Setarakan Penghasilan , Siapkan Rp 81 Miliar Untuk Guru SD dan SMP Swasta


Surabaya NewsWeek- Ketua Komisi D DPRD Kota Surabaya Agustin Poliana, menjelaskan bahwa, dalam APBD 2019, Pemkot Surabaya telah menganggarkan dana senilai Rp 81 Miliar, untuk Guru SD dan SMP swasta, ia mengatakan bahwa selama ini, sebagian guru SD dan SMP swasta penghasilannya jauh di bawah Upah Minimum Kota ( UMK )..

“Kasihan honor Guru SD dan SMP swasta, penghasilannya jauh di bawah UMK,
ada yang honornya Rp. 800 ribu – 1 juta. Bahkan, ada yang hanya Rp. 400 ribu sebulan,” papar Agustin Poliana. Selasa ( 29 / 1/ 2019 ).

Masih menurut Agustin, penyetaraan gaji guru swasta yang masih kurang sejahtera tersebut, sebagai bagian tanggung jawab pemerintah kota, untuk ikut mencerdaskan anak bangsa.

“Jika tidak seperti itu nanti dibilang kesejahteraan guru tak ada keadilan, makanya harus ada penyetaraan gaji ” ungkapnya.

Lamjut Agustin, pihak sekolah juga harus memiliki tanggung jawab, untuk memberikan honor guru minimal Rp. 900 ribu – 1 juta. Kemudian kekurangannya akan ditanggung oleh pemerintah kota.

“Gaji guru swasta akan disetarakan UMK Rp. 3,8 juta potong pajak,” imbuhnya.

Menurutnya, , sesuai ketentuan para guru juga harus bisa memenuhi jam mengajar selama seminggu 24 jam. Agustin menambahkan,apabila waktu mengajar di sekolah swasta tak memenuhi aturan. Maka, guru yang bersangkutan bisa dipebantukan di sekolah negeri.

“Apabila waktu mengajar tidak memenuhi aturan, maka bisa diperbantukan di sekolah negeri,  agar waktu mengajar 24 jam terpenuhi,” ujar Agustin.

Ketua Komisi D ini mengatakan, untuk merealisasikan gaji guru swasta setara UMK menunggu Peraturan Walikota (Perwali). Di aturan itu akan diatur secara detail penyetaraannya, sehingga guru tak kurang jam mengajarnya.

“Untuk merealisasikan guru swasta setara UMK, kita menunggu  Perwali. Cantolan hukunya bagaimana ?” jelasnya.

Agustin menambahkan, untuk  jumlah guru SD-SMP swasta, yang mendapatkan penyetaraan gaji sesuai UMK sekitar 9 ribuan. Jumlah tersebut lebih sedikit dari data awal sebelum diverifikasi yakni sekitar 12 ribu orang. ( Ham )

Posting Komentar

0 Komentar