kota.

 

Peneliti Senior SSC, Ikhsan Rosidi mengungkapkan dari keseluruhan responden hanya 9% yang tidak puas dengan kinerja Eri, dan sisanya 1,8% menyatakan tidak tahu/tidak menjawab. Sementara, responden yang tidak puas terhadap kinerja Armuji menunjukkan angka 12%, sisanya 1,9%% menyatakan tidak tahu/tidak menjawab. “Ini adalah potret menarik berkaitan dengan Kinerja Pemerintah Kota Surabaya. Angka tingkat kepuasan yang tinggi menunjukkan apresiasi warga Surabaya terhadap keberhasilan Eri-Armuji selama 2 tahun terakhir dalam menata dan memperbaiki kota dan penduduk Surabaya baik secara fisik maupun non fisik. Keberhasilan ini juga tidak terlepas dari kemampuan Eri-Armuji dalam menggugah dan memobilisasi kesadaran warga Surabaya untuk terlibat aktif dalam proses pembangunan Kota Surabaya”, jelasnya.

 

Lebih lanjut, Ikhsan menambahkan hasil ini selaras dengan perkembangan Kota Surabaya yang selama dipimpin Eri-Armuji bahwa sebanyak 77,7% responden mengatakan Kota Surabaya semakin baik, dan sebanyak 19,3% menyatakan sama saja. "Namun demikian, ada pula sebanyak 0,9% responden yang menyatakan bahwa Kota Surabaya semakin buruk, dan sisanya 2,1% menyatakan tidak tahu/tidak menjawab", pungkasnya.

 

Sebagai informasi, SSC adalah salah satu lembaga survei yang bernaung dibawah Asosiasi Survei Opini Publik Indonesia (ASOPI) dan aktif dalam berbagai kegiatan riset opini publik sejak 16 tahun lalu, tepatnya sejak 7 Juli 2007. Hasil penelitian yang dilakukan oleh SSC ini dilaksanakan dari tanggal 20 - 30 Juni 2023 di 31 Kecamatan Kota Surabaya. Sebanyak 1.200 responden dipilih dengan menggunakan metode stratified multistage random sampling dengan margin of error kurang lebih 2,83 persen dan tingkat kepercayaan sebesar 95 persen. Penentuan responden dalam setiap Kartu Keluarga (KK) dilakukan dengan bantuan kish grid.

 

Warga Surabaya Anggap Eri-Armuji Jalankan Program Pemkot Secara Maksimal

Masa jabatan kepemimpinan Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi dan Wakilnya Armuji telah berjalan lebih dari 2 tahun. Masyarakat Surabaya menganggap secara umum pasangan ini selama ini telah berhasil melaksanakan program Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya secara maksimal. Hasil riset yang dilakukan Surabaya Survey Center (SSC) menunjukkan sebanyak sebanyak 27% responden yang diteliti menyatakan bahwa Eri – Amuji telah mampu mewujudakan program membuka lapangan kerja dengan optimal. Berikutnya, sebanyak 17,8% responden menyatakan bahwa Pemkot Surabaya telah dapat meningkatkan kualitas pendidikan di Kota Surabaya menjadi lebih baik.

 

Peneliti Senior SSC, Ikhsan Rosidi mengungkapkan hasil lainnya mencatat bahwa sebanyak 17,6% responden menyatakan Pemkot Surabaya telah berhasil menjaga dan meningkatkan penghijauan. "Sementara hasil yang menunjukkan meningkatnya layanan kesehatan sebanyak 17,3%, diikuti mewujukdan birokrasi yang bersih dan melayani sebanyak 6,5%, kemudian pemulihan ekonomi sebanyak 6,3%, serta mewujudkan lingkungan yang harmonis dan berbudaya 5,3%. Sementara 2,2% menyatakan tidak tahu/tidak menjawab", terangnya.

 

Sebagai informasi, SSC adalah salah satu lembaga survei yang bernaung dibawah Asosiasi Survei Opini Publik Indonesia (ASOPI) dan aktif dalam berbagai kegiatan riset opini publik sejak 16 tahun lalu, tepatnya sejak 7 Juli 2007. Hasil penelitian yang dilakukan oleh SSC ini dilaksanakan dari tanggal 20 - 30 Juni 2023 di 31 Kecamatan Kota Surabaya. Sebanyak 1.200 responden dipilih dengan menggunakan metode stratified multistage random sampling dengan margin of error kurang lebih 2,83 persen dan tingkat kepercayaan sebesar 95 persen. Penentuan responden dalam setiap Kartu Keluarga (KK) dilakukan dengan bantuan kish grid.

