Bappeda Kota Probolinggo Gelar Koordinasi Pembentukan UPT-PK

Budiono Wirawan, Kepala Bappeda didmpingi Kabid Elonomi, Pembangunan manusia dan Sosobud saat membuka rapat
PROBOLINGGO - Betempat diaula pertemuan lantai 2 kantor Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Probolinggo, digelar kegiatan Rapat Koordinasi Pembentukan Unit Pelaksanan teknis Penanggulangan Kemiskinan (UPT-PK), Kamis (15/6). 

Seperti diketahui Permasalahan kemiskinan, tidak hanya menjadi masalah di Kota Probolinggo saja, namun seluruh kota kota di Indonesia mengalaminya. Percepatan pengentasan kemiskinan juga tengah dilakukan dan masih berjalan sampai saat ini. Untuk meningkatkan komitmen dan koordinasi anggota Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD) Kota Probolinggo. Secara berkelanjutan Bappeda melalui  Bidang Ekonomi, Pembangunan Manusia, Sosial dan Budaya merealisasikan terbentuknya UPT-PK yang secara khusus berkopeten mengurusi hal tersebut.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Kepala Bappeda dan Litbang Budiono Wirawan S.Sos, M.Si, Kabid Ekonomi, pembangunan manusia dan social budaya, narasumber serta perwakilan daro SKPD yang bekopeten dalam penanganan kemiskinan.

Kepala Bappeda dan Litbang, Budiono Wirawan saat memberi sambutan sekaligus membuka agenda rapat tersebut mengatakan terbentuknya UPT-PK ini yang bertugas mengkoordinasikan peta kemiskinan yang terintegrasi . “Setelah sekian tahun kita laksanakan, namun hasilnya belum memuaskan, maka dengan adanya UPT-PK yang beada di masing-masing SKPD dan terintegrasi serta terpadu diharapkan akan mendapatkan hasil yang maksimal.”Ujarnya.

Lebih lanjut Budiono menambahkan pada tahun 2014-2015 pengurangan kemiskinan hanya sekitar 2 persen. Hal ini yang tidak sepadan dengan jumlah anggaran yang telah disiapkan. Budi berharap pendataan angka kemiskinan mendatang akan kebih tepat sasaran dan kevih mengena. Pria iki juga berharap  teman-teman bisa merumuskan seperti apa langkah yang akan diambil nanti, termasuk ketersedaan anggaran yang dibutuhkan.

Sementra Dwi Agustin Pudji Rahaju, Kabid ekonomi, pembangunan manusia dan sosial budaya bappeda kota Probolinggo ketika ditemui menjelaskan  Selama ini kelompok yang kami bentuk belum mengacu pada database yang ditentukan. “Kami tidak bisa mengukur karena  masing masing SKPD punya criteria tersendiri. Kami minta program PK ini bisa berjalan terpadu dan juga berharap  melalui UPT satu pintu bisa ditangai langsung melalui UPT, termasuk orang mislin yang melalui akses tersebut, bisa terlayani dengan baik.”Ujarnya.

Ditempat yang sama Kepala Bappeda dan Litbang Pemkot Probolinggo Budiono Wirawan, mengatakan bahwa kegiatan ini merupatakan tindak lanjut dari Study Titu yang diadakan di kota Sragen Jawa tengah. “Targetnya minus kemskinan, ketepatan sasaran dan validasi data.”tegasnya. (Mhd)

Posting Komentar

0 Komentar