 

Atribut PDIP, Demokrat dan Gerindra Paling Dominan di Surabaya

PDIP dinilai sebagai partai politik yang atributnya dinilai paling sering dilihat dan ada dimana-mana, baik yang sudah ada di dalam rumah maupun di luar rumah. Hal itu berdasarkan hasil riset yang dilakukan oleh Surabaya Survey Center (SSC) mengenai kecenderunga perilaku pemilih Surabaya menjelang Pemilu 2024.

 

Menurut Direktur Riset SSC, Edy Marzuki sebanyak 45,5% responden menyatakan PDIP menjadi jawara yang atributnya sudah ada di rumah. "Diikuti Demokrat dengan 5,8%, Gerindra ada 5,7%, PKB dengan 5,4%, Golkar ada 5,3%. Partai lainnya masih di bawah 5 persen seperti PAN dan PKS keduanya 2,3%, PSI 0,7%, PPP dengan 0,5%, Perindo dengan 0,4%, Partai Buruh dengan 0,2%, PBB dengan 0,1%. Partai sisanya seperti Hanura, Gelora, PKN, Garuda, dan Ummat tidak memeroleh persentase. Selebihnya yang tidak tahu atau tidak menjawab 22%", jelas Edy.

 

Sementara hasil survei yang menunjukkan atribut partai paling banyak dilihat di luar rumah, Edy menyebut PDIP masih di posisi puncak dengan 59,7%. Diikuti Gerindra dengan 7,6%, Demokrat dengan 5,8% serta PKB dan Golkar masing-masing 5,2% dan 5,1%. "Hasil survei menunjukkan beberapa partai lainnya masih di bawah 5 persen, Nasdem 3,3%, PAN 2,6%, PKS 2%, Perindo dengan 1%, PSI 0,8%, PPP dengan 0,7%, Hanura dengan 0,2%, dan PBB 0,1%. Partai sisanya seperti Garuda, Gelora, Partai Buruh, PKN, dan Ummat tidak memeroleh prosentase. Selebihnya yang tidak tahu atau tidak menjawab 5,9%", pungkas Edy.

 

Sebagai informasi, SSC adalah salah satu lembaga survei yang bernaung dibawah Asosiasi Survei Opini Publik Indonesia (ASOPI) dan aktif dalam berbagai kegiatan riset opini publik sejak 16 tahun lalu, tepatnya sejak 7 Juli 2007. Hasil penelitian yang dilakukan oleh SSC ini dilaksanakan dari tanggal 20 - 30 Juni 2023 di 31 Kecamatan Kota Surabaya. Sebanyak 1.200 responden dipilih dengan menggunakan metode stratified multistage random sampling dengan margin of error kurang lebih 2,83 persen dan tingkat kepercayaan sebesar 95 persen. Penentuan responden dalam setiap Kartu Keluarga (KK) dilakukan dengan bantuan kish grid.

 

Caleg PDIP, Demokrat dan Golkar Dinilai Paling Sering Turun ke Lapangan

PDIP dinilai sebagai partai politik yang Calon Legislatif (Caleg) nya paling sering turun ke lapangan. Hal itu berdasarkan hasil riset yang dilakukan oleh Surabaya Survey Center (SSC) mengenai kecenderungan perilaku pemilih warga kota Surabaya menjelang Pemilu 2024.

 

Menurut Peneliti Senior SSC, Surokim Abdus Salam sebanyak 57,3% responden menyatakan Caleg PDIP sering turun ke lapangan untuk bertemu dengan konstituennya. “Di tiga besar, Ia diikuti oleh Demokrat yang meraih 4,2% dan Golkar 3,5%”, ujarnya.

 

Surokim menambahkan, selain tiga partai besar tersebut diikuti Gerindra 3,3% dan PKS dengan 3,2%, kemudian PKB dan PAN masing-masing memeroleh 3% dan 2,9%. "Partai lainnya seperti Nasdem 2,6% dan Perindo 2,3% serta ada PSI 0,8%, PPP dengan 0,6%. Partai sisanya yakni ada PBB, Hanura, Gelora, dan Buruh sama-sama memeroleh 0,1%, sementara PKN, Garuda, dan Ummat tidak memeroleh prosentase. Sedangkan yang tidak tahu atau tidak menjawab sebanyak 15,9%", urainya.

 

Perolehan PDIP, menurut Surokim tidak lah begitu mengejutkan. “Karena melihat bagaimana PDIP berhasil memenangkan Pemilu dalam dua periode terakhir jadi ya Caleg PDIP di lapangan sudah pasti sangat ekstra,” urainya.

Di Jawa Timur saja, lanjut Surokim, PDIP berhasil mengamankan kursi Ketua DPRD Jatim yang sebelumnya merupakan milik PKB. “Ini berarti kan hasil kerja ekstra keras mereka dalam meraih kepercayaan masyarakat,” jelas Surokim.

 

Sebagai informasi, SSC adalah salah satu lembaga survei yang bernaung dibawah Asosiasi Survei Opini Publik Indonesia (ASOPI) dan aktif dalam berbagai kegiatan riset opini publik sejak 16 tahun lalu, tepatnya sejak 7 Juli 2007. Hasil penelitian yang dilakukan oleh SSC ini dilaksanakan dari tanggal 20 - 30 Juni 2023 di 31 Kecamatan Kota Surabaya. Sebanyak 1.200 responden dipilih dengan menggunakan metode stratified multistage random sampling dengan margin of error kurang lebih 2,83 persen dan tingkat kepercayaan sebesar 95 persen. Penentuan responden dalam setiap Kartu Keluarga (KK) dilakukan dengan bantuan kish grid.

 

Inilah Partai Paling Sering Turun ke Bawah dan Muncul di Medsos

PDIP dinilai masyarakat Surabaya sebagai partai politik yang paling sering turun ke lapangan. Partai inipun sering muncul di Media Sosial (Medsos). Hal itu berdasarkan hasil riset yang dilakukan oleh Surabaya Survey Center (SSC) mengenai kecenderungan perilaku pemilih warga kota Surabaya menjelang Pemilu 2024.

 

Menurut Peneliti Senior SSC, Ikhsan Rosidi sebanyak 57,3% responden menyatakan Caleg PDIP sering turun ke lapangan untuk bertemu dengan konstituennya. “Di tiga besar, Ia diikuti oleh Demokrat yang meraih 4,2% dan Golkar 3,5%”, terang Ikhsan.

 

Ikhsan menambahkan, selain tiga partai besar tersebut diikuti Gerindra 3,3% dan PKS dengan 3,2%, kemudian PKB dan PAN masing-masing memeroleh 3% dan 2,9%. "Partai lainnya seperti Nasdem 2,6% dan Perindo 2,3% serta ada PSI 0,8%, PPP dengan 0,6%. Partai sisanya yakni ada PBB, Hanura, Gelora, dan Buruh sama-sama memeroleh 0,1%, sementara PKN, Garuda, dan Ummat tidak memeroleh prosentase. Sedangkan yang tidak tahu atau tidak menjawab sebanyak 15,9%", urainya.

 

Lebih lanjut, selain memenangi sebagai partai yang sering turun ke bawah, PDIP juga sering muncul di Medsos, dengan perolehan 54,6%. Diikuti 3 partai lainnya yakni Perindo dengan 5,1%, Gerindra dengan 4,8% dan Demokrat dengan 4,1%. "Adapun partai lainnya seperti PAN dengan 3,8% kemudian Golkar dengan 3,6%, PKB dengan 3,1%, Nasdem dan PSI keduanya 2,8% diikuti PKS dengan 0,3%. Sementara Hanura, PPP, Partai Buruh, dan PBB sama-sama memeroleh 0,1%, partai sisanya seperti Gelora, Garuda, PKN, dan Ummat tidak memeroleh prosentase. Sedangkan yang tidak tahu atau tidak menjawab sebanyak 14,6%", jelas Ikhsan.

 

Sebagai informasi, SSC adalah salah satu lembaga survei yang bernaung dibawah Asosiasi Survei Opini Publik Indonesia (ASOPI) dan aktif dalam berbagai kegiatan riset opini publik sejak 16 tahun lalu, tepatnya sejak 7 Juli 2007. Hasil penelitian yang dilakukan oleh SSC ini dilaksanakan dari tanggal 20 - 30 Juni 2023 di 31 Kecamatan Kota Surabaya. Sebanyak 1.200 responden dipilih dengan menggunakan metode stratified multistage random sampling dengan margin of error kurang lebih 2,83 persen dan tingkat kepercayaan sebesar 95 persen. Penentuan responden dalam setiap Kartu Keluarga (KK) dilakukan dengan bantuan kish grid.

 

Inilah Partai yang Jadi Partai Pilihan Milenial

Surabaya Survey Center (SSC) yang melakukan survei mengenai kecenderungan perilaku pemilih warga kota Surabaya menjelang Pemilu 2024, salah satu hasilnya menunjukkan bahwa mayoritas kelompok pemilih milenial di Kota Surabaya cenderung memilih untuk memberikan suara kepada PDIP dalam gelaran pemilu mendatang.

 

Peneliti Senior SSC, Surokim Abdus Salam mengungkapkan, dari kelpompok pemilih kalangan milenial, PDIP memuncaki pilihan dengan meraih 49,5%. “Baru kemudian diikuti oleh Gerindra dengan 7,7%, dan PKB dengan 6,5% Demokrat dengan 6,2%, serta Golkar dengan 6,1%. Partai-partai lainnya hanya berada di kisaran 5 persen ke bawah,” katanya.

 

Lebih lanjut Surokim menguraikan partai-partai yang dimaksud meliputi PAN 3,7%, Nasdem dan PKS keduanya 3%, Perindo 2,1%, PSI 0,9% dan PPP dengan 0,6%. "Partai lainnya seperti PBB, Ummat, PKN, Hanura, Partai Buruh, Gelora, dan Garuda sama-sama memeroleh 0,1%", urai Wakil Rektor III Universitas Trunojoyo Madura ini.

 

Meskipun demikian, Ia menggaris bawahi jika potensi suara pada kelompok demografi ini juga masih terbuka. “Masih ada 10% responden dari seluruh responden yang diteliti yang memilih tidak menjawab atau tidak tahu. Tentunya, potensi ini bisa menjadi perolehan suara realtif besar bagi siapapun yang bisa menggarapnya menjadi suara riil pada pemilu mendatang. Belum lagi tingginya angka swingvoters yang ditangkap dari riset kami ini, yakni mencapai angka 50%, yang juga masih bisa digarap dan dirubah pilihannya” pungkasnya.

 

Sebagai informasi, SSC adalah salah satu lembaga survei yang bernaung dibawah Asosiasi Survei Opini Publik Indonesia (ASOPI) dan aktif dalam berbagai kegiatan riset opini publik sejak 16 tahun lalu, tepatnya sejak 7 Juli 2007. Hasil penelitian yang dilakukan oleh SSC ini dilaksanakan dari tanggal 20 - 30 Juni 2023 di 31 Kecamatan Kota Surabaya. Sebanyak 1.200 responden dipilih dengan menggunakan metode stratified multistage random sampling dengan margin of error kurang lebih 2,83 persen dan tingkat kepercayaan sebesar 95 persen. Penentuan responden dalam setiap Kartu Keluarga (KK) dilakukan dengan bantuan kish grid.

 

Inilah Partai Pilihan Perempuan Surabaya

Surabaya Survey Center (SSC) yang melakukan survei mengenai kecenderungan perilaku pemilih warga kota Surabaya menjelang Pemilu 2024, salah satu hasilnya menunjukkan bahwa mayoritas kelompok pemilih perempuan di Kota Surabaya cenderung memilih untuk memberikan suara kepada PDIP dalam gelaran pemilu mendatang, atau dengan kata lain PDIP menjadi partai favorit pilihan perempuan di Kota Surabaya.

 

Peneliti Senior SSC, Ikhsan Rosidi mengungkapkan, PDIP memuncaki pilihan sebagai partai yang paling dipilih aoleh kelompok pemilih perempuan di Surabayaa dengan meraih angka 49,8%. “Baru kemudian diikuti oleh Gerindra dengan 7,5% dan PKB dengan 7,2%, serta Golkar dengan 6,5%, Demokrat dengan 6,2%. Partai-partai lainnya hanya berada di kisaran 3 persen ke bawah,” katanya.

 

Lebih lanjut Ikhsan menguraikan partai-partai yang dimaksud meliputi PAN 2,8%, Nasdem 2,7%, PKS 2,5%, Perindo dan PSI masing-masing 1,8% dan 1,3%. "Selebihnya Partai PPP dengan 0,8%, kemudian Garuda, PKN, dan Hanura masing-masing memeroleh 0,2%. Sedangkan Ummat, Gelora, PBB, dan Partai Buruh tidak memeroleh persentase dari pesempuan di Surabaya", urai Ikhsan.

 

Pada sisi lain, Ikhsan menekankan bahwa ceruk suara dari kelompok pemilih pada demografi ini juga masih cukup besar untuk digarap oleh seluruh partai politik peserta pemilu. “Masih ada 10,3% responden yang memilih untuk tidak menjawab atau tidak tahu yang dapat kita anggap sebagai pemilih yang belum menentukan pilihan. Sehingga, potensi suara ini ini masih bisa menjadi ruang terbuka bagi partai-partai untuk berkompetisi dan memanfaatkannya menjadi suara riil pada pemilu nanti” pungkasnya.

 

Sebagai informasi, SSC adalah salah satu lembaga survei yang bernaung dibawah Asosiasi Survei Opini Publik Indonesia (ASOPI) dan aktif dalam berbagai kegiatan riset opini publik sejak 16 tahun lalu, tepatnya sejak 7 Juli 2007. Hasil penelitian yang dilakukan oleh SSC ini dilaksanakan dari tanggal 20 - 30 Juni 2023 di 31 Kecamatan Kota Surabaya. Sebanyak 1.200 responden dipilih dengan menggunakan metode stratified multistage random sampling dengan margin of error kurang lebih 2,83 persen dan tingkat kepercayaan sebesar 95 persen. Penentuan responden dalam setiap Kartu Keluarga (KK) dilakukan dengan bantuan kish grid.

 

PDIP, Gerindra, dan PKB Partai Paling Dipilih Nahdliyin Surabaya

PDIP menjadi partai politik yang paling dipilih oleh kalangan pemilih Nahdliyin di Kota Surabaya. Fakta ini disampaikan oleh Surabaya Survey Center (SSC) dalam pemaparan hasil survei SSC mengenai kecenderungan perilaku pemilih warga kota Surabaya menjelang Pemilu 2024.

 

Terkait hal tersebut, Direktur Riset SSC, Edy Marzuki mengungkapkan jika PDIP berada di posisi pertama sebagai parpol yang paling dipilih oleh kelompok pemilih Nahdliyin di Surabaya, diikuti oleh Partai Gerindra dan PKB di posisi kedua dan ketiga. “PDIP meraih angka 52.1% , Partai Gerindra di angka 8,7%”, dan menyusul PKB dengan angka 7,2%", urainya.

 

Lebih lanjut Edy menambahkan Demokrat memiliki perolehan 6%, sedangkan Golkar dengan 5,1%, PKS dengan 3%, Nasdem 2,3%, kemudian PPP dan PAN masing-masing 1,8% dan 1,7%, PSI 1,3%, Perindo 1,1%. "Sisanya kurang dari 1 persen, yakni PBB, Ummat, Hanura, Gelora, dan Garuda semuanya kompak dengan 0,1%. Bahkan Partai Buruh dan PKN tidak memeroleh prosentase dari kalangan Nahdliyin Surabaya", urai Edy.

 

Meski demikian, Edy mengatakan bahwa masih ada sisa ceruk suara di masyarakat Surabaya pada kelompok pemilih ini. “Karena masih ada 9,2% menjawab tidak tahu atau tidak menjawab. Dengan jumlah sebanyak ini, yang bisa merangkul mereka bisa menyalip di tikungan akhir, jika dikelola dan dimanfaatkan dengan optimal” pungkasnya.

 

Sebagai informasi, hasil penelitian yang dilakukan oleh SSC ini dilaksanakan dari tanggal 20 - 30 Juni 2023 di 31 Kecamatan Kota Surabaya. Sebanyak 1.200 responden dipilih dengan menggunakan metode stratified multistage random sampling dengan margin of error kurang lebih 2,83 persen dan tingkat kepercayaan sebesar 95 persen. Penentuan responden dalam setiap Kartu Keluarga (KK) dilakukan dengan bantuan kish grid.

 

Mayoritas Warga Surabaya Belum Mantab Menentukan Pilihan, Inilah yang Bisa Merubah Pilihan Warga

Hasil riset yang dilakukan Surabaya Survey Center (SSC) mengenai kecenderungan perilaku pemilih warga kota Surabaya menjelang Pemilu 2024 mengungkap bahwa dalam Pemilihan Umum (Pemilu) tahun 2024 sebagian besar Surabaya cenderung belum mantap dalam menentukan pilihannya dalam pemilu mendatang.

 

Direktur Riset SSC, Edy Marzuky mengungkapkan setidaknya ada 50,6% masyarakat yang menjawab “Masih Mungkin Berubah” dalam menentukan pilihannya di Pemilu 2024 nanti. Sementara yang menjawab “Sudah Mantab” menunjukkan 49,4% persen. “Hal ini bisa berubah sewaktu-waktu, karena masyarakat juga memiliki beberapa faktor yang bisa merubah pilihan", jelasnya

 

Lebih lanjut, Edy menguraikan faktor yang bisa merubah pilihan diantaranya ada visi-misi dan program kerja sebanyak 51,3%, juga dengan pemberian uang / sembako dengan 17,8%. "Faktor lainnya seperti Pemberitaan media di medsos sebanyak 9,8%, fatwa kyai atau tokoh agama 5%, pengaruh keluarga 3,9%, pertemuan dengan kader partai 3,2%. Kemudian Tokor masyarakat seperti RT / RW memeroleh 2,7%, serta Kepala atau Perangkat desa 0,6%. Sementara yang menjawab tidak tahu atau tidak memilih sebanyak 5,7%”, urai Edy.

 

Sementara pria yang juga Dosen di Universitas Yudharta Pasuruan ini mengatakan hasil ini masiih dalam tingkat kewajaran, mengingat pemilu masih tahun depan. “Tentu responden masih belum bisa benar-benar memastikan, namun setidaknya ini menjadi gambaran menarik bagi para partai pengusung Capres/Cawapres di Pemilu 2024 mendatang”, pungkasnya.

 

Sebagai informasi, SSC adalah salah satu lembaga survei yang bernaung dibawah Asosiasi Survei Opini Publik Indonesia (ASOPI) dan aktif dalam berbagai kegiatan riset opini publik sejak 16 tahun lalu, tepatnya sejak 7 Juli 2007. Hasil penelitian yang dilakukan oleh SSC ini dilaksanakan dari tanggal 20 - 30 Juni 2023 di 31 Kecamatan Kota Surabaya. Sebanyak 1.200 responden dipilih dengan menggunakan metode stratified multistage random sampling dengan margin of error kurang lebih 2,83 persen dan tingkat kepercayaan sebesar 95 persen. Penentuan responden dalam setiap Kartu Keluarga (KK) dilakukan dengan bantuan kish grid.

 

Kurang 8 Bulan Pemilu, Mayoritas Warga Surabaya Tidak Tahu Tanggal Pemilu, tapi akan Gunakan Hak Pilih

Surabaya Survey Center (SSC) dalam risetnya baru-baru ini menemukan bahwa berkaitan dengan kapan pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) 2024, mayoritas warga Surabaya atau sebanyak 47,6% ternyata hanya mampu menyebutkan tahunnya saja, dengan kata lain sebagian besar warga Surabaya yang menjadi responden penelitian ini belum mengetahui kapan persisnya hari pencoblosan Pemilu 2024 mendatang. Fenomena ini mengindikasikan bahwa besar kemungkinan sosialisasi yang dilakukan oleh pemerintah, KPU maupun berbagai pihak yang berkepentingan, mengenai kapan pelaksanaan Pemilu 2024 belum optimal menjangkau seluruh lapisan   masyarakat.

 

Direktur Riset SSC, Edy Marzuki menjelaskan sebanyak 21,4% mampu menyebutkan bulan dan tahun, kemudian sebanyak 25,4% yang mampu menyebutkan secara lengkap tanggal, bulan hingga tahun pelaksanaan Pemilu 2024 mendatang. "Meski demikian, masih ada sebanyak 5,6% yang menyatakan tidak tahu/tidak menjawab", jelas Dosen Universitas Yudharta Pasuruan ini.

 

Edy menambahkan, meskipun masih banyak yang belum mengetahui secara terperinci pelaksanaan Pemilu, hasil survei menunjukkan sebanyak 85,8% warga Surabaya menyatakan pasti akan menggunakan hak pilihnya. "Hanya 14,2% yang belum pasti menggunakan hak pilihnya ke depan. Ini harus menjadi perhatian bagi penyelenggara Pemilu ke depan", imbuhnya.

 

Sebagai informasi, SSC adalah salah satu lembaga survei yang bernaung dibawah Asosiasi Survei Opini Publik Indonesia (ASOPI) dan aktif dalam berbagai kegiatan riset opini publik sejak 16 tahun lalu, tepatnya sejak 7 Juli 2007. Hasil penelitian yang dilakukan oleh SSC ini dilaksanakan dari tanggal 20 - 30 Juni 2023 di 31 Kecamatan Kota Surabaya. Sebanyak 1.200 responden dipilih dengan menggunakan metode stratified multistage random sampling dengan margin of error kurang lebih 2,83 persen dan tingkat kepercayaan sebesar 95 persen. Penentuan responden dalam setiap Kartu Keluarga (KK) dilakukan dengan bantuan kish grid.

 

Medsos Jadi Sumber Info Utama Warga terkait Pemilu

Surabaya Survey Center (SSC) melalui riset tentang kecenderungan perilaku pemilih menjelang Pemilu 2024, yang dilakukan terhadap warga Surabaya mengungkapkan bahwa mayoritas warga Surabaya mendapatkan informasi terkait Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 mendatang melalui media sosial atau medsos.

 

Direktur Riset SSC, Edy Marzuki menjelaskan sebanyak 35,2% menjadikan medsos sebagai sumber informasi terkait Pemilu, diikuti televisi sebanyak 30,1%, dari mulut ke mulut sebanyak 12,5%, media luar ruang 10,2%. "Sisanya ada media cetak 3,8%, pemerinta atau KPU 2%, radio 1,3%, serta sosialisasi partai atau Caleg hanya 0,9%, dan sisanya 4% menyatakan tidak tahu/tidak menjawab", jelasnya.

 

Edy menambahkan, fakta temuan riset ini penting bagi pemerintah sebagai masukan untuk selanjutnya secara strategis dapat mendistribusikan sumber-sumber informasi terkait Pemilu ke masyarakat, dapat lebih intensif dan kreatif memaksimalkan medsos. "Hal tersebut juga sekaligus dapat lebih menjangkau kalangan milenial yang mayoritas adalah pengguna medsos aktif dalam keseharian", imbuhnya.

 

Sebagai informasi, SSC adalah salah satu lembaga survei yang bernaung dibawah Asosiasi Survei Opini Publik Indonesia (ASOPI) dan aktif dalam berbagai kegiatan riset opini publik sejak 16 tahun lalu, tepatnya sejak 7 Juli 2007. Hasil penelitian yang dilakukan oleh SSC ini dilaksanakan dari tanggal 20 - 30 Juni 2023 di 31 Kecamatan Kota Surabaya. Sebanyak 1.200 responden dipilih dengan menggunakan metode stratified multistage random sampling dengan margin of error kurang lebih 2,83 persen dan tingkat kepercayaan sebesar 95 persen. Penentuan responden dalam setiap Kartu Keluarga (KK) dilakukan dengan bantuan kish grid.

 

Inilah Model Kampanye dan Atribut yang Disukai Warga Surabaya

Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 mendatang semakin mendekati hari pelaksanaan.  Hasil riset yang dilakukan Surabaya Survey Center (SSC) menunjukkan bahwa kaitannya dengan model kampanye dalam Pemilu 2024 nanti, model kampanye berupa Bakti sosial dan pasar murah adalah model kampanye outdoor yang paling disukai oleh warga Surabaya. Sedangkan atribut kampanye yang paling disukai warga Surabaya adalah kaos, dalam hal ini adalah kaos partai maupun kaos caleg.

 

Peneliti Senior SSC, Surokim Abdussalam mengungkapkan dari segi model kampanya outdoor sebanyak 44,4% menjadikan Bakti Sosial / Pasar Murah sebagai kampanye yang paling disukai, diikuti Pengajian sebanyak 9,5%, Pertunjukan Musik 7,4%, Pengobatan Gratis 7,1%, Ngopi Bareng 6,6%, Jalan Sehat 6,3%. "Kampanye lainnya seperti Lomba atau Pertandingan Olah Raga 4,6%, Mancing Bareng 3,8%, Senam 3,1%, Sepeda Santai 1,8%, Ziarah Wali 1,7%, kemudian Pagelaran Wayang 1,1%, serta lomba/festival seni dan Lomba Burung masing-masing 1%, dan 0,8%. Serta yang menyatakan tidak tahu/tidak menjawab 0,8%", jelasnya.

 

Lebih lanjut, Wakil Rektor III Universitas Trunojoyo Madura ini menguraikan atribut atau alat peraga kampanye yang paling disukai warga adalah Kaos, sebanyak 32,9%, kemudian Payung 13,3%, jam Dinding 12,3%, Kalender 11,7%, Mug atau Cangkir sebanyak 10,3%. "Atribut lainnya, responden menyebutkan ada Alat Sekolah sebanyak 5,2%, Asbak 4%, Topi 3,7%, Korek 3,3%, dan gantungan kunci 1,8% serta sebanyak 1,5% menyatakan tidak tahu/tidak menjawab", urainya.

 

Sebagai informasi, SSC adalah salah satu lembaga survei yang bernaung dibawah Asosiasi Survei Opini Publik Indonesia (ASOPI) dan aktif dalam berbagai kegiatan riset opini publik sejak 16 tahun lalu, tepatnya sejak 7 Juli 2007. Hasil penelitian yang dilakukan oleh SSC ini dilaksanakan dari tanggal 20 - 30 Juni 2023 di 31 Kecamatan Kota Surabaya. Sebanyak 1.200 responden dipilih dengan menggunakan metode stratified multistage random sampling dengan margin of error kurang lebih 2,83 persen dan tingkat kepercayaan sebesar 95 persen. Penentuan responden dalam setiap Kartu Keluarga (KK) dilakukan dengan bantuan kish grid.

 

Warga Surabaya Memiliki Pertimbangan Sendiri dalam Memilih Parpol dan Caleg

Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 mendatang terhitung tinggal beberapa bulan lagi. Penting untuk mengetahui pertimbangan dari siapa yang secara signifikan mendorong pemilih Surabaya dalam menentukan pilihan parpol maupun sosok caleg dalam pemilu nanti. Hasil riset yang dilakukan Surabaya Survey Center (SSC) mengungkap bahwa masyarakat Surabaya cenderung memiliki pertimbangan secara mandiri dalam memilih Partai Politik (Parpol) maupun caleg.

 

Peneliti Senior SSC, Surokim Abdussalam mengungkapkan sebanyak 34,4% masyarakat Surabaya menyatakan memiliki pertimbangan diri sendiri dalam memilih Parpol. "Baru posisi berikutnya Tokoh politik sebanyak 31,3%, diikuti Tokoh Agama 12,4%, sementara Tokoh Terpelajar 11,3%, Tokoh Lingkungan dalam hal ini RT/RW 3,9%, Tokoh Bisnis 2,3%, Kepala Desa atau Perangkat Desa 1,9%, Tokoh Pemuda 1,3%, serta Tokoh Adat 0,2%, sisanya yang memilih tidak menjawab atau tidak tahu 1%", jelasnya.

 

Lebih lanjut, Wakil Rektor III Universitas Trunojoyo Madura ini mengatakan masyarakat Surabaya telah memiliki ideologi yang kuat dalam memilih Parpol. "Namun yang perlu jadi perhatian, Tokoh Politik mampu juga membayangi pertimbangan masyarakat dalam memilih Parpol, ini menjadi peluang bagi para Tokoh Politik", pungkasnya.

 

Sebagai informasi, SSC adalah salah satu lembaga survei yang bernaung dibawah Asosiasi Survei Opini Publik Indonesia (ASOPI) dan aktif dalam berbagai kegiatan riset opini publik sejak 16 tahun lalu, tepatnya sejak 7 Juli 2007. Hasil penelitian yang dilakukan oleh SSC ini dilaksanakan dari tanggal 20 - 30 Juni 2023 di 31 Kecamatan Kota Surabaya. Sebanyak 1.200 responden dipilih dengan menggunakan metode stratified multistage random sampling dengan margin of error kurang lebih 2,83 persen dan tingkat kepercayaan sebesar 95 persen. Penentuan responden dalam setiap Kartu Keluarga (KK) dilakukan dengan bantuan kish grid.

 

Lebih baru Lebih lama
Advertisement